Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya

Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya
68. Zio dan Paula


__ADS_3

"Kami tidak jadi menikah, Kak." ucap Ratna mengulangi lagi ucapan sebelumnya pada Riki.


"Jika Kak Riki ingin mempercepat pertunangan Kakak, silakan menggunakan hari yang sudah ditetapkan untuk pernikahanku." ucap Ratna lagi.


"Hei ada apa ini Ratna?" tanya Leoni. "Baru tadi siang kita bertemu WO untuk menghandle acara pernikahan kamu. Sekarang kamu bilang tidak jadi menikah." ucap Leoni tidak percaya.


"Ini keputusanku Om, Aku ingin membatalkan pernikahan kami." ucap Ratna menoleh pada Zaki dan menghiraukan pertanyaan dan ucapan Leoni.


"Tapi Rat." ucap Radit mencoba agar Ratna jangan mengambil keputusan yang gegabah dan sepihak, dengan membatalkan pernikahan mereka yang tinggal menghitung hari.


"Tidak ada cinta diantara kita, bagaimana bisa kita menjalani rumah tangga dengan baik kedepannya." jawab Ratna memberikan alasan.


"Maaf Radit aku ragu menjalankan hidup bersama mu, begitu banyak masalah yang akan aku hadapi kedepannya." ucap Ratna yang dia lanjutkan di dalam hati.


"Radit itu mencintai Alea, apa kamu mau selalu hidup jadi bayang-bayang sepupu kamu itu?" ucapan Paula yang terus saja terngiang di kepala Ratna.


Melihat cara Radit menatap Alea, Ratna merasakan hatinya terluka. Radit akan menikahinya, tapi cinta laki-laki itu untuk Alea. Ratna pun membenarkan ucapan Paula, selamanya dia akan selalu jadi bayang-bayang Alea di mata Radit.


Hal itu membulatkan niat Ratna untuk membatalkan pernikahannya dengan Radit, meskipun dia sudah mencintai ayah dari putrinya itu. Ratna tidak tahu saja, jika itu adalah cara Paula meracuni pikiran Ratna agar melepaskan Radit.


"Jika aku tidak bisa bersama Radit, maka kamu juga tidak bisa menikah denganya. Status kita sama, sama-sama punya anak darinya." ucap Paula dalam hati setelah dia meracuni pikiran Ratna.


"Pikirkan lagi baik-baik Ratna." ucap Zaki.


"Dan kita tidak akan membahas tentang kamu malam ini, tapi kita akan membahas rencana pernikahan Riki dan Sandra." ucap Zaki lagi.


Ratna tidak bisa membantah apa yang menjadi keputusan Zaki, adik ayahnya itu benar. Riki yang meminta mereka berkumpul untuk membicarakan rencana saudara sepupunya yang akan menikah, bukan masalah dirinya. Ratna pun memilih diam, sedangkan Radit memilih keluar dan duduk di teras untuk menenangkan pikirannya. Dia juga bukan salah satu anggota keluarga ini dan juga bukan suami Alea lagi, tidak ada hak dia untuk ikut mendengar rencana pernikahan mantan kakak iparnya itu.


"Mengapa masalah selalu saja hadir disaat aku berlahan ingin memulai memperbaiki diri." ucap Radit di dalam hati.


Dia memang tidak mencintai Ratna, sekarang bagi Radit cinta bukan hal yang penting. Apalagi kondisinya saat ini, yang tidak bisa melakukan hubungan suami istri. Dia hanya ingin membahagiakan kedua anaknya dengan memiliki keluarga yang utuh.

__ADS_1


"Apa aku salah dan egois?" tanya Radit pada dirinya sendiri.


Kembali kedalam rumah, Riki dan semua yang ada disana sudah selesai membahas rencana pertunangannya dengan sandra. Riki pamit untuk mengantar Sandra pulang. Tak berselang lama, Reina dan Deri juga pamit karena memikirkan si kembar Rio dan Ria yang tidak mereka ajak. Sementara Leoni memilih untuk menginap ke kediaman orang tua Alea malam ini, sama seperti Alea dan Bagas.


"Mbak Rei, aku ikut kalian." ucap Ratna begitu melihat Reina pamit pada Zaki.


Reina mengalihkan perhatiannya pada sepupu Alea itu, lalu dia bertanya pada Deri lewat mata yang dijawab Deri dengan mengangkat kedua bahunya. Merasa tidak mendapat jawaban dari Deri, Reina melihat pada Zaki yang menganguk.


