Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya

Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya
55. Masih Hidup


__ADS_3

"Lea... bangun sayang."


Bagas terus berusaha memanggil Alea yang tidak sadarkan diri untuk segera bangun. Tapi istrinya itu tidak kunjung membuka matanya.


"Maafkan Om, Bagas. Mungkin Alea terlalu shok melihat kehadiran Om." ucap Zaki menyesali kehadirannya yang membuat Alea terkejut dan langsung tidak sadarkan diri.


Wajar bila Alea tidak percaya melihat kehadiran dirinya kembali. Dia sudah lama dinyatakan meninggal dunia akibat sebuah kecelakaan. Tidak ada satupun keluarganya yang tahu, jika sebenarnya dia selamat dari kecelakaan maut tersebut.


"Tidak apa-apa, Om." jawab Bagas sambil terus berusaha memberikan minyak kayu putih di hidung Alea.


"Seharusnya Om tidak usah mengikuti rencana Riki yang ingin memberikan kejutan pada Alea." ucap Zaki lagi.


"Kak Riki memang keterlaluan." umpat Leoni yang juga ada disana, dia membantu Bagas agar Alea cepat sadar kembali.


Suara orang yang berbincang menganggu pendengaran Alea, masih dengan memejamkan matanya, Alea mencoba mengingat kejadian sebelumnya.


Alea terdiam, mata dan pikirannya saling bertentangan satu sama lain. Matanya jelas melihat sosok yang sudah lama hilang dari kehidupannya sementara pikirannya menolak untuk percaya.


"Lea." suara yang sudah lama tidak dia dengar memanggil namanya.


Jantung Alea yang terasa berhenti sejak awal melihat sosok itu mengaburkan pandangan Alea yang menjadi gelap dan tidak tahu apa lagi yang terjadi.


"Bee." panggil Alea begitu dia membuka mata dan baru menyadari jika dia sedang berada di atas pangkuan suaminya.


"Sayang kamu sudah sadar." jawab Bagas sambil tersenyum senang menatap wajah istrinya yang pucat.


"Bee, katakan kalau Alea hanya bermimpi." ucap Alea.


Bagas menggeleng, " Yang kamu lihat itu kenyataan." jawab Bagas.


"Maafkan Om, Lea." ucap Zaki membuat Alea mengalihkan pandangannya pada Zaki.


"Om, Om masih hidup." ucap Alea untuk meyakinkan apa yang dia lihat.


"Iya, Om masih hidup. Om selamat dari kecelakaan itu." jawab Zaki.


Alea berusaha bangun dari pangkuan Bagas, tapi kepalanya masih terasa pusing.


"Tiduran saja tidak apa-apa, jangan memaksakan untuk bangun." ucap Zaki melarang Lea bangun, karena Alea terlihat lemas.


Alea memaksakan diri untuk bangun, "Kenapa Om baru kembali sekarang?" tanya Alea begitu dia duduk dan bersandar di bahu suaminya.


"Om loncat dari mobil saat kecelakaan itu terjadi, karena itu Om selamat meskipun mobil yang Om tumpangi dan penumpang yang lain ikut terbakar." jawab Zaki.


"Menurut warga yang menyelamatkan Om, Om ditemukan tidak sadarkan diri tidak jauh dari lokasi kejadian. Saat Om sadar, Om tidak ingat apa-apa tentang kejadian itu dan juga tidak tahu apa-apa tentang siapa diri Om." Zaki melanjutkan jawabannya untuk menjelaskan pada Alea.


"Om amnesia?" tanya Alea yang langsung mendapat anggukan dari Zaki.


"Om bisa mengingat kembali saat melihat kalian di televisi, saat itu Om tiba-tiba menangis begitu tahu kamu dan Riki menemukan mbak Anita dan kalian mendapatkan kembali apa yang menjadi hak kalian." ucap Zaki menceritakan apa yang membuatnya bisa mengingat kembali.

__ADS_1


"Jadi Om tinggal dimana selama ini?" tanya Alea lagi.


Zaki terkekeh, "Om jadi orang kampung." jawabnya.


"Om tinggal di kampung yang tidak jauh dari lokasi kecelakaan, sekarang Om jadi petani disana." Zaki melanjutkan jawabannya untuk menjelaskan kehidupannya selama dia jauh dari keluarga.


Alea ikut terkekeh, dia senang melihat Zaki yang tampak bahagia dan baik-baik saja.


"Apa Om sudah bertemu ibu?" Alea kembali bertanya.


"Belum, Riki masih mencari waktu yang tepat untuk mempertemukan kami. Dan dia membuat rencana untuk memberikan kejutan pada mu. Maafkan Om, sudah membuat kamu sampai tidak sadarkan diri, Lea." jawab Zaki memberitahu jika ide memberi kejutan pada Alea adalah ide Riki.


"Kak Riki memang sering keterlaluan, dia bahkan sampai sekarang merahasiakan wanita yang akan dilamarnya." jawab Alea dengan sedikit kesal.


"Jadi kamu masih marah karena dia masih merahasiakan masalah itu, sayang." tanya Bagas. Alea menjawab dengan mengangguk.


