Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya

Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya
59. Lamaran


__ADS_3

Mendapat lampu hijau dari Zaki serta Ratna yang juga mengangguk setuju dengan permintaan ucapan sang om, Radit akhirnya hari ini membawa keluarga dari kedua orang tuanya untuk melamar Ratna. Ada wak Ita, kakak dari ayah Radit beserta keluarganya dan juga Kinta, adik dari ibunya yang hadir bersama suaminya.


Sebagai saudara sepupu Ratna, Alea ikut hadir di temani Bagas pada acara lamaran hari ini. Ratna juga meminta Alea untuk membantunya menyiapkan keperluan untuk menyambut tamu mereka hari ini. Alea tidak keberatan, kehamilannya tidak menghalangi aktivitasnya apa lagi dia juga dibantu Anita dan Reina.


Bagas sebagai suami siaga terus memantau istrinya dari kejauhan untuk tidak melakukan kegiatan yang berat. Untungnya ada ibu mertuanya yang juga selalu mengingatkan Alea untuk selalu hati-hati dan tidak boleh kelelahan.


"Lea, biar ini ibu dan Rei yang mengerjakannya, kamu temani saja suamimu." ucap Anita memberi perintah pada putrinya.


"Inikan tidak berat, Bu." tolak Alea.


"Sudah sana, suami kamu sendirian temani dulu. Om kamu juga kenapa belum datang ya?"


"Kena macet kali tante." sahut Reina.


"Deri sama Riki juga kenapa belum balik lagi."


Alea dan Reina hanya menggelengkan kepala, sejak tadi Anita terlihat tidak tenang tenang.


"Ibu jangan panik gitu, masih banyak waktu. Tamunya datang masih satu jam lagi." ucap Alea mencoba untuk menenangkan Anita.


Alea berjalan mendekati Bagas dan duduk disamping suaminya yang langsung disambut senyuman oleh Bagas.


"Capek sayang?" tanya Bagas sambil mengusap sayang punggung istrinya.


Alea menggeleng, ini buka pekerjaan berat. Dia hanya membantu menata makanan yang akan dihidangkan untuk tamu, karena semua makanan dia pesan di rumah makan dan toko kue langganannya.


"Lea malah senang hari ini, Bee." jawab Alea.


Dia ikut senang Ratna akhirnya bersama Radit, dan berharap Ratna bahagia bersama ayah dari Zio dan Dini itu. Mantan suaminya dia lihat sudah banyak berubah, terlebih lagi sejak Radit tahu telah memiliki anak.


Rasa marah dan benci serta keinginan Alea untuk balas dendam pun hilang sudah, Alea bahkan bersyukur dengan semua yang terjadi. Apa yang dilakukan Radit dimasa lalu memang menyakitkan, tapi semua itu Alea anggap sebagai jalan dia menggapai kebahagiaan yang kini tengah dia rasakan. Bersama orang yang ada disampingnya saat ini.


"Om Zaki luar biasa." ucap Alea begitu melihat Zaki sudah tiba di kediaman Ratna.

__ADS_1


"Maksud kamu apa, Lea?" tanya Ratna yang mendengar ucapan Alea.


Alea melihat Ratna yang sudah berganti pakaian, dia


"Kamu itu terlalu lama menimang dan mengambil keputusan Mbak. Jika bukan Om Zaki yang bicara langsung pada ayah Dini, acara hari ini entah kapan akan terwujud." jawab Alea sambil melihat Ratna yang terlihat sangat cantik hari ini.


Tidak ada yang tahu jika Alea yang meminta Zaki untuk membantu Ratna mengambil keputusan tentang hubungan sepupunya itu dengan Radit.


Saat itu Zaki berkunjung di kediaman Alea dan Bagas, Alea yang mengundang Zaki untuk makan malam di kediamannya. Banyak hal yang dibicarakan dua orang yang berstatus om dan keponakan itu. Salah satu pembahasan mereka adalah Ratna.


"Kamu yakin Ratna mencintai mantan suami kamu?" tanya Zaki setelah Alea menceritakan hubungan antara Ratna dan Radit yang masih mengantung karena Ratna yang masih berpikir.


"Lea yakin Om." jawab Alea tanpa ragu.


Alea bisa melihat cara Ratna memandang Radit, mantan suaminya itu memang memiliki wajah yang membuat wanita mudah jatuh cinta padanya. Sayangnya Radit menyalahgunakan ketampanannya untuk bermain-main dengan kaum hawa.


