Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya

Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya
60. Permintaan Yang Aneh.


__ADS_3

"Ratna kamu tidak bisa menikah dengan Radit. Papa kamu tidak merestui kamu menikah dengan dia." ucap Wulan mami dari Hana yang juga merupakan ibu tiri Ratna.


Zaki berdiri mendekati Wulan. "Papa Ratna atau anda yang tidak merestui pernikahan ini?" tanyanya.


"Diam kamu, memangnya kamu siapa berani-beraninya ikut campur dengan masalah keluarga kami. Saya ini bicara dengan Ratna sebagai ibunya, bukan sama kamu yang orang asing." jawab Wulan yang tidak mengenali Zaki sebagai adik dari suaminya.


"Ratna, siapa yang orang asing disini, saya atau dia?" tanya Zaki pada Ratna yang menjawab dengan menunjuk Wulan yang menurut Ratna bukan anggota keluarganya.


"Aku ibu kamu Ratna, orang yang lebih berhak atas hidup kamu setelah papa kamu di penjara." jawab Wulan tidak terima di tolak oleh putri suaminya.


"IBU TIRI!" ucap Ratna yang bicara dengan penuh penekanan. Dia tidak peduli dengan penilaian keluarga Radit tentang dirinya yang tidak sopan, karena dia benar-benar membenci wanita yang menyebabkan kematian ibunya.


"Anda dengar ucapan Ratna bukan? Ibu tiri, hanya ibu tiri bukan berarti anda memiliki hak untuk mengatur hidupnya." ucap Zaki yang juga sangat membenci wanita di hadapannya ini.


"Kamu... ingat saya akan buat perhitungan sama kamu." ancam Wulan sambil menunjuk wajah Zaki.


"Saya tidak takut, karena sebentar lagi saya akan mengirim kamu ke tempat dimana suamimu berada kakak ipar."


"Kakak ipar? Kamu... tidak mungkin." ucap Wulan tidak percaya jika laki-laki yang berdiri di hadapannya ini adalah adik iparnya yang dia singkirkan dengan membakar mobil yang di tumpangi Zaki.


Tidak lama polisi yang sudah bersiap diluar sejak tadi, masuk untuk menangkap Wulan dan membawa ibu kandung Hana itu ke kantor polisi. Dia sudah masuk kedalam daftar pencarian orang oleh pihak yang berwajib, bersamaan saat Sugeng ditahan.


Zaki mendatangi kantor polisi untuk melaporkan peristiwa kecelakaan yang menimpa dirinya adalah pembunuhan berencana. Siapa sangka di kantor polisi, Zaki bertemu sahabat masa kecilnya yang sekarang menjadi seorang polisi. Sungguh kebetulan sekali ternyata sahabatnya itu yang menangani kasus yang melibatkan Sugeng kakaknya dan Wulan sebagai otak pembunuhan berencana terhadap ibu kandung Ratna dan juga dirinya.


Saat Sugeng ditangkap, Wulan bisa melarikan diri bersama Hana. Ibu dan anak itu berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, Boy salah satu orang yang mereka manfaatkan untuk membiayai kehidupan mereka, karena uang yang mereka miliki sudah dibekukan oleh Anita dan Riki.


Melihat Radit yang kembali sukses, Wulan meminta Hana mencoba kembali mendekati Radit setelah Boy mengalami kebangkrutan. Sayangnya laki-laki yang pernah selingkuh dengannya itu lebih memilih Ratna dari pada dirinya.


Zaki diam-diam mencari keberadaan ibu dan anak itu serta memanfaatkan acara lamaran Ratna untuk memancing Wulan keluar dari persembunyiannya. Zaki pun memberitahu sahabatnya tentang acara yang akan diadakan di kediaman keponakannya yang kemungkinan akan di hadiri Wulan sebagai tamu tak diundang.


Keputusan Zaki kembali ke kota selain ingin membantu Riki dan Anita di Global Pratama, dia juga ingin istri muda kakak tertuanya itu menerima hukuman atas perbuatannya.


Zaki menempatkan orang untuk selalu memantau Wulan, dari orang bayarannya itu juga Zaki tahu kalau Wulan akan datang untuk membatalkan acara lamaran Radit pada Ratna. Apa lagi kalau bukan harta yang menjadi alasannya, wanita itu ingin menguasai harta yang dimiliki Ratna saat ini, karena itu Wulan ingin menggagalkan pernikahan Radit dan Ratna dengan mengatas namakan suaminya.


"Zaki kamu..." ucap Wulan saat dia di giring keluar rumah oleh polisi.

__ADS_1


Zaki hanya tersenyum sambil merangkul Ratna. "Tidak usah takut lagi." ucap Zaki pada Ratna.


Alea yang sudah tahu akan berakhir seperti ini hanya diam dan melihat saja sambil merangkul erat tangan suaminya. Sementara Riki merangkul Anita, ibunya pasti menyimpan trauma bertemu Wulan. Karena dia adalah saksi perbuatan Wulan dan Sugeng saat menghabisi nyawa ibu kandung Ratna.


