
Alea tersenyum senang, karena Bagas tidak lupa kebiasaan dia saat bekerja yang butuh privasi dan tidak ingin diganggu. Awalnya Alea tidak setuju dan ingin protes dengan keputusan Bagas yang menjadikan ruang kerja mereka menjadi satu, untung saja dia belum melayangkan protesnya. Bagas ternyata menyiapkan ruangan sendiri untuk Alea, dimana tempatnya tepat berada disebelah ruangan pimpinan perusahaan. Dua tahun mengenal Alea ditempat kerja tentu saja Bagas tahu kebiasaan istrinya dan apa saja yang membuat wanita yang dicintainya itu nyaman dalam bekerja.
Alea melihat sekeliling ruangan barunya, "Lumayan." ucapnya menilai ruang kerjanya.
Ruangan yang di siapkan Bagas untuknya memang tidak sebesar ruangannya yang lama, tapi itu bukan masalah untuk Alea. Dia hanya butuh tempat privasi agar bisa tenang dan nyaman dalam bekerja.
Namun sepertinya keinginan Alea itu tidak sepenuhnya bisa terwujud. Antara ruangan Alea dan Bagas hanya terhalang dinding kaca yang tembus pandang, sehingga mereka tetap bisa saling melihat dan memandang satu sama lain.
Bagas memang memisahkan ruangannya dengan ruangan Alea, tapi dia juga tetap ingin bisa melihat langsung keadaan istrinya. Kejadian dua hari yang lalu membuat Bagas semakin posesif untuk menjaga keselamatan istrinya.
Jika Alea merasa terganggu dengan dinding kaca yang memisahkan ruangan mereka, tapi tidak bagi Bagas. Suami Alea itu bahkan tersenyum senang, biarpun mereka tidak satu ruangan, tapi dia tetap bisa selalu melihat istrinya.
Alea tahu Bagas sejak tadi terus melihat ke arahnya, dan itu cukup menganggu baginya. Alea merasa Bagas seperti cctv yang terus memantaunya dua puluh empat jam, seperti orang yang tidak memiliki pekerjaan.
"Apa dia tidak punya pekerjaan." gumam Alea yang terdengar oleh Leoni yang sedang menghadap Alea untuk meminta tandatangan bosnya itu.
"Siapa yang tidak punya pekerjaan?" tanya Leoni.
"Bos besar." jawab Alea membuat Leoni segera memalingkan wajahnya kearah Bagas.
"Jangan dilihat." ucap Alea menahan Leoni untuk tidak melihat kearah Bagas. Sayangnya Alea terlambat dan Leoni sudah melihat Bagas yang langsung berpura-pura membaca berkasnya. Leoni tertawa, menertawakan Bagas yang seperti anak ABG yang baru jatuh cinta, padahal Alea sudah jadi istrinya.
"Kalau dirumah dia gimana?" tanya Leoni penasaran ingin tahu kelakuan abangnya itu saat berada di rumah.
"Ih... kepo." jawab Alea sambil terkekeh membuat Leoni mengkrucutkan bibirnya.
"Di rumah oma, Abang itu pendiam. Kalau tidak ada yang penting dia tidak mau bicara, orangnya juga cuek, kaku dan dingin. Sama kamu gimana, romantis nggak?" tanya Leoni setelah menjabarkan sifat-sifat Bagas.
Sebelum mengenal Bagas dengan baik, Alea juga berpikir seperti yang Leoni katakan. Tapi semakin mereka dekat, semakin Alea tahu bagaimana sikap Bagas pada orang-orang yang disayanginya."
"Bukan hanya romantis tapi dia juga ganas klo dirumah, apa lagi...."
"Ha!" ucap Leoni terkejut memotong jawaban Alea yang belum selesai begitu mendengar kata ganas.
"Ganas gimana?" tanya Leoni lagi.
__ADS_1
"Dia Ganas kalau dirumah, apa lagi dikamar dan hanya berdua." Alea melanjutkan jawabannya yang terpotong oleh Leoni sampai selesai.
"Alea!" teriak Leoni setelah dia tahu maksud ucapan Alea.
Alea tertawa, dia lupa kalau saat ini dia bicara dengan gadis perawan. Candaanya terlalu dewasa untuk Leoni meskipun usia mereka sebenarnya tidak jauh berbeda.
"Gue balik kemeja."
"Tunggu." ucap Alea menahan Leoni.
Sebenarnya sejak tadi ada yang ingin Alea tanyakan pada sekretarisnya ini, tapi mereka malah membahas sifat suaminya.
"Ada apa?"
"Kamu tahu apa yang terjadi dengan Tika?"
Alea baru tahu ternyata kejadian dua hari yang lalu menjadi viral di media sosial. Sejak kemarin dia memang tidak membuka media sosialnya dan hanya melakukan panggilan telepon pada Anita dan Riki, apa lagi kalau bukan memaksa kakaknya untuk bicara tentang wanita yang akan di lamarnya.
Bagas juga tidak bicara apa-apa tentang masalah Tika yang sekarang membuat Alea bertanya-tanya. Tidak hanya Bagas yang diam, Reina yang biasanya suka bergosip juga tidak menghubunginya membahas Tika.
"Aku kasihan, terlalu banyak netizen yang menghujat dia." jawab Alea jujur.
