Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya

Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya
43. Tanggung Jawab


__ADS_3

"Apa maksud kamu menyebut aku sebagai suamimu, Ratna?" tanya Radit begitu mereka duduk di sebuah cafe yang tidak jauh dari rumah sakit.


"Maaf aku lancang." jawab Ratna menundukkan kepalanya, kali ini dia tidak berani menatap Radit seperti biasanya.


"Aku minta maaf." ucap Ratna lagi.


"Lupakan saja, sekarang jelaskan mengapa aku tidak perlu melakukan tes ulang?" tanya Radit ingin tahu.


"Tapi dari mana kamu tahu aku ada disini?" tanya Radit lagi.


"Karena itu aku minta maaf, untuk semua yang telah terjadi." ucapan Ratna semakin membuat Radit tidak mengerti.


"Kamu ingat seorang wanita yang ada di club yang meratapi nasibnya karena tidak bisa memberi keturunan pada suaminya?" tanya Ratna pada Radit.


Radit menatap tidak percaya pada Ratna, peristiwa itu terjadi empat tahun yang lalu, bagaimana Ratna tahu tentang masa lalunya, tepatnya di malam dia menemani seorang wanita yang baru pertama kali ke club dan wanita itu terlihat sedikit mabuk.


Radit di tantang teman-teman yang datang bersamanya ke club untuk mendekati wanita itu. Radit menerima tantangan itu dan dia berhasil mendekati wanita itu.


Wanita itu menceritakan kisah rumah tangganya, tentang suaminya yang sering main diluar karena dia tidak bisa memberikan kepuasan dan juga keturunan. Kedekatan mereka malam itu berakhir di kamar hotel, dan melewati malam panas.


Ratna mengangkat kepalanya dan tersenyum, dia memberanikan diri untuk membalas tatapan Radit.


"Kamu..." ucap Radit yang tidak bisa meneruskan kata-katanya, dia baru menyadari jika wanita yang dia temani di club lalu bercinta dengannya malam itu adalah Ratna.


Radit mengusap wajahnya dengan kasar, "Jangan katakan jika putrimu adalah putriku." ucap Radit.


"Tapi itu kenyataanya. Satu bulan setelah kita melakukannya aku dinyatakan hamil." jawab Ratna.


"Bisa saja itu anak Boy." sahut Radit yang mencoba menyangkal.


Mereka hanya bersenang-senang satu malam, mereka juga tidak saling kenal satu sama lain saat itu. Bagaimana dia bisa memiliki anak dari hubungan yang hanya satu malam? Radit kembali mengusap wajahnya dengan kasar, saat dia mengingat malam itu dia tidak menggunakan pengaman.


Ratna menggeleng, "Boy yang sebenarnya tidak bisa memiliki keturunan." ucapnya memberitahu Radit yang langsung menghembuskan nafas dengan kasar.


"Aku tidak menuntut pengakuan dari mu untuk mengakui Dini adalah putrimu Radit, biar saja orang tetap mengenalnya sebagai putri Boy. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa sebenarnya kamu tidak mempunyai masalah dengan kesuburan kamu." lanjut Ratna ucapannya.


"Ini hasil tes kamu yang sebenarnya." ucap Ratna memberikan hasil tes kesuburan Radit.


"Maaf aku yang merubah hasilnya, karena saat itu Boy mencurigai aku dan aku tidak ingin Boy tahu jika putriku bukan anaknya." jawab Ratna lagi.


Radit diam setelah membaca hasil tes sebenarnya yang di sembunyikan Ratna. Dia tidak tahu harus bersikap seperti apa?


Memijat keningnya Radit berusaha untuk mencari jalan yang terbaik. Perbuatannya di masa lalu yang senang menebar benih menjadi masalah saat ini. Mungkinkah akan ada anak-anak yang lain yang kelak akan mencarinya dan meminta pertanggung jawabannya sebagai ayah biologis mereka.


"Radit."


Radit terkejut mendengar suara yang memanggil namanya.

__ADS_1


"Paula." ucap Radit.


"Senang bisa bertemu denganmu lagi." ucap Paula dengan matanya yang memindai Ratna.


"Dia istrimu?" tanya Paula menunjuk Ratna.


"Iya, kenalkan dia ibu dari anak- anakku." jawab Radit.


"Anak-anak" beo Paula.


"Maaf kami sudah akan pulang." ucap Radit lagi.


"Ayo sayang." ajak Radit pada Ratna yang hanya diam tidak mengerti.


Radit berdiri mendekati Ratna, lalu meraih tangan Ratna untuk mengajaknya berdiri.


"Tunggu." tahan Paula saat Ratna akan berdiri.


"Aku ingin bicara dengan kalian." ucap Paula lagi.


"Sebentar saja." ucap Paula saat Radit hendak bicara yang dia tahu, mantan kekasihnya itu akan menolak.


Sama seperti perjanjiannya dengan Bagas saat akan bercerai, Paula juga berjanji pada Radit saat akan berpisah. Bila nanti mereka bertemu lagi, maka jangan coba tanyakan rasa yang pernah ada. Anggap mereka tidak pernah kenal dan memiliki kisah bersama sebelumnya.


