Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya

Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya
71. Bukan Yang Istimewah


__ADS_3

Mendengar penjelasan dari omnya, Ratna mencoba mengingat dan menceritakan apa yang terjadi sebelum dia tidak sadarkan diri pada Zaki dan Riki.


Ratna sedang berbincang bersama Ita, uwak dari Radit, keluarga calon suaminya yang paling baik menurut Ratna. Lalu ada seseorang yang memberikan mereka teh hangat. Ratna menerima minuman itu dan dia mengira orang yang memberikan dia dan Ita teh hangat adalah salah satu keluarga Radit, karena dia melihat orang itu sangat menghormati Ita.


Bukan hanya Ratna dan uwaknya Radit yang menerima minuman itu tapi beberapa orang yang ada disana juga menerima minuman teh hangat didalam cup. Baru minum satu teguk, teh hangat tersebut jatuh tersenggol tas bawaan orang yang baru saja lewat didepannya.


"Begitu kejadiannya Om, Kak." ucap Ratna mengakhiri ceritanya.


"Dia menyelamatkan kamu, jika tidak kamu mungkin tidak akan tertolong." ucap Riki yang dibenarkan Zaki dan Ratna.


"Om dan Kakak tahu siapa kira-kira orang yang memberi perintah?" tanya Ratna penasaran.


Radit ditembak dan dibuat seolah-olah kecelakaan, itu berarti ada orang yang ingin Radit tidak selamat. Lalu ada orang yang memberikan dia minuman yang ternyata beracun, ini tidak mungkin suatu kebetulan. Ratna meyakini ada seseorang yang ingin dia dan Radit celaka.


Riki melihat pada Zaki, dia sudah tahu semua kejadian ini perbuatan siapa dari video yang dikirimkan Zaki.


"Jangan terlalu di pikirkan, nanti Om coba cari tahu. Sekarang kamu istirahat saja, tidurlah biar kamu segar besok pagi." ucap Zaki menjawab pertanyaan Ratna. Bukan tidak ingin memberitahu tapi waktunya yang belum tepat. Ratna butuh istirahat yang cukup malam ini untuk memulihkan tenaganya.


Selepas subuh Alea dan Bagas juga Anita sudah bersiap untuk kerumah sakit menjenguk Ratna dan juga membawakan pakaian ganti untuk Riki dan Zaki. Mereka melupakan Leoni yang juga menginap di kediaman Anita, gadis itu bahkan masih nyaman di balik selimutnya tanpa menyadari jika dia ketinggalan informasi terbaru.


Tiba di rumah sakit, Alea dan Anita langsung berjalan menuju kamar rawat inap Ratna, sedangkan Bagas akan menyusul setelah memarkirkan mobil yang dia kendarai.


Dari jauh Alea bisa melihat dua orang yang dia kenal sedang berbincang dan tampak sangat akrab.


"Dia kah yang kamu anggap pantas mendampingi keponakanmu, tante." ucap Alea dalam hati saat dia melihat Kinan dan Paula yang tertawa bersama.

__ADS_1


"Alea." panggil Paula begitu melihat Alea yang sedang berjalan ke arahnya bersama Anita.


"Tante." Alea menyapa Kinan terlebih dulu sebagai orang yang tetap dia hormati, sayangnya Kinan tidak bisa memantas kan diri sebagai orang yang di tua kan dan di hormati oleh Alea. Setelah menyapa Kinan yang hanya diam saja, barulah Alea membalas sapaan Paula.


Anita sama seperti Alea, dia tetap menyapa Kinan walaupun wanita itu tampak tidak suka dengan kehadiran mereka.


"Untuk apa kalian datang menjenguk Radit? Harusnya calon istrinya itu ada disini, malah kalah sama mantan yang pagi-pagi sekali sudah datang." ucap Kinan yang hanya ditanggapi Alea dengan senyuman.


"Maaf Tante, kami memang akan menjenguk Radit tapi nanti setelah kami melihat keadaan Ratna yang juga dirawat disini." jawab Alea.


"Ratna kenapa?" tanya Paula yang memang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Setelah mendengar penjelasan dari orang yang memegang ponsel milik Radit, Paula memutuskan menginap di kediaman Radit untuk menemani Zio. Dan pagi ini, pagi-pagi sekali dia mengajak Zio kerumah sakit untuk menjenguk ayahnya. Paula berharap sikap baiknya membuat Radit memberi kesempatan padanya untuk menjadi ibu yang baik bagi Zio.