"Apa tidak akan menambah masalah, Rat?" tanya Reina, sebenarnya dia ingin menolak meskipun Zaki sudah mengizinkan untuk memberi tumpangan pada Ratna. Reina menginginkan Ratna pulang bersama Radit dan menyelesaikan masalah mereka.


"Aku butuh waktu sendiri untuk berpikir, Mbak." jawab Ratna.


"Baiklah, kita pamit dulu sama tante Anita dan Alea." ajak Reina yang disetujui Ratna.


Sementara itu ditempat lain, tanpa sepengetahuan Radit, Paula mendatangi kediaman mantan kekasihnya itu. Dia menemui Zio lalu mengajak putranya pergi makan malam. Zio yang merasa pernah bertemu Paula dan tahu jika wanita yang bersamanya saat ini adalah teman ayahnya, mau saja diajak pergi makan malam diluar. Apa lagi Paula menawarkan makan makanan kesukaan Zio.


"Selera kita dalam makan ternyata sama sayang" ucap Paula begitu melihat Zio yang lahap menyantap pasta.


"Mau tante, tapi Zio tidak tahu harus mencarinya kemana." jawab Zio membuat hati Paula merasa teriris. Bagaimana tidak, anak yang dia sia-sia kan tidak membenci dirinya sedikitpun.


"Kalau dia yang datang menemui kamu, bagaimana?" tanya Paula lagi.


"Zio pasti senang tante. Kata ibu panti setiap ibu itu pasti sayang sama anaknya, mungkin karena keadaan membuat ibu yang melahirkan Zio menitipkan Zio di panti asuhan." jawab Zio.


"Zio nggak marah?" tanya Paula lagi.


Zio menggeleng, "Ibu panti bilang kita harus berbakti pada ibu yang melahirkan kita, sekalipun Zio belum pernah bertemu.


Ibu panti juga bilang, banyak cara agar Zio bisa berbakti pada ibu yang melahirkan Zio. Misalnya dengan mengirimkan doa agar ibu baik-baik saja dan tetap sayang sama Zio"


Paula menangis mendengar jawaban Zio, dia merasa sangat buruk sebagai seorang ibu. Tidak salah jika Radit memilih menikahi Ratna, karena wanita itu tidak pernah menyia-nyiakan putrinya.

__ADS_1


"Oh Paula apa yang sudah kamu lakukan, kamu bahkan menambah satu lagi keburukan dalam hidupmu dengan mempengaruhi Ratna karena iri padanya."


"Tante mengapa menangis?" tanya Zio heran.


"Tante sedih, tante merindukan anak tante yang hilang sejak bayi." jawab Paula.


"Tante punya anak?" tanya Zio yang di angguki Paula.


"Anak Tante seusia kamu, dia juga laki-laki seperti kamu. Karena itu Tante mengajak kamu makan menemani Tante, karena Tante merindukan anak Tante."


"Zio bisa jadi anak Tante, sama seperti ayah yang menjadi ayah Zio walau Zio bukan anak ayah."


Paula terdiam, ternyata Radit belum memberitahu Zio jika putra mereka adalah anak kandungnya. Bagaimana dirinya bisa memberitahu Zio, jika dia adalah ibu kandungnya.


"Benar Zio mau jadi anak Tante?" tanya Paula untuk meyakinkan ucapan Zio.


Zio mengangguk, "Zio suka dan sayang sama Tante." ucap Zio.


"Mama juga sayang sama kamu." balas Paula.


"Mulai sekarang Zio panggil Mama, bukan Tante lagi." ucap Paula.


"Mama." panggil Zio seperti permintaan Paula yang kini tersenyum, panggilan mama dari mulut Zio membuat Paula bahagia. Dia merindukan kata-kata itu keluar dari mulut putranya.


"Zio masih mau makan lagi sayang?" tanya Paula.


"Enggak Ma, kita pulang aja. Ayah nanti cariin Zio kalau ayah pulang nggak ada Zio di rumah."


Benar seperti yang Zio takutkan, Radit sudah tiba di rumah dan tidak menemukan Zio. Satu yang Radit pikirkan orang yang berani membawa Zio pergi, siapa lagi jika bukan paula. Asisten ruma tangganya juga menjelaskan ciri-ciri wanita yang mengajak Zio pergi persis seperti Paula. Radit menghubungi nomor Paula, tapi wanita itu sengaja tidak mengaktifkan ponselnya, karena dia tidak ingin ada yang mengganggu waktunya bersama Zio.


...💔💔💔...

__ADS_1


...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...


__ADS_2