Paula putus asa saat dia tidak bisa menghubungi Bagas, dia sudah tahu akan sulit menggoyahkan hati mantan suaminya itu. Helen yang memaksanya untuk hadir di pernikahan Bagas, meminta bantuannya untuk membuat Alea cemburu dan bertengkar dengan Bagas. Tapi kenyataannya dia yang cemburu pada Alea, dan tiba-tiba terlintas harapan bisa kembali lagi bersama mantan suaminya.


"Aku hanya ingin kamu tahu satu kebenaran." ucap Paula mengawali percakapannya.


"Kebenaran tentang apa?" tanya Radit pura-pura tidak mengerti.


"Saat kita berpisah, aku hamil." ucap Paula mencoba memberitahu Radit.


"Aku tidak bermaksud merusak rumah tangga kalian, tapi aku hanya ingin kaian tahu jika aku telah melahirkan anak laki-laki dan ayahnya adalah Radit."


Radit dan Ratna sama-sama diam dengan pikiran mereka masing-masing. Begitu pun Paula, dia ikut diam setelah bicara menunggu reaksi Radit. Berharap mantan kekasihnya itu merasa bersalah padanya.


"Dimana anak itu" tanya Radit yang ingin menguji kejujuran Paula.


"Itu yang aku sesali sampai saat ini." jawab Paula.


"Dia tidak bersamaku dan aku sedang mencoba mencarinya. Aku memberitahu kalian untuk meminta bantuan kalian mencarinya." lanjut Paula maksud dan tujuannya memberi tahu Radit.


"Itu sudah lama berlalu, mengapa baru sekarang kamu mencari dan memberitahukan nya pada kami." ucap Radit.


Paula diam, dia tidak bisa menjawab jika dia sudah mengabaikan putranya demi karirnya. Jika dia ingin Radit bertanggung jawab, saat itu harusnya dia langsung memberitahu Radit kebenarannya.


"Kamu membuang bayi itu" ucap Radit. "Lalu untuk apa sekarang kamu mencarinya?" lanjut Radit ucapnnya dengan pertanyaan.

__ADS_1


"Karena karir yang aku dapat tidak bisa membuat aku bahagia. Tangisan bayi akhir-akhir ini sering mengganggu tidur ku." jawab Paula.


Radit tersenyum mengejek. Mantan kekasihnya ini memang memiliki ego yang tinggi, berbeda jauh dengan Alea. Radit menarik nafas panjang, sampai detik inipun selalu saja dia membanding-bandingkan semuanya dengan sosok Alea. Sosok istri sempurna yang dia sia-siakan.


"Itu hukuman mu yang sudah menyia-nyiakan anak yang tidak berdosa. Banyak di luar sana wanita yang menginginkan anak tapi sulit, sedangkan kamu..." Radit menghentikan ucapannya.


Ratna menepuk punggung tangan Radit untuk tidak melanjutkan ucapannya. Tidak ada seorang ibu yang ingin berpisah dengan anak yang dilahirkannya, tapi mereka dihadapkan dengan sebuah pilihan.


"Aku tahu aku salah, karena itu bantu aku untuk mencarinya." pinta Paula.


"Aku sudah bahagia dengan keluarga kecilku, jadi biarkan kami menjalani kehidupan kami." jawab Radit.


"Ayo sayang." lanjut Radit meminta Ratna berdiri.


"Dia putramu Radit." teriak Paula membuat pengunjung yang ada di cafe itu melihat pada mereka.


"Bukan aku yang mengabaiikannya, tapi kamu. Jadi jangan libatkan aku." jawab Radit lagi.


"Kamu, kamu seorang ibu." tunjuk Paula pada Ratna. "Tidak adakah sedikit perasaanmu sebagai sesama ibu?" tanya Paula pada Ratna.


"Dia seorang ibu yang baik, yang tidak menyia-nyiakan anak yang dia lahirkan."


"Karena ada kamu bersamanya Radit." teriak Paula lagi.


"Tapi aku..."


"Siapa yang membuat aku pergi dari kehidupan kamu?"


Pertanyaan Radit membuat Paula diam. Radit benar, mengapa dia sekarang meminta tanggung jawab Radit disaat dialah yang meninggalkan laki-laki itu demi karirnya.


"Kamu kejam Radit." ucap Ratna begitu mereka sudah menjauh dari Paula.


"Dia yang kejam menelantarkan Zio di panti asuhan."


"Jadi Zio itu...."


"Dia putraku yang di cari Paula." jawab Radit memotong ucapan Ratna.


"Mengapa kamu tidak memberitahunya pada Paula, Radit?"


"Karena aku tidak ingin dia mengambil Zio dari ku." jawab Radit.


"Aku juga harus bertanggung jawab pada Dini." lanjut Radit ucapannya setelah diam sesaat.


...💔💔💔...


...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...

__ADS_1


__ADS_2