
Lima bulan berlalu, Alea di temani Leoni tengah tersenyum melihat ibunya yang saat ini sedang di rias. Niat Alea agar Anita memiliki pasangan diusia yang tidak lagi muda tersampaikan.
Adam yang selama ini memilih setia dengan status dudanya ternyata langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Anita yang merupakan temannya di masa kanak-kanak. Berkat kesabaran dan perhatian yang dia berikan pada Anita, akhirnya Adam bisa meluluhkan hati ibu dari Alea dan Riki.
Hari ini mereka berdua melangsungkan pernikahan, hanya pesta sederhana yang mereka gelar dimana hanya dihadiri oleh keluarga dan orang-orang terdekat mereka saja.
"Usaha kamu tidak sia-sia Lea." ucap Leoni pada Alea.
Alea melihat pada Leoni, "Bagaimana dengan kamu, kapan nikah?" tanya Alea dengan memasang wajah serius.
Leoni membuang muka, pertanyaan Alea adalah pertanyaan yang menyebalkan untuknya. Sementara Alea tertawa didalam hati melihat tingkah Leoni.
"Jangan buat Galang menunggu lebih lama lagi." ucap Alea memberi saran pada sahabatnya itu.
Bukan tanpa maksud Alea bicara seperti itu. Hari ini selain acara pernikahan Anita dan Adam, akan ada acara tak terduga lainya. Terutama tak terduga bagi Leoni, Galang merencanakan akan melamar Leoni dihadapan semua orang yang menghadiri pernikahan Anita dan Adam hari ini. Dia sudah meminta restu pada oma Sundari dan kedua orang tua yang mengadopsi Leoni.
"Alhamdulillah." ucap penghulu begitu para saksi menyatakan sah, ijab kabul yang diucapkan Adam dengan satu tarikan nafas.
"Selamat Bu." ucap Alea yang sejak acara dimulai menemani Anita di kamar, dia menemani ibunya yang merasakan gugup menghadapi pernikahannya.
"Terimakasih sayang. Semoga ayah kalian merestui ibu." jawab Anita.
"Ayah pasti bahagia melihat ibu bahagia." balas Alea agar Anita tidak bersedih.
Keduanya berpelukan sampai Reina masuk dan memberitahu mereka untuk keluar menemui Adam. Alea ditemani Reina mendampingi Anita yang berjalan mendekati Adam.
Usia kandungan Alea sudah masuk sembilan bulan, tentu saja perut buncitnya tidak bisa disembunyikan. Radit melihat Alea yang berjalan mendampingi Anita, aura kecantikan seorang ibu hamil terpancar dari wajah mantan istrinya itu.
Alea semakin bersinar setelah berpisah darinya, intan permata yang dia lepaskan menunjukkan nilainya yang memang berharga dan tidak pantas bersanding dengan orang sepertinya.
Semua sudah berlalu, penyesalan pun kini tidak berguna lagi bagi Radit. Dia melihat pada Ratna yang duduk disampingnya, Radit harus bersyukur saat ini dia dicintai Ratna, wanita yang mau menerima dirinya apa adanya.
"Kenapa?" tanya Ratna yang merasa Radit memperhatikannya.
Radit tersenyum, "Terimakasih mau hidup bersama denganku dan menerima Zio dengan baik." ucap Radit.
__ADS_1
Tanpa Radit tahu, sebenarnya Ratna masih menyimpan trauma, Ratna bahkan diam-diam bersyukur milik Radit yang belum bisa berfungsi. Dengan begitu Ratna merasa sedikit tenang, karena Radit tidak akan selingkuh. Tapi Ratna juga merasa ada perasaan kasihan dan bersalah saat ada keinginan Radit yang tidak bisa tersalurkan.
Mengikuti saran dari Alea, Ratna menemui psikolog untuk menyembuhkan rasa traumanya. Jika traumanya sembuh baru dia bisa membantu Radit untuk memulihkan miliknya.
"Ayo kita beri ucapan selamat pada tante Anita." ucap Ratna yang hanya tersenyum menanggapi ucapan terimakasih Radit.
Para tamu undangan sibuk berbincang sambil menikmati hidangan yang ada dihadapan mereka. Kesibukan mereka teralihkan saat pembawa acara meminta sedikit perhatian dari para tamu.
Seperti yang sudah direncanakan Galang, dia meminta pembawa acara membacakan apa yang sudah dia ketik. Membacakan kisah bagaimana Galang dan Leoni bertemu, dilanjutkan dengan keseharian mereka sewaktu kecil hingga akhirnya berteman baik dan bersahabat meskipun terlihat seperti anjing dan kucing yang selalu menebar permusuhan. Tapi itu cara mereka memberikan perhatian satu dengan yang lainnya. Saat menginjak dewasa, sudah mulai bicara masalah hati, hingga akhirnya hati menentukan kemana akan berlabuh.
