Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya

Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya
76. Bertemu Oma Sundari


__ADS_3

Tiba di kediaman utama keluarga Buana Group, Alea dan Bagas langsung disambut oleh oma Sundari.


"Ini dia yang Oma tunggu-tunggu sejak tadi." ucap oma Sundari melihat kedatangan Alea dan Bagas.


Bagas melepaskan genggamannya pada Alea dan langsung memeluk oma Sundari. Diikuti Alea yang mencium punggung tangan nenek dari suaminya lalu memeluk wanita yang tidak lagi muda itu.


"Ada acara apa Oma mengundang kami semua?" tanya Bagas.


"Oma ingin membicarakan pernikahan Lisa." jawab oma Sundari.


Alea tidak terkejut dengan pemberitahuan oma Sundari, dia memang sangat jarang bertemu dengan Lisa adik iparnya, tapi komunikasi mereka tidak pernah terputus. Lisa sering menghubungi Alea meskipun hanya sekedar bertanya kabar, begitupun sebaliknya.


Lisa sempat mengenalkan Damar kekasihnya pada Alea dan Bagas, mereka makan malam bersama waktu itu. Lisa juga meminta pendapat Bagas tentang calon adik ipar suaminya itu. Sejauh ini Alea dan Bagas menilai Damar pria yang baik, tidak ada masalah bagi mereka jika Lisa memutuskan untuk menerima lamaran Damar seperti yang Lisa ceritakan kemarin pada Alea.


"Oma juga ingin membicarakan acara tujuh bulanan anak kalian" ucap oma sundari melanjutkan ucapannya.


"Itu masih lama Oma." jawab Bagas ucapan oma Sundari.


"Kalian menikah sudah lebih dari empat bu..." Oma Sundari menghentikan ucapannya sambil berpikir.


"Oma salah, maksud Oma acara empat bulanan anak kalian." ralat oma Sundari begitu menyadari dia salah bicara yang membuat Bagas menggelengkan kepala.


Alea ikut makan malam bersama keluarga besar Bagas. Berbeda dengan kelurga besar Alea yang penuh kehangatan, keluarga Bagas lebih banyak membicarakan keberhasilan mereka untuk para pria, sedangkan parawa wanita menceritakan kegiatan mereka yang berbelanja barang-barang bermerk yang tentu saja dengan harga yang tidak murah.


"Pusing mendengar pembicaraan mereka." ucap Leoni begitu duduk didekat Alea yang baru saja ditinggalkan Bagas karena di panggil Haikal.


Alea hanya tersenyum menanggapi komentar Leoni. Meskipun sudah diadopsi keluarga Buana, bukan berarti Leoni terpengaruh dengan gaya hidup mereka.


"Simak saja dan jawab seperlunya." ucap Alea memberi saran.


"Kapan kamu akan membawa Galang bertemu mereka?" tanya Alea pada Leoni.


Belum sempat Leoni menjawab, Alea kembali bersuara. " Jangan katakan kalau kamu masih ragu." ucap Alea lagi.


"Aku memang ragu. Dia itu jelas-jelas hanya untuk pamer didepan Paula kalau sudah memiliki calon istri. Aku sendiri tidak tahu hubungan seperti apa yang pernah mereka miliki." jawab Leoni.


"Tanyakan." ucap Alea.


"Tanyakan pada Galang ada hubungan apa antara dia dan Paula dimasa lalu agar kamu bisa melangkah maju Leo. Lihatlah satu persatu orang yang kamu kenal menikah, apa kamu akan selamanya jomblo. Bukankah Galang yang kamu tunggu selama ini?" ucap Alea penjelasannya agar Leoni mengambil sikap.


"Aku tunggu kabar baiknya." ucap Alea lagi.

__ADS_1


Alea berdiri meninggalkan Leoni, dia berjalan mendekati Lisa yang juga sendiri karena Damar sedang diajak bicara oleh Haikal dan Bagas.


"Jangan melamun." ucap Alea menegur Lisa.


"Aku tidak melamun Mbak, tapi takut papa sama kak Bagas menyusahkan Damar." jawab Lisa.


"Biar saja, apa yang dilakukan papa sama kakak kamu itu untuk menguji Damar, patah semangat tidak kalau di persulit untuk mendapatkan putri kerajaan." jawab Alea membuat Lisa tertawa.


"Mbak Lea menganggap aku putri raja, kalau begitu Mbak Lea menantu raja Haikal yang terhormat." sahut Lisa ucapan Alea.


"Nah gitu, kalau tertawa kan putri raja terlihat lebih cantik. Mau jadi calon pengantin harus ceria." ucap Alea.


"Mbak punya suami itu enak nggak sih?" tanya Lisa.


