Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya

Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya
49. Sekretaris Halu


__ADS_3

Setelah pertemuan mereka dengan pimpinan Andromega, Bagas dan Alea kembali ke perusahaan. Selama perjalanan mereka hanya diam, tidak ada lagi pembahasan tentang pertukaran sekretaris setelah Bagas menjawab dengan gelengan kepala atas ide yang Alea utarakan.


Alea juga tidak ingin memperpanjang masalah ini, banyak cara untuk menjauhkan Bagas dari wanita seperti Tika. Apalagi suaminya tidak menunjukkan ketertarikannya. Jadi, mengapa Alea harus meragukan cinta Bagas?


Tiba di perusahaan Bagas kembali mengantarkan Alea sampai ke ruangan istrinya.


"Jam pulang kerja tunggu saja disini, Kakak yang akan menjemput kamu." ucap Bagas yang dijawab dengan anggukan setuju oleh Alea.


Bagas tidak akan membiarkan Alea sering berhadapan dengan Tika, karena itu Bagas yang akan menghampiri Alea nanti diwaktu mereka pulang kerja.


Kedekatannya dengan Tika dimasa lalu sering membuat Tika tidak menghormatinya sebagai atasan, terlebih lagi Tika merasa tidak punya batasan dengannya, dengan sesuka hatinya melakukan apa yang ingin dia lakukan. Sayangnya Bagas tidak bisa memarahinya, karena Tika salah satu cucu kesayangan oma Sundari. Gadis itu sejak kecil sangat pandai merebut hati omanya, bahkan Lisa sang adik sering mengeluh melihat oma mereka lebih sayang pada Tika dari pada dirinya.


Hanya papa Haikal orang yang tidak bisa Tika lawan selain oma Sundari, karena itulah Haikal akan meminta Tika kembali menjadi sekretarisnya. Haikal cukup tahu tentang Tika yang menyukai Bagas sejak dulu, Haikal juga tahu putranya tidak bisa membalas cinta Tika karena sejak dulu Bagas sudah jatuh cinta pada Alea.


"Apa Tika melakukan sesuatu padamu?" tanya Leoni begitu melihat Bagas hilang di balik pintu.


"Memangnya kenapa? Kak Bagas juga bertanya seperti itu padaku." tanya dan jelas Alea.


"Abang tidak cerita apa-apa sama kamu?" Bukan menjawab Leoni kembali bertanya. Alea menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Leoni.


"Memangnya ada apa?" tanya Alea penasaran.


Leoni yang sejak kecil di adopsi keluarga Buana tentu banyak tahu tentang apa saja yang terjadi di keluarga itu. Diapun menceritakan pada Alea tetang pertengkaran yang terjadi antara Tika dan Paula yang mempermalukan keluarga Buana.


"Oh begitu ceritanya." ucap Alea dengan santai, dia tidak terkejut dengan cerita Leoni. Melihat sikap Tika yang suka memprovokasi, tidak salah jika Paula terpancing emosinya. Tapi itu tidak akan berlaku pada Alea yang punya ketenangan dalam menghadapi musuh.


"Pantas saja abangmu memeriksa aku secara menyeluruh tadi." adu Alea.


"Dia sayang dan cinta sama kamu, Lea. Karena itu abang tidak ingin kamu terluka oleh wanita seperti Tika." ucap Leoni.


Alea tersenyum, tidak ada yang perlu dia ragukan lagi tentang ketulusan cinta Bagas padanya. Kini Alea tahu mengapa Bagas tidak mengijinkan Tika menjadi sekretarisnya, tentu saja karena Bagas tidak ingin Alea bertengkar dengan Tika seperti yang terjadi pada Paula. Bagas menjaganya tanpa perlu Alea tahu.

__ADS_1


"Leoni, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Alea.


David masih bersama Bagas dan Alvin membahas pekerjaan yang harusnya dihadiri Alea, tapi Alea meminta asistennya itu untuk mengantikannya. Ada pekerjaan lain yang harus dia selesaikan dan tidak bisa dia wakil kan pada David ataupun Leoni. Tidak adanya David, membuat Alea sedikit leluasa bicara masalah pribadi dengan Leoni, teman lamanya ini.


Leoni yang sudah kembali berkutat dengan komputernya melihat ke arah Alea. "Bertanya tentang apa?" tanyanya.


"Tentang kak Riki." ucap Alea tanpa basa basi.


"Tentang dia akan melamar seseorang?" tanya Leoni lagi menebak apa yang akan ditanyakan Alea yang langsung mengiyakan pertanyaan Leoni.


"Aku juga tidak tahu." jawab Leoni.


"Kakak sempat meminta pendapatku, apa yang harus dia lakukan pada wanita yang membuatnya jatuh cinta." lanjut Leoni ucapannya.


"Aku katakan pada kak Riki, jika yakin, mengapa kakak tidak lamar saja." ucap Leoni lagi.