"Bukan hanya Lea, Leo juga kesal dengan kak Riki, Bang" sahut Leoni yang juga penasaran dengan wanita pilihan Riki.


"Ayo kita rayakan kembalinya Om Zaki dengan makan siang bersama." ajak Bagas yang langsung disetujui oleh Alea.


"Tapi tunggu sebentar Bee." tahan Alea saat Bagas mengajaknya berdiri.


"Lea mau minta Kak Riki tanggung jawab." Alea melanjutkan ucapannya.


Belum juga Bagas memberi persetujuan dengan ide Alea, istrinya itu sudah lebih dulu membuka layar ponselnya dan menghubungi Riki.


"Kak, Kakak tidak akan percaya apa yang bisa Lea lihat sekarang." ucap Alea begitu panggilannya tersambung dengan Riki.


"Maaf Lea lupa, terlalu bersemangat menghubungi Kakak. Waalaikumsalam." jelas dan balas Alea menjawab salam Riki.


"Jadi, apa yang membuat adik kesayangan Kakak begitu bersemangat?"


"Kak tolong katakan, Lea saat ini tidak sedang bermimpi, kan." ucap Alea menjawab pertanyaan Riki.


"Kamu bicara dengan Kakak, mengapa kamu merasa ini mimpi, Lea." Riki menjawab pertanyaan Alea.


"Jadi yang Lea lihat memang arwah Om Zaki, dia tidak mungkin masih hidup kan, Kak. Dia sudah dinyatakan tiada, kan?" ucap dan tanya Alea.


"Lea, siapa yang kamu lihat sebenarnya?" tanya Riki pura-pura tidak tahu.


Tentu saja Riki tahu kalau hari ini Zaki akan mengunjungi Buana Group untuk memberikan kejutan pada adiknya.


"Arwah om Zaki." jawab Alea.


"Arwah?" tanya Riki tidak percaya dengan jawaban Alea.


"Kak sepertinya om Zaki belum di kuburkan dengan layak sehingga dia menapakkan dirinya pada Alea." Alea melanjutkan ucapannya sambil menahan tawa.


Bagas dan Zaki hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan Alea yang berbalik mengerjai Riki.

__ADS_1


"Lea, kamu melihat Om dimana?" tanya Riki.


"Di Buana Group, dia melihat Lea dan wajahnya menunjukkan kesedihan."


"Dia tidak menyapamu?" tanya Riki lagi.


"Dia hanya melihat Lea dari jauh." jawab Alea.


"Lea dengarkan Kakak, itu bukan arwah om Zaki. Tapi benar-benar om Zaki. Dia masih hidup." Riki mencoba menjelaskan.


"Tidak mungkin, kalau itu benar mengapa om tidak menghampiri dan menyapa Lea." Alea membantah penjelasan Riki.


"Om sebenarnya selamat dari kecelakaan itu. Kakak yang memintanya datang ke Buana Group untuk menemui kamu." Riki kembali mencoba menjelaskan pada Alea.


"Dan rencana kamu membuat Alea tidak sadarkan diri, Ki." ucap Zaki mengakhiri sandiwara Alea.


"Apa?" tanya Riki tidak percaya.


"Kakak tega buat Alea pingsan." teriak Alea kesal.


"Maaf." ucap Riki, dia tidak mengira jika Alea akan sampai tidak sadarkan diri melihat kehadiran Zaki, pasalnya adiknya itu wanita yang kuat.


"Lea akan maafkan, tapi Kakak harus traktir Lea makan di restoran yang paling mahal di Jakarta." ucap Alea memberikan syarat pada Riki.


"Siapa takut." balas Riki menyanggupi syarat yang diajukan Alea.


"Bukan hanya Lea, Kak Bagas dan om Zaki juga." ucap Alea lagi memberitahu.


"Leo juga." Leoni yang masih ada disana ikut bersuara.


"Alea, suamimu lebih kaya dari pada Kakak untuk urusan traktir mentraktir." jawab Riki lagi yang mendapat kekehan dari semua orang yang mendengarnya.


"Ki, kami akan makan di Pondok Sedap kalau kamu ingin bergabung." ucap Bagas memberi tahu Riki.


Mereka tiba di Pondok Sedap bersamaan dengan Riki yang juga baru tiba. Leoni menatap tidak percaya, saat Alea memesan banyak makanan untuk dirinya sendiri.


"Kamu yakin bisa menghabiskan semua makanan itu?" tanya Leoni untuk mengingatkan Alea.


"Aku ingin mencoba semuanya, apa tidak boleh?" jawab dan tanya Alea.


"Bukan tidak boleh, tapi sayang kalau tidak habis Lea." Riki yang bicara untuk mengingatkan adiknya.


"Ada kalian yang bantu menghabiskan, iya kan Bee." jawab Alea sambil meminta pembelaan pada Bagas.


"Pesan saja apa yang kamu mau." jawab Bagas, meskipun dia merasa heran pada istrinya yang sejak kemarin selalu meminta banyak menu untuk dia santap.


"Terimakasih Bee." balas Alea tersenyum senang yang juga di balas senyum oleh Bagas.


...💔💔💔...

__ADS_1


...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...


__ADS_2