Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya

Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya
58. Kabar Bahagia


__ADS_3

Dokter Sam sudah selesai memeriksa Alea, lalu dia melihat pada sepasang suami istri itu bergantian.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Bagas, karena dokter Sam hanya tersenyum tanpa mengucapkan kata-kata.


"Seperti yang saya duga. Tapi lebih baik kalian periksakan pada dokter yang tepat."


Jawaban dokter Sam membuat Alea mengira dirinya mengalami sakit yang cukup serius, penyakit yang tidak bisa ditangani dokter Sam sehingga laki-laki paruh baya itu menyuruh mereka memeriksa kan kembali kedokter yang tepat untuk menangani penyakitnya.


"Saya sakit apa, Dok?" tanya Alea dengan suara yang sedikit bergetar.


"Ibu tidak sakit apa-apa, tapi saya sarankan ibu menemui dokter spesialis."


Dokter Sam pun memberikan rujukan nama dokter yang menurutnya cocok untuk menagani menantu keluarga Buana, apalagi Alea yang mengenakan hijab tentu akan nyaman jika dokternya juga perempuan.


"Saya buatkan janji dengan dokter Mery, kalian bisa menemuinya sore ini." ucap dokter Sam memberi tahu.


"Dokter Mery." gumam Alea yang masih bisa didengar Bagas dan dokter Sam.


"Iya dokter Mery dari keluarga Harley." ucap dokter Sam lagi.


Pantas saja Alea merasa tidak asing dengan nama itu, dia bahkan pernah bertemu dan mengobrol di cafe Zein milik suami dokter cantik itu. Kala itu Alea diajak Nayla bertemu disana membahas proyek resort keluarga Harley yang bekerja sama dengan perusahaan tempatnya dulu bekerja yang ternyata milik keluarga suaminya.


Dokter Mery adalah dokter kandungan, Alea ingin sekali bertanya pada dokter Sam, apakah dia hamil. Tapi pertanyaan itu dia tahan, Alea takut Bagas kecewa jika jawaban dokter Sam tidak seperti yang mereka inginkan.


Sekarang disinilah Alea dan Bagas berada sore ini, di rumah sakit milik keluarga Harley khusus untuk ibu dan anak. Alea melihat beberapa pasang suami istri yang akan memeriksakan kandungan mereka sedang menunggu nama mereka di panggil sesuai nomor urut.


Hampir semuanya memperlihatkan perut buncit mereka, seperti seorang ibu yang kesulitan berjalan sambil mengelus perutnya yang sudah besar, Alea Refleks ikut mengusap perutnya. Hatinya berdoa, semoga yang dia dengar nanti adalah kabar bahagia, bukan kabar duka yang sejak pagi menganggu pikirannya.


Tidak salah jika Alea berpikir ada masalah di rahimnya, karena satu tahun bersama Radit dia tidak juga mendapatkan keturunan, apalagi Radit ternyata tidak bermasalah dalam kesuburannya, buktinya kini mantan suaminya itu telah memiliki dua orang anak sebelum menikah dengannya.


"Kenapa sayang?" tanya Bagas begitu melihat Alea mengusap perutnya.


Kondisi Bagas sudah jauh lebih baik setelah mengkonsumsi obat yang diberikan dokter Sam. Bahkan suami Alea itu bisa makan dengan lahap dan banyak ketika tadi siang.


Alea hanya bisa menggeleng, belum saatnya dia memberi tahu kekhawatirannya yang takut tidak bisa memberikan keturunan pada Bagas. Untung saja namanya dipanggil perawat untuk masuk ke ruangan dokter Meri sehingga Bagas mengurungkan ucapannya yang Alea yakin suaminya itu akan mengajukan pertanyaan lagi.

__ADS_1


"Sore Dokter Mery." sapa Alea yang memang sudah mengenal dokter Mery sebelumnya.


Dokter Mery melihat pada pasien yang menyapanya. "Masya Allah, Alea... kamu Alea, kan. Teman kerja Nayla." ucap dokter Mery begitu melihat Alea.


"Iya Dok, ternyata Dokter masih mengenali saya." ucap Alea sambil memberikan senyum bahagianya, karena orang seperti Mery masih mengingat dirinya yang dulu hanya orang biasa.


"Meskipun kamu sekarang merubah penampilan kamu, Lea. Kamu tambah cantik mengenakan hijab seperti ini." ucap dokter Meri jujur setelah memperhatikan Alea.


"Terimakasih Dok. Dokter juga tambah cantik." puji Alea membalas pujian dokter Mery.


"Mbak Mery atau Mbak Mer, kamu panggil aku seperti biasanya saja Lea." ucap Mery, karena Alea berteman baik dengan Nayla itu berarti Alea juga temannya.