"Para netizen itu membela kamu Alea, tapi kamu malah kasihan sama dia." ucap Leoni menanggapi jawaban Alea.
"Tapi memang kasihan sih, dan itu karena obsesinya untuk bisa jadi istri abang sangat besar." ucap Leoni lagi membenarkan ucapan Alea sekaligus memberi tahu sahabatnya itu.
"Abang tidak memberi tahu kamu kenapa Tika tidak jadi sekretaris abang lagi?"
Alea menggeleng menjawab pertanyaan Leoni. Entah suaminya memang ingin menyembunyikan sesuatu atau belum ada kesempatan untuk membicarakannya.
Sementara itu orang yang dibicarakan Alea dan Leoni tengah berada di sebuah kamar khusus, untuk mendapatkan penaganan khusus. Orang tuanya kembali menitipkan Tika pada psikiater untuk kembali melakukan pengobatan dan terapi pada Tika seperti saran oma Sundari.
Tika pernah menjalani perawatan yang sama, setelah dia bertengkar hebat dengan Paula yang berstatus istri Bagas. Sejak kecil memendam rasa pada pria yang di cintaiya membuat Tika sering membayangkan dan menghayal dia satu-satunya kekasih Bagas yang akan dinikahi pria itu. Hal itu sering, bahkan terlalu sering dia lakukan, sehingga terkadang sulit baginya membedakan antara dunia hayalannya dengan dunia nyata.
Sikap Bagas yang biasa dan cuek memicu Tika menjadi agresif. Bukan mendapat perhatian lebih, Bagas menganggap Tika orang yang menyebalkan. Tapi Tika tidak pernah peduli dengan sikap dingin dan acuh tak acuh Bagas, yang ada dalam pikirannya Bagas sayang dan mencintainya.
__ADS_1
Terlalu sering terbuai dengan dunia hayalannya membuat Tika merasa seakan-akan itu nyata. Dia tidak terima ada wanita lain di sekitar Bagas, dia tidak bisa mendengar kata jika Bagas mencintai wanita lain. Hal itu sedikit mengganggu jiwa dan pikiran Tika, hal itu juga membuat dia menyerang Paula yang menjadi istri Bagas saat itu.
Satu tahun menjalani pengobatan dan terapi Tika dinyatakan sembuh, diapun bisa meyelesaikan pendidikannya dengan baik. Berkat kecerdasannya, oma Sundari mempercayakan Tika sebagai sekretaris Haikal.
Takut Tika mengganggu pesta pernikahan Bagas dengan Alea, oma Sundari sengaja memberikan tiket liburan keluar negeri pada Tika agar wanita itu tidak menganggu saat pesta berlangsung. Oma Sundari takut Tika kembali seperti dulu meskipun dokter menyatakan dia baik dan tetap rutin memberikan obat.
Siapa sangka ketakutan oma Sundari benar, penyakit yang dulu di alami Tika kini kembali lagi. Yang ada dalam pikiran Tika, dia ingin terus menyakiti Alea yang telah merebut Bagas darinya.
Alea tidak percaya setelah mendengar cerita Leoni tentang Tika yang terlalu terobsesi pada Bagas. Dia semakin merasa bersalah karena telah memancing kemarahan Tika.
"Saat itu, aku menjawab dengan mengatakan berencana untuk membawa dia pada psikiater karena terlalu halu." ucap Alea memberi tahu Leoni.
"Aku sungguh tidak tahu kalau ternyata..." Alea menggelengkan kepalanya, "Psikiater itu kata yang menakutkan untuk Tika." ucap Alea melanjutkan kata-katanya.
"Bukan salah lo, Lea." ucap Leoni.
Alea mengangguk setuju, jika Tika tidak berlebihan Alea juga tidak akan berucap asal.
"Sudah kita akhiri saja pembahasan kita. Lanjutkan pekerjaan kamu, lihat pak bos mengawasi kita sejak tadi." ucap Alea memberitahu Leoni sambil menyerahkan berkas yang baru saja dia tandatangani.
"Kamu bisa serahkan ke pak bos sekarang. Tapi jangan katakan apapun tentang pembahasan ini." ucap Alea lagi.
"Tenang ante, kita kan plend." jawab Leoni menirukan ucapan Rio dan Ria.
Alea kembali terkekeh mendengar jawaban Leoni hingga sang sekretaris hilang di balik pintu.
Alea melihat kearah Bagas dan tersenyum pada suaminya yang juga tersenyum padanya. Pandangan mereka bertemu dan pancaran cinta terlihat jelas dari keduanya.
"Tidak salah jika banyak wanita yang menyukai kamu, Bee. Kamu begitu sempurna dan layak untuk di perjuangkan, tapi perjuangan mereka akan sia-sia. Karena aku tahu, akulah pemilik hatimu." ucap Alea dalam hati berharap Bagas mendengar melalu tatapan mata mereka yang tidak juga berpaling.
Kehadiran tamu yang masuk keruangan Bagas memutus kontak mata keduanya. Alea bisa melihat dengan jelas, Leoni mengatarkan seorang tamu pria. Saat tamu itu melihat ke kaca di mana ruangan Alea berada, wajahnya terlihat jelas oleh Alea.
Deg. Jantung Alea terasa berhenti saat mengenali tamu suaminya. Pria itu sekilas tersenyum pada Alea yang masih terdiam tidak percaya.
...💔💔💔...
__ADS_1
...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...