Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya

Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya
53. Mempermalukan


__ADS_3

Jawaban Alea rupanya benar-benar memancing kemarahan Tika, dia tidak terima dituduh gila oleh rivalnya dalam mendapatkan cinta Bagas.


Tanpa berpikir panjang Tika mendekati Alea, tangannya dengan cepat menarik hijab yang di kenakan Alea. Tujuannya satu, dia ingin mempermalukan istri Bagas itu didepan banyak orang untuk membalas dendam. Menurutnya Alea telah menghasut oma Sundari, sehingga dia tidak lagi menjadi sekretaris Bagas.


Alea tidak sempat menahan tangan Tika yang bergerak sangat cepat. Untung saja dia mengenakan dalaman yang menutup hingga dadanya, sehingga tidak terlihat bagian tubuh dan rambutnya sehelaipun.


Dengan satu tangan Alea merebut kembali hijabnya, sedangkan tangan satunya lagi Alea gunakan untuk menahan tangan Tika yang kembali ingin menarik dalaman hijab Alea.


Dengan kemampuan ilmu bela diri yang Alea miliki, dia berdiri dan sedikit memutar sehingga tangan Tika terpelintir olehnya.


"Kamu bisa menarik hijab bagian luar yang aku kenakan, tapi jangan harap tangan kotormu itu bisa menyentuh kepalaku." ucap Alea.


"Kamu mungkin puas mempermalukan diriku dengan membuka paksa hijabku, tapi tahukah kamu kalau kamu sedang menghina agamaku." ucap Alea lagi sambil menghempaskan tangan Tika dengan kasar.


Saudara suaminya ini sudah sangat keterlaluan dan Alea tidak akan membiarkannya begitu saja. Alea berdiri mendekati Tika setelah dia mengenakan bukannya kembali, dia masih ingin memberikan pelajaran pada Tika agar tidak bertindak sesuka hatinya lagi.


Banyak mata yang menyaksikan kejadian itu, banyak juga kamera yang mengabadikan peristiwa itu. Bukan karena Alea atau Tika, tapi karena ada Paula yang notabene adalah seorang model yang dikenal banyak orang berada diantara mereka.


Sementara Paula hanya diam terperangah menyaksikan bagaimana Alea menghadapi Tika, dia tidak percaya jika tidak menyaksikannya sendiri. Dibalik kelembutan istri Bagas itu ternyata ada kekuatan luar biasa yang dimilikinya. Keberanian untuk menegakkan kebenaran, kembali Paula dibuat kagum oleh sosok Alea.


"Mau apa kamu? Apa kamu pikir aku takut dengan mu, ha." tanya dan tantang Tika sambil membulatkan bola matanya dengan jari telunjuknya menunjuk wajah Alea.


Alea tersenyum sinis, rupanya wanita yang dihadapinya ini belum mengerti juga dengan kesalahannya.


"Apa dia tidak malu menjadi tontonan banyak orang? Sebentar lagi orang-orang ini akan mengungah apa yang sudah mereka rekam dan saksikan, Tika." ucap Alea dalam hatinya sambil tetap menatap tajam pada Tika.


"Bersiaplah, akan banyak orang yang akan menghujat kamu, karena apa yang kamu lakukan padaku adalah sebuah kesalahan besar." Alea memberi tahu Tika lewat sorot matanya.


"Ante." suara Rio dan Ria yang memanggil Alea bersamaan mengalihkan pandangan Alea yang sebelumnya menatap tajam pada Tika yang menunjuk muka Alea dengan jarinya, seketika berubah menjadi teduh begitu melihat wajah lelah kedua keponakannya.


"Sayang Tante capek ya, Nak." ucap Alea sambil menerima Ria dari gendongan Bagas.


Alea merapikan rambut Ria yang berantakan sementara Bagas mengusap sayang kepala Rio setelah dia duduk disamping Alea sambil memperhatikan penampilan Alea yang terlihat tidak rapih seperti biasanya.


"Jika aku jujur sejak awal, mungkin kamu akan membatu mencari putraku dan menyayanginya seperti sekarang kamu menyangi anak yang ada dipangkuanmu." ucap Paula di dalam hati, kembali menyesali masa lalunya melihat Bagas yang begitu sayang pada anak laki-laki yang ada dipangkuannya.


Tika yang tadi membuat keributan memasang aksinya untuk mencari perhatian Bagas.


"Aduh." Tika mengaduh sambil memegang tangannya yang tadi dipelintir Alea.

__ADS_1


"Bang, istrimu menyebutku gila. Aku tidak terima, tapi dia malah memelintir tanganku." adu Tika pada Bagas.


"Benarkah?" tanya Bagas.


"Benar Bang." jawab Tika untuk meyakinkan Bagas.


"Istriku jika sampai seperti itu berarti kamu sudah sangat membuatnya marah, bukan karena kamu yang marah."