"Baiklah Mbak Mer." jawab Alea dan keduanya pun terkekeh bersama.


Bagas yang sejak tadi hanya menyimak tersenyum senang, ternyata Alea berteman baik dengan anggota keluarga Harley.


"Ayo kita periksa."


Asisten dokter Mery meminta Alea untuk berbaring di tempat tidur yang dipenuhi banyak alat.


Air mata bahagia itu jatuh begitu saja mengalir diwajah cantik Alea, permintaan yang selalu Alea ucapkan dalam doanya kini dikabulkan yang maha kuasa, yang maha memberi segalanya.


"Sayang terimakasih." ucap Bagas begitu dokter Meri selesai memberitahu jika Alea saat ini tengah mengandung buah hati mereka.


Alea menjawab dengan senyum yang langsung dipeluk oleh Bagas. Dokter Meri membiarkan sepasang suami istri itu untuk berbahagia lebih dulu sebelum dia melanjutkan penjelasannya untuk calon orang tua baru itu.


Berita kehamilan Alea dengan cepat menyebar di keluarga Buana. Oma Sundari keesokannya membagikan bonus untuk semua karyawannya sebagai rasa syukur. Bayi yang dikandung Alea adalah cicit pertamanya, tentu saja dia sangat bahagia dengan berita baik ini.


Bukan hanya di Buana Group, berita kehamilan Alea juga tersebar di Global Pratama dan tentunya sampai juga di telinga Radit.


Mendengar kabar kehamilan Alea, Radit hanya bisa diam merenung, tidak dipungkiri ada rasa cemburu yang Radit rasakan mendengar kehamilan mantan istrinya. Mengapa begitu cepatnya mantan istrinya itu mendapatkan keturunan saat bersama laki-lagi lain bukan saat bersama dirinya. Lagi-lagi Radit hanya bisa merutuki kebodohannya dalam penyesalan.


"Berbahagialah Alea, kamu pantas mendapatkannya." ucap Radit dalam hati.


Kehidupan Alea berbanding terbalik dengan dirinya yang kini dalam kesepian, meskipun ada Zio yang menghibur dikala dia sedih, tetap saja dia merasakan ada kekosongan dalam hatinya.

__ADS_1


Radit yang terlihat tampak melamun menjadi perhatian Ratna, dia yakin kehamilan Alea lah yang menganggu pikiran Radit.


"Cintanya pada Alea masih begitu besar." gumam Ratna yang bisa di dengar Zaki yang baru saja akan duduk bersama Ratna untuk menyantap makan siangnya. Mereka saat ini berada di kantin, Zaki pun menuju meja keponakannya yang hanya duduk seorang diri.


"Alea benar, tenyata kamu menyimpan perasaan pada mantan suaminya itu."


Deg.


Ratna menoleh pada Zaki yang duduk disampingnya. "Om." ucap Ratna menutupi keterkejutanya.


"Terimalah dia jika kamu memang menaruh hati padanya, apa lagi sudah ada anak diantara kalian." ucap Zaki memberikan nasehat.


"Om sudah tahu tentang itu?" tanya Ratna menatap lekat wajah Zaki.


"Maaf bukan Om lancang tapi Om harus tahu apa yang terjadi selama Om tidak ada disini. Kamu tahu kan bagaimana Om melindungi kalian keluarga yang Om miliki, orang-orang yang Om sayangi."


Tiba-tiba saja Zaki melambaikan tangannya pada Radit yang sedang melihat kearah mereka.


"Om mau apa memanggil dia?" tanya Ratna.


"Alea sudah bahagia bersama suaminya dan sebentar lagi akan ada anggota keluarga baru yang akan lahir dari rahimnya. Tidak mungkin Radit bisa kembali padanya. Sekarang waktunya kamu menunjukkan padanya jika kamu juga pantas untuk di cintanya."


"Bapak memanggil saya?" tanya Radit dengan sopan. Dia sudah tahu siapa Zaki, karena itu dia segera datang begitu adik mantan mertuanya itu melambaikan tangannya memanggil.


"Kamu tahu saya adalah Om dari Ratna, itu berarti saya wali Ratna saat ini."


"Iya Pak, saya tahu."


"Jika kamu serius, bawa keluargamu untuk melamar Ratna."


Ratna dan Radit sama-sama menatap tidak percaya pada Zaki. Menurut Ratna, Omnya ini telah memutuskan apa yang membuatnya ragu selama ini. Sedangkan menurut Radit, itu berarti Zaki telah memberikan restunya.


...💔💔💔...


...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...

__ADS_1


__ADS_2