"Bagaimana dengan mantan suami kamu, apa dia juga mencintai Ratna?" tanya Zaki lagi.


"Mungkin belum, tapi sudah ada tanda-tandanya. Lea hanya ingin Ratna bahagia Om. Mas Radit Lea lihat sudah banyak berubah, coba Om nasehati mbak Ratna" jawab dan pinta Alea pada Zaki.


"Sayang, tamunya sudah datang." ucap Bagas memberitahu Alea sambil menunjuk Radit yang turun dari kendaraannya.


Sudah ada Zaki dan Anita menggantikan orang tua Ratna yang menyambut Radit dan keluarganya.


"Mama Lea."


Suara Zio yang memanggil Alea menjadi perhatian. Radit yang tidak memberitahu hubungan calon istri dan mantan istrinya adalah saudara sepupu pada keluarganya, membuat mereka terkejut saat melihat ada Alea yang sekarang memeluk Zio yang memanggil sambil berlari mendekati Alea.


"Hai Zio, apa kabar sayang?" tanya Alea pada Zio setelah dia mengurai pelukannya dengan Zio.


"Ma, ayah bilang Mama mau punya adek bayi." bukannya menjawab Zio malah membahas yang lain.


"Iya sayang. Zio bantu Mama doain dedeknya sehat didalam perut Mama." jawab dan pinta Alea yang langsung di doakan oleh Zio.

__ADS_1


"Terimakasih doanya sayang." ucap Alea sambil mengusap kepala Zio.


"Wak Ita, apa kabar?" sapa Alea meraih punggung tangan wanita paruh baya itu begitu dia mendekati wanita yang juga Alea anggap seperti seorang ibu.


"Lea benarkah ini kamu, sayang?" tanya wak Ita tidak percaya.


"Iya Wak." jawab Alea sambil terkekeh.


"Wak kenalkan ini ibu Anita, ibu kandung Lea." ucap Alea mengenalkan Anita pads wak Ita.


"Senang bisa bertemu dengan Ibu, terimakasih sudah sangat baik dan sayang pada Alea." ucap Anita sambil menjabat tangan wak Ita.


"Alea itu sudah saya anggap putri sendiri, Bu. Saya ikut senang tenyata Alea bisa bertemu kembali dengan Ibu." jawab wak Ita.


Berbeda dengan wak Ita, Kinta tante dari Radit tetap saja memasang aura permusuhan dengan mantan istri keponakannya. Alea tidak peduli, dia tetap menyapa Kinta dengan ramah meskipun mendapat pertanyaan dan ucapan yang tidak menyenangkan.


"Untuk apa kamu ikut hadir disini? Mau pamer sama kami kalau kamu sudah dapat suami kaya." tanya dan tuduh Kinta begitu Alea menyapanya.


"Ma..." suami Kinta menegur istrinya yang sejak dulu tidak pernah suka dengan Alea. Entah apa penyebabnya dia juga tidak tahu.


"Tidak apa-apa Om." ucap Alea saat melihat om dari Radit itu akan memarahi istrinya.


"Ada masalah apa dia sama kamu sebenarnya?" Riki yang ikut berdiri dekat Alea yang bertanya pada adiknya itu.


"Nggak tahu Kak, udah biarin aja." jawab Alea sambil mendorong Riki untuk masuk ke dalam rumah.


Keputusan sudah di ambil Radit dan Ratna akan menikah satu minggu yang akan datang. Tidak banyak yang perlu disiapkan, Ratna dan Radit sepakat hanya akan mengadakan ijab kabul yang di hadiri orang-orang terdekat mereka saja tanpa pesta.


Keluarga hanya mengikuti kemauan keduanya saja. Ada pesta maupun tidak bukanlah masalah, yang penting mereka sah sebagai suami istri. Mereka pun menyantap makanan yang sudah disiapkan sambil berbincang. Keluarga Radit akhirnya tahu Ratna dan Alea adalah saudara sepupu. Kinta tidak banyak bicara setelah tahu hubungan Ratna dan Alea, dia menatap tidak suka pada kemesraan Alea dan Bagas.


"Ratna, kamu tidak bisa menikah dengan Radit."


Suara seorang wanita tiba-tiba saja memecah kedamaian kedua keluarga yang sedang berbincang. Seketika mereka diam dan serentak menoleh pada sumber suara.

__ADS_1


...💔💔💔...


...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...


__ADS_2