Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya

Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya
37. Pesta Pernikahan


__ADS_3

Banyaknya media yang meliput perisitiwa hari itu, hari di mana Anita, ibu dari Alea dan Riki dihadirkan di hadapan semua pemegang saham sebagai pewaris sah dari Global Pratama, membuat kehidupan Alea berubah. Dirinya kini dikenal sebagai putri dari pemilik perusahaan besar dan dinilai pantas menjadi pendamping Bagas, seorang ceo perusahaan besar yang memiliki banyak anak cabang.


Tidak ada lagi cibiran tentang dirinya yang menikahi Bagas karena ingin kaya, meskipun kekayaan milik keluarga Alea tidak sebanding dengan kekayaan yang dimiliki keluarga Bagas, yang lebih dari segalanya.


Hari ini pesta pernikahan mewah digelar di hotel bintang lima milik Buana Group. Oma Sundari turun tangan sendiri mempersiapkan ini semua. Meskipun ini pernikahan kedua bagi Bagas dan Alea, tapi ini adalah pesta pertama bagi keduanya.


Dengan turun tangan langsung, oma Sundari bisa menghalau orang-orang yang ingin membatalkan pernikahan Alea dan Bagas, nenek dari Bagas itu ingin pesta ini menjadi pesta pernikahan yang membuat Bagas bahagia bersama orang yang dicintainya.


"Alea, kamu cantik sekali sayang." ucap Reina begitu dia masuk ke ruang rias tempat Alea sekarang berada.


Berbeda dengan pernikahannya yang pertama yang serba sederhana, kali ini Alea harus menjalani banyak ritual sebelum pernikahan di langsung kan. Termasuk ritual meminta restu pada kedua orang tuanya. Alea meneteskan air mata, di pernikahannya kali ini tidak dihadiri sang ayah. Tapi Alea bersyukur, ada sang bunda yang bisa mengobati kesedihannya dan juga sang kakak yang kali ini bisa menghadiri pernikahannya.


Tegang, itulah yang dirasakan Bagas saat berhadapan dan berjabat tangan dengan Riki. Walau pernah melangsungkan ijab kabul di pernikahan pertamanya, tapi kali ini berbeda, karena dia akan mengucap sumpah pernikahan untuk wanita yang dicintainya.


"Bagaimana mempelai laki-laki sudah siap?" tanya pak penghulu.


"Siap Pak." jawab Bagas meskipun jantungnya berdenyut kencang.


"Saudara wali, apa sudah siap?" tanya pak penghulu pada Riki.


"Siap Pak." jawab Riki cepat. Dia sangat siap untuk hari ini, hari bahagia untuk adiknya tercinta.


"Baik kita mulai." ucap pak penghulu yang diangguki oleh Riki dan Bagas.


"Sah." ucap Deri yang menjadi saksi dari pihak Alea.


"Selamat Lea, sekarang kamu sudah sah jadi istri pak Bagas." ucap Reina memeluk Alea.


"Selamat Lea." Ratna yang juga menemani Alea ikut memberikan selamat.


"Terimakasih Mbak Rei, Mbak Ratna." ucap Alea membalas ucapan selamat dari kedua saudaranya.


"Ayo bersiap keluar." ajak Reina. Dia dan Ratna yang akan mengiringi Alea keluar dari kamar rias pengantin menuju aula tempat Bagas mengucapkan janji pernikahannya.


Bagas terpesona begitu melihat Alea berjalan kearahnya. Istrinya hari ini terlihat sangat cantik, membuat Bagas menatap lekat Alea yang semakin mendekat padanya. Apa lagi dia sangat merindukan Alea, karena satu minggu ini mereka harus menjalani tradisi pingitan sehingga tidak diperbolehkan bertemu dan hanya bertukar kabar melalui pesan singkat.

__ADS_1


"Kamu cantik sekali hari ini sayang." bisik Bagas disela-sela kegiatannya mencium kening Alea untuk pertama kalinya.


Rona merah diwajah Alea karena pujian Bagas membuat Alea semakin terlihat cantik, dan Bagas tidak bisa berhenti mengagumi istrinya.


Tidak hanya Bagas yang terpesona dengan penampilan Alea, Radit juga tidak berpaling menatap Alea yang hari ini sangat cantik menurutnya, bahkan jauh lebih cantik saat wanita itu menikah dengannya. Bersanding dengan Bagas di pelaminan, keduanya tampak sangat serasi. Wajah Alea memancarkan kebahagiaan, jauh lebih bahagia saat bersanding dengannya.


"Menyesal?" seseorang berbicara pada Radit.


"Wak." ucap Radit yang terkejut melihat kehadiran kakak perempuan dari ayahnya.


"Kamu sudah membuang berlian yang sangat berharga Radit."


