
Paula mengantarkan Zio pulang ke kediaman Radit, seperti permintaan putranya itu yang takut sang ayah mencari keberadaanya. Sebelum pulang Paula menyempatkan untuk membelikan Zio kebutuhan sekolah, mainan, dan juga pakaian. Belum sampai di kediaman Radit, dia melihat orang-orang berkumpul di pinggir jalan.
"Ada apa Pak?" tanya Paula pada warga yang berdiri tidak jauh dari mobil yang dikendarai sopirnya.
"Ada yang kecelakaan mbak." jawab orang tersebut.
Merasa tidak penting, Paula mengabaikan kecelakaan itu dan meminta sopir meneruskan perjalanan mereka menuju kediaman Radit. Sementara Zio sudah terlelap di pangkuan Paula yang membelai sayang dikepala putranya.
Tiba di kediaman Radit, Paula bertemu dengan asisten rumah tangga yang juga merangkap sebagai pengasuh Zio.
"Radit belum pulang, Mbak?" tanya Paula pada pengasuh Zio itu.
"Pak Radit tadi sudah pulang, seperti biasa bapak akan langsung mencari den Zio." jawab pengasuh Zio itu.
"Sekarang dia dimana?" tanya Paula lagi.
"Tadi bapak sepertinya menghubungi Mbak tapi tidak dijawab, terus bapak pergi lagi mungkin ingin mencari Mbak dan den Zio." jawab pengasuh Zio.
Paula mengeluarkan ponselnya, benar seperti yang pengasuh Zio katakan, banyak panggilan masuk dari Radit yang menghubunginya untuk menanyakan Zio.
Paula mencoba menghubungi Radit untuk memberitahu jika dia sudah mengantarkan Zio pulang. Bukan Radit yang mengangkat panggilannya tapi orang lain yang memberitahu jika Radit saat ini ada di rumah sakit.
Di rumah sakit sudah hampir dua jam, Ratna belum juga sadarkan diri. Setelah dokter melakukan pemeriksaan, ditemukan racun didalam tubuh Ratna. Dokter segera melakukan penanganan untuk mengeluarkan racun yang ada ditubuh ibu satu anak tersebut. Untungnya racun yang masuk hanya sedikit sehingga tidak berdampak buruk pada Ratna. Walaupun begitu Ratna tetap harus mendapatkan perawatan intensif dan istirahat yang cukup.
Disaat Ratna tidak sadarkan diri, Radit yang sedang berjuang berhasil di selamatkan oleh tim dokter yang melakukan operasi untuk mengambil peluru yang masuk di tubuh Radit.
Sekarang Radit sudah selesai menjalani operasi dan dia dipindahkan ke ruang perawatan, sama seperti Ratna, Radit juga harus mendapatkan penanganan lebih lanjut dan istirahat untuk proses pemulihan.
Untuk pelaku yang menabrak dan menembak Radit, saat ini sudah di tahan oleh tim pasukan keamanan Buana. Mereka bergerak cepat, dan langsung mengamankan orang yang melakukan skenario penembakan yang dibuat seperti kecelakaan. Sehingga saat warga membantu, mereka mengira hanya luka karena kecelakaan tidak mengetahui jika ada peluru yang bersarang di tubuh Radit.
Bagas atas izin oma Sundari sudah menempatkan tim keamanan untuk menjaga seluruh anggota keluarga istrinya. Bukan hanya anggota keluarga Alea saja, Bagas juga memberikan pengawalan pada orang-orang yang masih berhubungan dengan istrinya, termasuk Radit salah satunya.
__ADS_1
Mantan suami istrinya itu dia lindungi karena akan menjadi saksi di persidangan Sugeng. Radit menyimpan banyak rahasia tentang Sugeng dan antek-anteknya, dan itu membuat Radit sewaktu-waktu bisa saja terkena bahaya seperti saat ini.
Karena telah mendapat pengamanan dari pasukan tim Buana membuat Radit cepat mendapatkan pertolongan dan dilarikan ke rumah sakit.
Sedangkan Zaki saat ini berada di mobil yang terparkir di halaman rumah sakit bersama dua orang yang dikirim Bagas untuk mengawal mertuanya itu. Mereka sedang melihat video yang dikirimkan oleh pimpinan tim keamanan Buana yang sedang menanyakan siapa otak dari penembakan terhadap Radit.
"Jika ingin bebas, katakan siapa yang memberi perintah untuk melakukan penembakan?" tanya Jack, pimpinan tim keamanan Buana.