"Nanti juga kamu bisa tahu sendiri." jawab Alea.


Mbak Lea pelit, bagi ilmunya dong. Mbak Lea kan sudah punya pengalaman menikah dua kali pasti lebih faham."


"Lisa." panggil Bagas begitu mendengar ucapan Lisa. Bagas tidak suka jika ada yang mengungkit-ungkit Alea yang menikah dua kali.


"Eh Kakak sudah selesai menginterogasi Damar, dia dimana?" jawab dan tanya Lisa yang tidak mengerti teguran Bagas.


"Kakak tidak tahu." jawab Bagas.


"Kalian tidak menginap saja malam ini." ucap oma Sundari yang kecewa saat Bagas dan Alea pamit.


Bukan tidak ingin menginap, tapi Bagas menghindari tatapan Alvaro sepupunya pada Alea yang sejak tadi mengganggunya. Alea dan Alvaro memang baru bertemu kali ini karena sepupu Bagas itu tinggal di Inggris. Selama Alvaro di Indonesia, sepupunya itu juga menginap di kediaman utama Buana. Bagas tidak maka membiasakan Alvaro bertemu Alea lebih lama lagi.


"Lain kali kami akan menginap Oma." jawab Bagas.


"Baik, nanti acara empat bulanan kalian harus menginap." jawab oma Sundari.


Alea yang tidak mengerti mengapa mereka tidak menginap bertanya pada Bagas.


"Kenapa kita tidak menginap saja Bee." tanya Alea.


"Sayang, kamu kan tahu sejak dulu suamimu ini tidak begitu suka pulang ke kediaman utama." jawab Bagas memberi alasan.


Alea tidak bertanya lebih lanjut, karena apa yang diucapkan Bagas benar adanya. Bahkan Bagas lebih memilih tinggal sendiri saat masih menjadi pimpinan di kantor lama mereka.


Mengabaikan masalah menginap kini Alea tiba-tiba saja menginginkan jajanan pinggir jalan.

__ADS_1


"Bee, berhenti didepan ya." ucap Alea memberitahu Bagas.


"Mau apa sayang?" tanya Bagas.


"Didepan banyak pedagang jajanan kaki lima, kita mampir. Lea mau nyari sekoteng." jawab Alea.


Bagas melihat jam yang tertera di dashboard mobilnya, dia menepikan kendaraannya tidak jauh dari pusat jajanan kaki lima yang dimaksud Alea setelah melihat jam masih menunjukkan pukul delapan malam lewat tiga puluh lima menit. Mereka turun dan langsung mencari sekoteng minuman khas Jawa Tengah yang diinginkan Alea.


"Pak pesan dua." ucap Bagas begitu mereka duduk dibangku yang disiapkan oleh penjual sekoteng.


Sambil menunggu penjual skuteng menyiapkan minuman untuk mereka, Alea melihat Reina dan Deri yang sibuk menyuapi Rio dan Ria.


"Bee ada si kembar." ucap Alea menunjuk pada Rio dan Ria.


"Lea kesana sebentar Bee." ucap Alea langsung berdiri.


"Jangan lama-lama." jawab Bagas.


Alea menyapa kedua keponakannya yang langsung teriak kesenangan, sementara Bagas hanya melihatnya dari jauh.


"Mas ganteng sendirian aja nih, mau ditemani nggak?" tanya seseorang yang membuat Bagas merinding karena yang menyapanya wanita jadi-jadian.


"Pak pesan saya dan istri saya tolong diantarkan di meja sana ya pak." ucap Bagas sambil menunjuk dimana Alea berada.


"Iya pak." jawab penjual sekoteng tersebut sambil tertawa. Dia tahu mengapa Bagas memilih pergi.


"Gara-gara kamu pelanggan saya hilang." tegur penjual sekoteng tersebut agar si mbak jadi-jadian itu pergi dari tempatnya berjualan.


"Kenapa Bee?" tanya Alea melihat Bagas yang menyusulnya.


"Nggak enak duduk sendiri." jawab Bagas sambil menerima Ria yang minta dipangku olehnya.


"Mas... kenapa kabur?" tanya si mbak jadi-jadian itu dengan manja, sepertinya dia masih gigih untuk mengejar Bagas.


Alea dan Reina menahan tawa saat tahu Bagas menghindari mbak jadi-jadian tersebut.


"Sis tolong pergi dari sini ya, disini ada anak-anak." ucap Deri mengusir si mbak tersebut secara halus.


"Aduh si emasnya sudah punya buntut." ucap si mbak tersebut sambil berlalu meninggalkan mereka.


...💔💔💔...

__ADS_1


...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...


__ADS_2