Radit hanya bisa diam, apa yang diucapkan kakak perempuan ayahnya benar. Dia sudah membuang berlian demi kenikmatan sesaat bersama batu kerikil. Apa yang dia dapatkan sekarang? Menikmati kesendiriannya.


"Kak Riki." suara seorang wanita menghentikan langkah Riki. Dia memalingkan wajahnya melihat kearah suara yang memanggilnya.


"Hai, apa kabar?" sapa wanita yang kini sudah berdiri di hadapannya.


Riki tidak bisa mengenali siapa wanita yang ada di hadapannya ini, meskipun dia berusaha untuk mengingatnya.


"Aku satu-satunya anak perempuan di panti yang selalu menangis jika tidak kebagian es cream yang dibagikan Alea." ucap wanita itu.


"Leoni." ucap Riki.


"Kakak masih ingat namaku." jawab Leoni.


"Tentu saja, kamu satu-satunya anak panti yang alergi makan es cream." jawab Riki. keduanya terkekeh.


"Kamu tumbuh sangat baik." ucap Riki.


"Aku di adopsi oleh keluarga Buana, Kak." ucap Leoni memberi tahu.


Riki tersenyum, tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Leoni, anak perempuan yang selalu mencarinya saat menangis untuk mengadu. Saat itu, mereka masih sama-sama tinggal di panti asuhan.


Sementara di pelaminan, Alea dan Bagas masih terus menerima ucapan selamat dari para tamu undangan.

__ADS_1


"Terimakasih Mas Bro." ucap Alea begitu Lukman yang memberikan selamat bersama istri dan putri kecilnya.


"Selamat Bagas. Akhirnya kamu menikah dengan orang yang kamu cintai." ucap seorang wanita cantik dengan penampilan sangat sempurna memberi selamat pada Bagas sambil memeluk laki-laki itu.


"Terimakasih Paula." jawab Bagas setelah Paula mengurai pelukannya.


Deg. Jantung Alea berdegup kencang saat Bagas menyebut nama Paula. Wanita cantik ini mantan istri Bagas, membuat Alea merasa tidak nyaman. Apa lagi Paula memeluk Bagas di hadapannya. Paula sangat cantik dan sempurna, bagaimana mungkin Bagas tidak mencintainya seperti yang di ceritakan Lisa padanya. Wanita ini begitu sempurna bahkan sangat sempurna dimata Alea, sangat jauh jika disandingkan dengan dirinya.


Bagas yang melihat Alea hanya diam langsung meraih tangan istrinya untuk dia genggam. Bagas ingin Alea tahu, jika Paula adalah masa lalunya dan Alea adalah masa depanya.


"Aku mencintaimu." bisik Bagas yang langsung menyadarkan Alea dari lamunannya.


"Hei, kamu sangat beruntung bisa mendapatkan cinta Bagas. Selamat" ucap Paula sambil memeluk Alea.


"Semoga kalian bahagia." lanjut Paula ucapannya lalu berlalu dari hadapan Alea dan Bagas.


Bagas mengeratkan genggaman tangannya pada Alea, yang hanya dibalas senyuman oleh wanita yang sekarang menjadi istrinya.


"Mengapa tidak memberikan ucapan selamat pada mereka?" tanya Ratna saat Radit akan meninggalkan pesta.


"Aku tidak ingin merusak kebahagian mereka." jawab Radit.


"Benarkah?" tanya Ratna ragu dengan jawaban Radit.


"Maaf, aku tidak menghiraukan peringatan kamu waktu itu." jawab Radit mengalihkan pembicaraan.


Ratna tersenyum, biarpun maksud Radit ingin mengalihkan pembicaraan, bagi Ratna terlihat jelas Radit belum siap melepaskan Alea sepenuhnya.


"Aku harap kamu benar-benar tidak merusak kebahagian Alea dan Bagas. Bukan hanya hari ini saja, tapi untuk seterusnya." Ratna berlalu dari hadapan Radit, membiarkan laki-laki itu berpikir.


Radit menatap punggung Ratna yang menjauh. Sejak mereka sama-sama bekerja di Global Pratama, mereka jadi sering bertemu. Tapi baru kali ini, Ratna membicarakan masalah diluar pekerjaan.


Pesta hari ini sangat melelahkan bagi Alea, berbeda dengan pesta pernikahan pertamanya. Begitu banyak tamu yang diundang oleh oma Sundari. Bukan hanya kalangan atas yang diundang oleh pemilik Buana Group itu untuk menghadiri pesta pernikahan Alea dan Bagas, tapi semua karyawan yang ada di Buana Group dan Global Pratama. Mulai dari kantor pusat hingga cabang dan beserta anak perusahaannya juga di berikan undangan untuk hadir di pesta pernikahan ini.


...💔💔💔...

__ADS_1


...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...


__ADS_2