
"Radit, Paula kita bicarakan masalah kalian di tempat lain." ucap Zaki memberi saran.
Ini kantor, tidak pantas mereka membicarakan masalah pribadi di tempat ini, meskipun saat ini rekan kerja Radit tidak ada di ruangan. Itulah yang dipikirkan Zaki, jangan sampai aib yang pernah mereka lakukan menjadi bahan perbincangan banyak orang.
"Iya Pak." jawab Radit, sementara Paula masih saja diam setelah Radit bertanya padanya tadi.
"Om, ada apa nih?" tanya Ratna begitu melihat Zaki berada di ruang kerja divisinya.
Dia baru saja kembali dari makan siang bersama Leoni sekaligus bertemu wedding organizer yang merupakan kenalan Leoni. Karena untuk mempersiapkan pernikahannya waktunya sangat sempit, maka Ratna meminta bantuan wedding organizer mengurus pernikahannya akhir minggu ini, meskipun hanya akan di hadiri kerabat dan orang-orang terdekat mereka.
"Kebetulan sekali kamu sudah kembali, Rat. Ayo ikut. Sebagai calon istri Radit, kamu harus tahu kesepakatan yang akan mereka buat." ucap Zaki menjawab pertanyaan Ratna.
"Kesepakatan mereka siapa?" tanya Ratna tidak mengerti.
Zaki bergeser, barulah Ratna melihat sosok Paula yang duduk didepan meja kerja Radit. Kini dia tahu mereka yang dimaksud Zaki adalah Paula dan Radit.
"Tunggu." ucap Paula menahan langkah Zaki yang akan menggandeng Ratna untuk keluar dari ruangan itu.
"Bukankah mereka sudah menikah, mengapa calon?" tanya Paula begitu Zaki berbalik melihat padanya.
Zaki melihat pada Radit, mantan suami Alea itu mengangguk pelan membuat Zaki menarik nafas panjang. Dia tidak tahu jika Radit mengaku sudah menikah dengan Ratna.
__ADS_1
"Ayo kita bicarakan di tempat lain." jawab Zaki.
Disebuah restoran yang mempunyai ruangan privasi yang Zaki pilih untuk Radit dan Paula menyelesaikan masalah diantara mereka. Sedangkan dia dan Ratna akan menjadi saksi jika mereka berdua mengadakan kesepakatan.
"Aku minta maaf." ucap Paula yang sudah duduk dihadapan Radit. Sepanjang jalan menuju restoran, Paula menyadari jika semua ini keslahannya.
"Aku juga minta maaf" jawab Radit.
"Ok, kalian sudah sama-sama menyadari kesalahan kalian, sekarang bagaimana dengan Zio? Itu yang penting." ucap dan tanya Zaki.
"Zio harus tahu kebenarannya, beritahu dia kalau kalian berdua adalah ayah dan ibu kandungnya." jawab Ratna.
Jika wanita di hadapannya ini memberitahunya sejak awal tentu dia akan merawat Zio sejak bayi, tapi sayangnya Paula tidak memberitahu dia tentang keberadaan Zio.
"Tolong jangan katakan pada Zio jika aku yang mengirimnya ke panti asuhan. Aku tidak mau Zio membenciku, please." pinta Paula pada Radit, Ratna dan Zaki.
"Aku setuju dengan permintaan Paula." ucap Ratna yang langsung mendapat tatapan dari ketiganya.
"Zio masih kecil, tentu kita harus menjaga kejiwaannya. Belum saatnya dia tahu yang sebenarnya." jawab Ratna lagi menjelaskan maksud ucapannya yang langsung dibenarkan oleh Zaki.
Sementara Paula sedang berdiskusi membahas bagaimana dan alasan apa yang akan mereka sampaikan pada Zio. Helen yang ditinggalkan Paula begitu saja di panti asuhan, saat ini tengah menyaksikan penangkapan Tio dan Tika oleh pihak yang berwajib. Selain pihak kepolisian, Helen juga melihat orang-orang kepercayaan Buana Group berjaga disana.
__ADS_1
Flash back
Begitu keluar dari panti asuhan Helen sudah tidak melihat keberadaan mobil milik Paula. Dia tidak tahu kemana perginya Paula, anak dari kakaknya itu juga tidak menjawab panggilan teleponnya.
Helen melihat kebelakang, bisa saja dia ikut pulang bersama Bagas dan Alea. Tapi untuk kembali masuk ke dalam panti lalu bergabung bersama Bagas dan Alea rasanya tidak mungkin. Hubungannya dengan Bagas menjadi renggang setelah putra suaminya itu bercerai dengan Paula, sementara hubungannya dengan Alea baru saja baik.
Setelah berpikir, Helen akhirnya memutuskan untuk pulang. Dia pun menghentikan sebuah taxi yang kebetulan melintas didepan panti asuhan Permata Bunda. Tadinya dia ingin langsung pulang ke kediaman keluarga Buana, namun baru beberapa menit dia didalam taxi, Helen menerima telepon dari Wika yang memintanya untuk datang kekediaman saudara mertuanya itu sambil menangis. Helen tidak tahu apa yang terjadi, dia meminta sopir mengantarkannya kekediaman Wika.
Tiba di jalan dimana kediaman Tio dan Wika berada, Helen cukup terkejut. Rumah itu dijaga polisi dan Helen tidak mungkin berhenti didepan kediaman itu. Dia pun meminta sopir taxi untuk menghentikan kendaraannya di ujung jalan.
Flash back end.
Tika tampak tenang saat di giring oleh pihak yang berwajib, begitu juga Tio. Hanya Wika yang meraung meminta suami dan anaknya untuk tidak dibawa ke kantor polisi. Tapi tidak ada yang mendengar dan menghiraukannya.
"Awas kau Bagas." ucap Tika sengaja dia meninggikan suaranya agar didengar oleh orang-orang Buana yang ada disana yang ternyata salah satunya sedang terhubung melalui video call dengan petinggi di Buana Group, siapa lagi kalau bukan Bagas dan Haikal.ehingga mereka bisa melihat dan mendengar apa yang sedang terjadi.
Belum hilang kesedihannya harus melihat suami dan putrinya di jemput paksa pihak yang berwajib, Wika kembali menagis. Dia diminta segera meninggalkan kediaman tersebut oleh orang-orang Buana Group, karena rumah itu milik perusahaan Buana Group.
...💔💔💔...
...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...
__ADS_1