"Jadi bukan kamu." ucap Alea.


"Aku dan kamu dimata kak Riki itu sama, Lea. Kita ini adiknya. Bedanya kamu ada hubungan darah dengannya, sedangkan aku hubungan sepersusuan denganya. Aku sama seperti kamu sama-sama mahromnya, tidak bisa menikah denganya." jelas Leoni.


Alea tidak pernah tahu masalah itu, Riki memang diculik saat masih bayi oleh pamannya dan ditemukan ayahnya saat Riki delapan tahun yang akhirnya di adopsi ayahnya hanya untuk menutupi kebenarannya dari sang paman jika Riki adalah anak kandung ayahnya.


"Jadi siapa menurut kamu?" tanya Alea lagi yang dijawab Leoni dengan mengangkat bahunya.


Seperti janjinya, Bagas menjemput Alea di ruanganya saat pulang. Keduanya melangkah keluar ruangan diikuti Leoni, David dan juga Alvin di belakangnya.


Mereka bertemu dengan Tika yang hanya menyapa Bagas dan mengabaikan Alea saat masuk kedalam lift. Mengabaikan sikap Tika padanya, Alea melingkarkan tangannya di lengan Bagas. Keluar dari lift Alea hendak melepaskan rangkulan tangannya namun di tahan Bagas membuat Tika membuang muka melihat kemesraan keduanya yang saling menatap mesrah.


"Ada apa sayang?" tanya Bagas melihat Alea menghela nafas kasar begitu mereka berada didalam mobil.


"Tidak apa-apa, ayo pulang Bee" jawab Alea. Untuk apa dia mempermasalahkan sikap Tika, jika jelas-jelas suaminya tidak memberikan perhatian pada wanita itu.

__ADS_1


"Bagas itu selalu bersikap baik kepadaku, dia itu sayang dan cinta sama aku." Kata-kata yang tadi diucapkan Tika di toilet menurut Alea hanyalah halu dari sekretaris suaminya. Jadi, untuk apa Alea mempermasalahkannya.


Bagas menggenggam erat tangan istrinya, mengangkatnya lalu mengecupnya. Dia tahu Alea tidak suka dengan sikap Tika yang mencari-cari perhatiannya dan mengabaikan keberadaan Alea. Tapi Bagas juga ingin Alea tahu, jika dia selalu mengabaikan Tika. Bukan saat ini saja, tapi sejak dia jatuh cinta pada Alea untuk pertama kalinya.


"Mengapa kita kearah Global Pratama, Bee?" tanya Alea begitu menyadari pak Toni melajukan kendaraan mereka bukan ke jalan menuju kediaman mereka.


"Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu." ucap Bagas sambil memberikan ponsel Alea yang tertinggal di mobil dan dibawa Alvin ke ruangannya.


"Mas Radit?" ucap Alea.


flash back


Ada pesan masuk di ponsel milik Alea yang diletakkan Alvin di meja kerja Bagas. Melihat nama pengirimnya, Bagas membuka dan langsung membaca pesan itu tanpa ada niatan untuk membalas. Saat itu Bagas, Alvin dan David sedang membahas kerjasama perusahaan mereka dengan Andromega, sehingga Bagas hanya berniat membacanya saja.


Sejak kejadian di Paris, dimana Bagas mengaku membuka ponsel Alea tanpa izin istrinya, akhirnya Alea dan Bagas menyamakan kata sandi ponsel mereka. Keduanya membuat kesepakatan untuk tidak ada rahasia diantara mereka dan mengijinkan pasangan membuka ponsel mereka tanpa ijin.


Satu pesan masuk lagi setelah beberapa saat dari orang yang sama. Setelah membaca Bagas membalas pesan tersebut.


Di Global Pratama, Radit sedang memperhatikan Ratna. Dia dalam dilema, memilih antara dua yang memiliki kedudukan yang sama untuk dia pilih. Setelah Radit mengajak Ratna menikah, Paula menghubunginya dan mengungkit cinta masa lalu mereka. Kini Radit tidak tahu harus memilih yang mana, karena keduanya sama-sama memiliki anak darinya.


"Alea." nama itu yang terlintas dalam benak Radit. Satu-satunya orang yang bisa dia ajak bicara dan menceritakan masalah yang kini dia hadapi.


Radit : [Lea bisakah kita bertemu?] Radit mengirim pesan pada Alea.


Lama Radit menunggu pesan itu hanya di baca tapi tidak di balas oleh Alea.


Radit : [Aku ingin mengembalikan kunci rumah dan ingin sedikit berbagi cerita.] Radit kembali mengirim pesan pada Alea tentang maksud dan tujuannya bertemu dengan Alea.


Alea : [Baiklah sore sepulang kerja di cafe Brown.] Bagas yang membalas pesan itu tanpa Radit tahu.


...💔💔💔...

__ADS_1


...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...


__ADS_2