Leoni yang tengah menikmati puding bersiramkan ice cream bersama Ria dan Rio tidak begitu menyimak ucapan pembawa acara, dia juga tidak peduli mau akan ada berapa acara lagi yang akan dilaksanakan. Dia hanya ingin menikmati hari ini dengan gembira dari pada harus menjawab pertanyaan yang dilontarkan hampir setiap orang padanya. 'Kapan nikah'.
Alea yang melihat kelakuan Leoni hanya menggelengkan kepala. "Lihatlah Bee saudara mu itu." tunjuk Alea pada Leoni membuat Bagas terkekeh.
Leoni tidak menyadari jika dia saat ini menjadi sorotan semua orang yang hadir disana, Reina yang menemani anak-anaknya bersama Leoni diminta Galang untuk diam tidak memberitahu Leoni jika Galang saat ini berdiri dibelakang Leoni dan ditangannya membawa bucket bunga.
"Didepan banyak orang yang hadir disini aku ingin bertanya sesuatu padanya." ucap pembawa acara melanjutkan membaca teks yang diberikan Galang.
"Kepada Mbak Leoni mohon berdiri." ucap pembawa acara.
Mendengar namanya yang dipanggil untuk berdiri Leoni melihat pada Reina dan bertanya. "Pembawa acaranya minta aku berdiri?" tanyanya.
"Maukah kamu menikah dengan ku?" tanya Galang langsung.
Leoni melihat sekitar dan betapa terkejutnya saat semua mata kini memperhatikannya dan menunggu jawabannya.
"Terima" ucap Alea tanpa suara saat mata Leoni melihat ke arahnya.
"Leoni, maukah kamu menikah denganku?" ucap Galang mengulangi pertanyaanya.
"Iya aku mau." jawab Leoni yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari semua yang hadir.
"Romantis sekali." ucap Paula yang juga hadir disana.
Mendengar ucapan Paula, Alvaro pergi mendekati Alea dan Bagas. Dia bicara sebentar dengan sepasang suami istri itu lalu kembali disamping Paula.
__ADS_1
Galang sudah selesai menyematkan cincin di jari Leoni. Pembawa acara mempersilakan para tamu undangan untuk melanjutkan menikmati hidangan yang telah disediakan.
Alvaro mengajak Paula ke area swimming pool seperti pertama kali mereka kembali bertemu setelah lama berpisah.
Bagas langsung memberi tahu pada petugas hotel begitu Alvaro bicara padanya. Acara ketiga yang ada di area sekitar kolam berenang akan segera di gunakan. Hanya Alea dan Bagas yang tahu jika hari ini Alvaro juga akan melamar Paula.
"Apa ini Al?" tanya Paula saat mereka berjalan banyak cahaya lilin disekitar mereka.
"Apa kamu suka?" tanya Alvaro pada Paula.
Alvaro mengajak Paula duduk di meja yang berhiaskan bunga dengan hidangan yang masih tertutup.
"Kamu menyiapkan tempat ini, Al?" tanya Paula lagi.
Alvaro tersenyum, "Suasana disini lebih nyaman dari pada didalam." ucap Alvaro.
Paula yang tahu Alvaro yang tidak suka acara yang banyak orang didalamnya seperti pernikahan hanya mengangguk.
"Paula, kita memang dipertemukan dalam keadaan tidak baik, tapi semua adalah masa lalu. Seperti yang kamu katakan jika nasi sudah menjadi bubur maka kita buat bubur itu menjadi enak untuk dinikmati."
"Bukan aku tapi Alea yang bicara seperti itu." sahut Paula sebelum Alvaro melanjutkan ucapannya.
"Siapa pun yang mengatakannya aku berterimakasih karena aku mulai memperbaiki rasa bubur itu untuk bisa dinikmati.
Maukah kamu jadi pelengkap rasa agar bubur yang ku buat memiliki rasa yang jauh lebih nikmat dari rasa sebelumnya?" tanya Alvaro.
"Al, apa kamu melamarku?" tanya Paula yang menebak ucapan Alvaro.
"Menurut kamu?" Alvaro balik bertanya.
"Aku tidak yakin." jawab Paula.
"Bagaimana dengan ini?" tanya Alvaro sambil membuka tutup makanan yang ada di meja.
Sepasang cincin di letakkan disebuah piring yang sudah dihias dengan tulisan will you marry me.
__ADS_1
...💔💔💔...
...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...