Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya

Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya
85. Ditemukan


__ADS_3

Adam dan Zaki dibantu orang-orang kepercayaan Buana Group , Global Pratama dan Henry company bisa menemukan tempat persembunyian Sugeng.


Zaki dan Adam langsung masuk kedalam rumah dimana Sugeng berada, tidak ada penjagaan seperti yang mereka perkirakan. Sugeng bahkan tampak tenang dan santai melihat kedatangan Zaki, dia bahkan tersenyum seperti memang sedang menunggu kedatangan adiknya itu.


"Ternyata cepat juga kamu menemukan tempat ini." ucap Sugeng menyapa kedatangan Zaki.


"Mengapa kamu senang sekali membuat masalah dan menyulitkan dirimu sendiri, Mas?" tanya Zaki menjawab sapaan Sugeng.


"Aku hanya ingin diperhatikan oleh keluargaku, dengan begini kalian masih mengingat ada aku saudara tertua kamu, ayah dari Ratna serta paman dari kedua keponakanku yang sekarang sudah memiliki ayah baru." jawab Sugeng sambil melihat pada Adam, sementara yang dilihat hanya diam saja.


Adam tidak akan ikut bicara, dia cukup mendengarkan sambil mengawasi pergerakan Sugeng takut laki-laki yang sudah lanjut usia itu melakukan sesuatu yang membahayakan Zaki. Adam tidak sendiri, dia bersama beberapa orang kepercayaanya yang ikut masuk ke dalam rumah tempat persembunyian Sugeng untuk berjaga-jaga.


"Aku kesepian Zak, dulu istri dan anak tiriku sering berkunjung melihatku. Meski mereka datang dengan maksud dan tujuan lain tapi setidaknya masih ada yang mau menganggap diriku ada. Lalu kamu dan yang lain memasukkan mereka kedalam penjara, tidak ada orang yang peduli lagi denganku." ucap Sugeng lagi.


"Bagaimana denganku yang harus hilang ingatan tentang siapa diriku, apa Mas pikir aku tidak kesepian?" tanya Zaki.


"Maaf untuk masalah itu." ucap Sugeng memalingkan wajahnya dari Zaki.


Permintaan maaf Sugeng membuat Zaki cukup terkejut, tapi dia tidak ingin Sugeng tahu. Zaki merasa aneh mendengar kata maaf keluar dari mulut kakaknya, kata yang tidak pernah dia ucapkan sejak kecil seperti ajaran ayah mereka.


"Aku ingin bertemu Ratna dan cucuku, anak itu tidak pernah menjengukku bahkan dia menikah lagi pun tidak memberitahu dan meminta restu dariku." ucap Sugeng dengan wajah yang menunjukkan kekecewaan.


Zaki tidak bisa percaya begitu saja pada ucapan Sugeng dan juga permintaan maaf kakanya itu. Selama hidupnya, Sugeng selalu berbohong dan memanipulasi keadaan. Mengapa baru sekarang dia peduli dengan Ratna dan Dini.


"Aku juga ingin bertemu Anita dan anak-anaknya." lanjut Sugeng ucapannya, matanya kembali melihat pada Adam yang juga melihat padanya karena menyebut nama istri dan anak-anaknya.


"Jangan menambah masalah baru lagi. Mereka sudah bahagia, keluarga yang dulu Mas pisahkan kini sudah kembali berkumpul bersama." jawab Zaki atas permintaan Sugeng.


"Karena itulah banyak hal yang harus aku sampaikan pada mereka dan juga padamu." jawab Sugeng.


Sementara itu, di hotel tempat pesta Riki dan Sandra berlangsung para tamu satu persatu meninggalkan tempat pesta berlangsung. Riki dan Sandra sudah meninggalkan pelaminan menuju kamar mereka. Begitu juga Bagas dan Alea yang langsung kembali kekamar hotel untuk istirahat.


"Kiya sudah tidur sayang?" tanya Bagas begitu dia membuka pintu dan melihat Alea sedang menatap putri mereka.


"Sudah. Dimana ibu, Bee?" tanya Alea.

__ADS_1


"Ada didepan, sedang menerima panggilan dari daddy." jawab Bagas sambil berjalan mendekati Alea.


Bagas memeluk Alea dari belakang, istrinya itu bicara dengannya tapi mata Alea tidak mau berpaling sedikitpun dari Adzkiya untuk melihat padanya.


"Apa yang kamu pikirkan hemm?" tanya Bagas yang tahu kebiasaan Alea setelah satu tahun hidup bersama.