"Maaf." ucap Zaki pada calon besannya.


Kekacauan hari ini tidak berpengaruh pada rencana pernikahan Radit dan Ratna. Apalagi sekarang Wulan sudah ditangan yang tepat, yaitu pihak yang berwajib. Tentunya dia akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.


Sementara itu disebuah rumah mewah, tepatnya di kamar khusus yang tak kala mewahnya, penghunimya sedang mengamuk dengan menghancurkan semua benda yang berada di dekatnya.


Dia adalah Tika. Kabar kehamilah Alea baru saja sampai di telinganya membuat kondisi jiwanya yang kemarin mulai stabil kini kembali bergejolak.


Melihat putrinya seperti itu, ibu mana yang tidak sedih. Karena itu, pagi ini dia mendatangi kediaman Bagas dan Alea dimana penghuninya masih menikmati sarapan yang berakhir dengan Bagas yang berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya yang baru saja masuk.


"Bu, ada tamu." ucap Wati asisten rumah tangga yang ditugaskan Alea untuk meringankan pekerjaan bu Tuti memberi tahu.


"Pagi-pagi begini, siapa?" ucap dan tanya Alea yang tidak biasa menerima tamu sepagi ini.


"Katanya masih kerabat bapak. Ada hal penting yang mau dia bicarakan." jawab Wati sambil menjelaskan.


"Sekarang tamunya dimana?"


"Sebentar, saya tanya suami saya dulu."


Belum sempat Alea masuk ke kamarnya untuk melihat keadaan Bagas yang hari ini kembali mual dan muntah seperti wanita hamil, Alea mendengar orang memanggil Bagas sambil berteriak.


"Tamunya ternyata sudah masuk Bu." ucap Wati yang juga terkejut mendengar teriakan yang sangat kuat.


"Ada apa sayang?" tanya Bagas dari dalam kamar.


Alea yang mendengar pertanyaan Bagas segera masuk untuk melihat keadaan suaminya.


"Bagaimana keadaan kamu, Bee?" tanya Alea sambil memindai suaminya.


"BAGAS."

__ADS_1


Tamu itu kembali memanggil Bagas sambil berteriak.


"Tante Wika." ucap Bagas.


"Dia siapa? Sepertinya dia sangat marah Bee, sampai-sampai harus berteriak memanggil namamu."


Jika Wika yang datang, sudah dapat Bagas tebak apa yang akan dibicarakan kerabat oma Sundari itu.


"Tante Wika, ibunya Tika." jawab Bagas.


Setelah memastikan suaminya baik-baik saja, barulah Alea mengizinkan Bagas untuk menemui tamunya. Betapa terkejutnya Alea saat tamunya bicara dan meminta sesuatu yang tidak mungkin Bagas penuhi.


"Maaf tante, saya tidak mungkin dan tidak bisa mengabulkan permintaan tante. Saya sudah memilik istri, tidak mungkin saya menikahi Tika." jawab Bagas setelah panjang lebar Wika menjelaskan keadaan Tika saat ini.


"Apa lagi kami sedang berbahagia menyambut buah hati kami" Bagas melanjutkan ucapannya.


"Jadikan Tika istri keduamu. Sekali ini saja kamu bahagia kan dia." pinta Wika sambil memohon pada Bagas.


Bagas dan Alea menggelengkan kepala bersamaan, kembali Wika meminta permintaan yang tidak bisa mereka penuhi.


"Permintaan yang aneh." gumam Alea bicara dalam hati.


"Tante coba fokuslah pada penyembuhan Tika. Bukan meminta saya untuk menikahinya, apa lagi menjadikannya istri kedua." jawab Bagas yang menolak permintaan yang aneh itu.


"Kalau begitu, satu hari saja kamu berpura-puralah menjadi suaminya." pinta Wika yang langsung kembali di tolak Bagas.


"Saya akan bantu tante dengan mengirim Tika berobat keluar negeri." ucap Bagas.


"Tante tidak butuh bantuan seperti itu, kamu pikir tante ini miskin sampai harus kamu yang membiayai pengobatan Tika. Tante hanya minta kamu menikahi Tika dan buat dia bahagia. Jika kamu tidak bisa jangan harap kamu juga bisa bahagia bersama istrimu."


Wika pergi dari kediaman Bagas dan Alea setelah mengancam sepasang suami istri itu.


"Tidak usah dipikirkan kata-katanya, dia hanya terbawa emosi." ucap Bagas yang mencoba menenangkan Alea.


"Lea tidak apa-apa Bee, hanya tidak percaya saja ada ibu yang ingin membuat hidup putrinya semakin hancur dengan permintaannya yang aneh itu." ucap Alea.

__ADS_1


...💔💔💔...


...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...


__ADS_2