Penembak itu masih saja membungkam suaranya, dia masih ragu memihak pada siapa. Jujur atau membahayakan nyawanya sendiri.
"Putri tuan Sugeng." ucap penembak itu setelah dia memikirkannya baik-baik.
Dia orang yang sudah lama bekerja dengan Sugeng, bahkan sering dipercaya oleh ayah dari Ratna itu. Karena itulah saat Hana menghubunginya dan meminta bantuan, dia langsung bersedia membantu.
"Sebutkan namanya" ucap pimpinan tim keamanan Buana tersebut.
"Nona Hana."
"Ternyata mereka masih berhubungan." gumam Zaki yang bisa didengar oleh kedua pengawalnya.
Bukan hanya melakukan penembakan pada Radit, Hana dan Boy juga merencanakan untuk melenyapkan Ratna dengan memberikan racun pada sepupu Alea itu. Bagi Hana hidupnya saat ini hancur karena Radit dan Ratna. Ayah tiri dan ibunya kini sama-sama mendekam di penjara, sehingga Hana merasa hidupnya saat ini terpuruk.
Mendapat izin dari Sugeng, Hana mencari bantuan orang yang bisa diajaknya bekerja sama, dan nama Boy yang melintas di kepalanya. Hana memberitahu mantan suami Ratna itu tentang siapa ayah Dini sebenarnya. Boy yang merasa dibohongi oleh Ratna tentang Dini yang dia kira selama ini adalah putrinya, menerima tawaran Hana untuk membalas dendam pada Radit dan Ratna yang sudah berani bermain dibelakangnya.
Boy tidak berpikir panjang, dia juga tidak menyadari kesalahannya sendiri yang telah menyakiti Ratna. Boy sering bermain dengan banyak wanita yang mengakibatkan Ratna membuat kesalahan dengan tidur bersama Radit.
Ratna membuka mata, orang pertama yang dia lihat adalah Riki. Ratna mengedarkan pandangannya, sekarang dia tahu, dia sedang berada di ruang perawatan rumah sakit tempat Radit operasi.
"Apa yang terjadi Kak?" tanya Ratna pada Riki yang belum menyadari jika dia sudah sadar sambil mencoba bangun untuk duduk.
"Istirahat saja dulu, jangan memaksakan diri." ucap Riki menahan Ratna yang akan bangun.
__ADS_1
Riki segera mendekati adik sepupunya itu untuk memberinya air minum seperti pesan perawat padanya.
"Kamu sudah sadar, Rat. Apa yang kamu rasakan?" ucap dan tanya Zaki yang baru saja masuk dan melihat Ratna sudah membuka matanya. Dia baru kembali dari parkiran lalu mengurus administrasi rumah sakit untuk Ratna dan juga Radit.
"Bagaimana operasi Radit, Om?" bukannya menjawab pertanyaan Zaki, Ratna malah balik bertanya pada adik ayahnya.
"Operasinya berjalan dengan baik dan lancar, Radit juga sudah dipindahkan ke kamar rawat inap." jawab Zaki menjelaskan pada Ratna.
"Sekarang apa yang kamu rasakan?" ulang Zaki lagi pertanyaannya karena belum dijawab oleh Ratna.
"Ratna baik-baik saja Om, hanya merasa pusing sedikit. Hanya sedikit, tidak seperti sebelumnya." jawab Ratna jujur.
"Kamu malam ini istirahat saja disini sampai kamu benar-benar merasa baik dan sehat." ucap Zaki memberitahu Ratna.
"Tapi Om...."
"Besok saja kalau ingin menjenguk Radit. Dini juga baik-baik saja dirumah dengan pengasuhnya." ucap Zaki memotong ucapan Ratna.
"Bukan itu Om, tapi..." Ratna diam sesaat. ragu untuk bertanya tapi dia ingin tahu mengapa kepalanya tiba-tiba pusing dan matanya berkunang-kunang lalu dia tidak sadarkan diri.
"Saya sakit apa?" tanya Ratna.
Riki duduk di dekat Ratna. "Kamu hanya kelelahan tapi harus istirahat yang cukup" jawabnya.
Ratna tahu Riki menyembunyikan sesuatu darinya, tidak mungkin jika hanya kelelahan sampai harus di rawat di rumah sakit.
"Om" panggil Ratna untuk meminta jawaban yang sebenarnya.
"Ada yang ingin mencelakai kamu dan Radit." Zaki yang bicara untuk memberitahu Ratna.
...🍁🍁🍁...
__ADS_1