"Semua orang tua ingin anak dan keluarganya bahagia, tapi Lea tidak mengerti dengan jalan pikiran paman." ucap Alea menjawab pertanyaan Bagas.


"Kamu memikirkan Ratna?" tanya Bagas yang mendapat anggukan dari Alea.


"Dia memiliki ayah, tapi tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah." jawab Alea sambil berbalik menghadap Bagas.


"Lea membenci paman, Ratna juga sama, dia membenci ayahnya. Tapi sebenci apapun kami padanya, tidak akan bisa merubah keadaan.


Semoga kaburnya paman dari tahanan bukan untuk menambah masalah. Lea berharap paman kabur untuk datang menemui Lea, ibu, kak Riki dan Ratna juga om Zaki, untuk meminta maaf pada kami."


"Kamu akan memaafkannya?" tanya Bagas ingin tahu.


"Jika itu bisa membuatnya menjadi baik dan benar-benar menyesali perbuatannya mengapa tidak." jawab Alea.


"Tapi bukan berarti Lea membenarkan dia yang melarikan diri, paman tetap harus bertanggungjawab dengan kesalahan yang pernah dia lakukan." ucap Alea melanjutkan jawabannya.


"Ayo temui ibu." ucap Bagas sambil mencuri cium di bibir istrinya, dia selalu kagum dengan Alea yang selalu bisa memafkan kesalahan orang-orang yang pernah melukai dan menyulitkan hidupnya.


Alea membalas ciuman Bagas dengan senyuman, senyum tulus untuk suami yang mencintainya dengan tulus. Bagas tidak pernah menuntut apapun dari Alea, bahkan Bagas selalu mendukung apapun yang Alea lakukan.


Sepasang suami istri itu keluar kamar, "Kak, kalian disini? Mengapa tidak istirahat saja? Kalian pasti lelah." tanya Alea begitu melihat ada Riki dan Sandra duduk bersama Anita.


"Daddy meminta Kakak menemani Ibu." jawab Riki.


"Apa yang daddy bicarakan dengan Ibu?" tanya Bagas yang ingat Adam tadi menghubungi Anita.


"Mereka sudah bertemu paman kalian." jawab Anita.


"Syukurlah, sekarang mereka ada dimana?" tanya Alea.

__ADS_1


"Ibu tidak tahu, tapi daddy kalian meminta kita berkumpul dan menunggunya." jawab Anita.


"Karena itu Kak Riki dan Mbak Sandra ada disini?" tanya Alea lagi.


"Iya." jawab Riki singkat.


Ada perasaan kesal karena pamannya membuat masalah di hari pernikahannya, harusnya dia bisa beristirahat dengan tenang dan menghabiskan waktu bersama Sandra sebagai pengantin baru.


"Ya sudah, kita tunggu saja." ucap Alea.


Sebenarnya Alea sudah mengantuk, bahkan dia yang bersandar dibahu Bagas sesekali memejamkan matanya.


"Tidur saja di kamar sayang." ucap Bagas berbisik pada Alea yang tahu istrinya itu pasti lelah, apa lagi kemarin mereka juga kurang tidur karena olahraga malam.


"Disini saja." jawab Alea lalu merebahkan kepalanya di pangkuan Bagas.


"Tidur dikamar saja Lea." ucap Anita yang kasihan dengan putrinya.


"Sandra kamu juga pasti lelah, tidur saja dikamar." ucap Anita pada menantunya yang pasti lelah.


Kamar hotel yang dipilih Alea dan Bagas tipe apartement untuk keluarga. Ada living room, pantry dan dua kamar tidur didalamnya. Membawa putrinya menginap, Alea butuh tempat yang luas dan nyaman untuk Adzkiya.


Sama seperti Alea, Sandra memilih untuk tetap duduk diluar bersama yang lain. Harusnya malam ini menjadi malam pertama untuknya dan Riki, tapi masalah keluarga suaminya membuat Sandra harus menundanya.


"Kita tidak bisa hanya menunggu seperti ini." ucap Riki.


"Sabar Nak. Paman kalian bukan orang yang mudah diajak bicara, Zaki dan daddy kalian mungkin sedang kesulitan menghadapinya.


Suara bel berbunyi begitu Anita selesai bicara, Riki segera bangun dari duduknya untuk membukakan pintu. Bagas membangunkan Alea agar mengenakan hijabnya.


"Apa daddy sudah pulang?" tanya Alea.


"Ada yang menekan bel, tidak tahu siapa tamunya." jawab Bagas sambil membantu Alea mengenakan hijab nya.


"Paman." ucap Alea pelan begitu melihat siapa yang datang.

__ADS_1


...💔💔💔...


...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...


__ADS_2