"Tadi malam waktu Ratna dan uwak Ita menunggu Radit yang sedang ditangani dokter, Ratna jatuh pingsan. Sepertinya dia kelelahan." jawab Anita.


"Kemarin hari yang berat memang untuk mbak Ratna. Baru sampai rumah dia langsung mendapat kabar dari uwak Ita kalau Radit kecelakaan dan langsung menyusul ke rumah sakit. Dia belum istirahat sama sekali, jadi wajar saja dia kelelahan sampai tidak sadarkan diri." jawab Alea membela Ratna tanpa perlu memberitahu kejadian sebenarnya.


Mereka tidak akan menceritakan kejadian sebenarnya pada orang lain termasuk keluarga Radit. Apa lagi orang seperti Kinan yang tidak begitu suka Radit menikah dengan Ratna.


Kinan yang mendengar jawaban Alea hanya diam, dia juga baru tiba mengantikan Ita dan suaminya yang menjaga Radit sejak tadi malam. Dia juga tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, yang dia tahu Radit kecelakaan dan dirawat di rumah sakit.


"Mbak Paula sendiri, mengapa bisa ada disini, Apa ada saudara yang sakit?" tanya Alea.


"Aku mengantar Zio yang ingin melihat ayahnya." ucap Paula jujur.

__ADS_1


Alea sudah tahu tentang Zio yang ternyata putranya dan Radit adalah mantan kekasihnya sekaligus ayah putranya. Tidak ada yang bisa dia rahasiakan lagi pada Alea yang ternyata mantan istri Radit yang baru juga dia ketahui.


"Sayang, masih disini?" tanya Bagas begitu melihat Alea dan ibu mertuanya bicara dengan Kinan dan Paula.


"Iya Bee, ini bertemu mbak Paula dan tante Kinan yang menyapa, jadi kami ngobrol sebentar." jawab Alea.


Alea tahu Bagas tidak begitu suka dia bertemu Kinan karena tante Radit itu selalu saja bicara ketus dan menghina Alea. Tidak hanya satu kali Bagas mengatakan pada Alea jika dia tidak suka melihat istrinya berbicara pada Kinan, hal yang jarang sekali keluar dari mulut Bagas.


"Ayo kita ketempat Ratna dulu." Anita yang bicara, mengajak putri dan menantunya.


Selain Alea, Anita juga tahu Bagas yang tidak begitu suka pada Kinan. Bukan hanya Bagas, Anita pun sebenarnya juga tidak suka pada adik ibu Radit itu, yang masih saja memandang rendah dia, Alea dan juga pada Ratna.


"Tante, Mbak, Alea tinggal dulu." ucap Alea pamit pada Kinan dan Paula yang hanya mendapat anggukan dari Paula.


Baru dua langkah, Alea menghentikan langkahnya diikuti Bagas dan Anita, karena mendengar ada yang memanggil mereka.


"Mama, Papa, Oma." panggil Zio pada ketiga orang yang dia kenal sebagai orang-orang baik.


"Zio mau lihat ibu." ucap Zio mengatakan keinginannya menatap pada Alea orang yang sudah lama Zio kenal.


"Sini sama Oma." jawab Anita mengulurkan tangannya yang disambut Zio dengan senyum dan anggukan.


Tanpa pamit Pada Paula, Zio berjalan dengan tangannya yang di gandeng Anita. Paula hanya bisa menatap dalam diam pada Zio yang meninggalkannya begitu saja demi untuk melihat Ratna yang dia panggil Ibu. Zio juga memanggil Alea dengan panggilan mama, sama seperti Zio memanggilnya, membuat Paula merasa bukan orang yang istimewa untuk Zio.


"Zio, ini mama yang melahirkan kamu, apa kamu tidak memiliki rasa adanya keterikatan antara kita sedikitpun, Nak. Bisakah mama jadi yang istimewa untukmu, dihati kamu" ucap Paula lirih didalam hati. Menyesal pun tidak berguna, nasi sudah menjadi bubur seperti yang Alea katakan. Sekarang dia harus berusaha membuat bagaimana bubur itu bisa dinikmati dengan rasa yang nikmat, yaitu kembalinya kebahagiaan di hatinya yang telah lama hilang.

__ADS_1


...💔💔💔...


...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...


__ADS_2