Tika mendengus kesal mendengar jawaban Bagas. "Kalau Abang tidak percaya, tidak apa-apa. Aku akan lapor pada oma."


"Laporkan saja, aku dan orang-orang yang ada di sini akan maju sebagai saksi bahwa Alea tidak bersalah." Paula yang menjawab sambil menunjukkan video siaran langsung yang Paula yakin dari orang-orang yang menyaksikan keributan ini.


"Kamu..." Tika membulatkan matanya pada Paula yang dibalas dengan tatapan tajam.


Bagas melihat pada Alea yang sibuk membantu Ria menyuap es cream nya. Ini baru Alea yang dia kenal, bukan Alea yang seperti tadi saat di datang.


Flash back


Begitu melihat Tika menghampiri Alea, Bagas segera menggendong Ria dan menggandeng Rio. Dia akan membawa keduanya ketempat dimana Alea berada lalu menjauhkan Alea dari Tika.


Tapi Rio menahan langkah Bagas begitu mereka melewati stand es cream. Anak kecil itu menagih janji Bagas untuk membelikannya es cream sehingga Bagas datang terlambat untuk melindungi istrinya.


Flash back end


"Sayang, kamu baik-baik saja kan?" tanya Bagas khawatir karena Alea sejak tadi hanya diam.


Belum sempat Alea menjawab pertanyaan Bagas, Paula sudah bersuara terlebih dulu.


"Lea, aku sudah kirim videonya ke kamu. Mungkin akan diperlukan suatu saat nanti." ucap Paula.


Bukan Alea yang mengecek ponsel miliknya, tapi sang suami yang penasaran dengan apa yang terjadi pada istrinya. Wajah Bagas memerah setelah menyaksikan video itu, tapi dia harus menahan diri dan memutuskan mengajak Alea dan kedua keponakannya pulang ke kediaman mereka.


Alea menutup pintu kamar Rio dan Ria yang sudah tertidur karena kelelahan dan juga kekenyangan. Dia mencari Bagas dimana-mana tapi tidak menemukan keberadaan suaminya itu di setiap sudut rumah.


Dia tahu, Bagas menahan marahnya setelah melihat video yang dikirimkan Paula yang dia dapat dari media sosial membuat Alea khawatir. Sampai akhirnya Alea mendengar suara Bagas.


"Pengobatannya sepertinya belum tuntas, dia belum sembuh seperti yang dokter katakan. Kirim saja dia keluar negeri seperti kemarin atau aku yang akan pergi jauh membawa istriku."


Alea mendengar ucapan Bagas melalui panggilan telepon. Entah siapa yang bicara dengan suaminya itu di seberang sana, tapi ucapan Bagas cukup membuat Alea penasaran.

__ADS_1


"Siapa yang sakit dan belum sembuh?" tanya Alea dalam hati.


Alea tidak tahu pasti siapa yang dibicarakan suaminya dan mengapa suaminya mengancam orang di seberang sana dengan membawanya pergi jauh.


"Apa Tika yang mereka bicarakan?" gumam Alea.


Alea segera menjauh begitu Bagas menutup panggilannya. Dia berpura-pura mengambil air minum di pantry, tempat yang akan dilewati Bagas.


"Kakak kira kamu masih di kamar si kembar." ucap Bagas begitu menemukan Alea di dapur.


"Lea haus, Bee" jawab Alea.


"Kamu juga harus istirahat sayang, ayo ke kamar dan istirahat disana." ajak Bagas.


Alea masih penasaran tapi dia tidak berani bertanya, karena dia tidak ingin Bagas mengetahui dia menguping Bagas yang sedang berbicara di telepon .


Dua hari berlalu, pagi ini Alea kembali disibukkan dengan jadwal pekerjaan. Seperti biasa Bagas akan mengantar Alea sampai di ruangan istrinya, tapi tidak dengan pagi ini. Suami Alea itu membawa istrinya langsung ke ruangannya.


"Kenapa Lea tidak diantar ke ruangan?" tanya Alea heran.


Alea tidak menemukan Tika di mejanya, "Dimana dia? Apa tidak bekerja?" tanya Alea dalam hati.


"Mulai hari ini ruang kerja kita jadi satu."


"Ha... kenapa?" tanya Alea heran.


"Karena Leoni mulai hari ini akan jadi sekretaris kita berdua."


Alea kembali dibuat terkejut dengan jawaban Bagas.


"Kemana Ti..."


"Dia ditarik jadi sekretaris oma." ucap Bagas memotong ucapan Alea.


Reaksi yang Alea berikan hanya ber 'O', dia bahkan sibuk memikirkan yang lain. "Apa mungkin ada hubungannya dengan kejadian kemarin?" kembali Alea berdialog dengan diri sendiri.


...💔💔💔...


...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...

__ADS_1


__ADS_2