Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya

Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya
39. Pertemuan Tidak Sengaja


__ADS_3

"Mama Lea."


Mendengar namanya di panggil Alea langsung berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya.


"Zio." panggil Alea cukup terkejut melihat kehadiran Zio di tempat seperti ini, tempat yang tidak mungkin Zio kunjungi.


"Kamu sama siapa, sayang." tanya Alea sambil mencari orang yang mungkin dia kenal yang datang bersama Zio, tapi dia tidak menemukan keberadaan orang dewasa bersama Zio.


Pagi ini Alea sedang sarapan bersama Bagas di cafe yang tidak jauh dari hotel tempat mereka menginap. Alea yang mengajak Bagas untuk sarapan di luar hotel, selain bosan dengan makanan hotel, dia juga ingin mencari udara segar, karena dari mulai sebelum akad nikah hingga pesta dia terkurung di hotel.


"Sama ayah." jawab Zio.


"Ayah" beo Alea lalu tersenyum.


"Syukurlah kamu sudah ada yang mengadopsi Zio." bathin Alea yang senang jika memang Zio sudah ada yang mengadopsi.


"Dimana ayah kamu?" tanya Alea lagi karena dia tidak menemukan sosok ayah yang di ucapkan Zio.


"Ayah sedang kesana." tunjuk Zio lorong yang bertuliskan toilet.


"Ya sudah duduk sini sama mama dan, ini papa Bagas." ucap Alea memperkenalkan Bagas pada Zio.


"Halo Zio." sapa Bagas pada anak kecil itu.


Bagas memperhatikan Zio, entah mengapa melihat Zio, dia mengingat wajah seseorang yang dia kenal. "Mungkinkah?" gumam Bagas bertanya dalam hatinya.


"Bee, Zio dulu tinggal di panti asuhan yang sering Lea kunjungi." ucap Alea mencoba menjelaskan pada Bagas.


"Panti asuhan mana?" tanya Bagas.


"Permata Bunda, tidak jauh dari rumah ayah. Sesekali kamu ikut Lea saat berkunjung kesana ya, Bee." jawab dan ajak Alea.


Bagas tersenyum sambil mengangguk setuju dengan ajakan istrinya. Namun senyum itu memudar saat mengenali seseorang yang jalan mendekat kearah mereka. Meskipun Alea sudah menjadi istrinya saat ini, tetap saja ada rasa tidak nyaman yang Bagas rasakan saat Alea harus bertemu Radit di hadapannya.


"Ayah." panggil Zio pada Radit yang mendekat.


"Ayah. Mas Radit?" ucap Alea membantin di dalam hatinya saat tahu siapa orang yang mengadopsi Zio.


"Maaf kalau Zio mengangu waktu kalian." ucap Radit.


"Kamu mengadopsi Zio, Mas? Sejak kapan?" tanya Alea beruntun pada Radit.


Radit hanya tersenyum menjawab pertanyaan Alea. "Ayo sayang, Ayah sudah selesai." ajak Radit pada Zio untuk pergi dari tempat itu.


"Zio masih mau sama mama." tolak Zio ajakan Radit.


"Zio, Ayah harus kerja." ucap Radit memberikan alasan.


"Baiklah Ayah." jawab Zio setelah mendengar penjelasan Radit.


"Mama Lea, Zio pulang dulu." pamit Zio pada Alea.

__ADS_1


"Iya sayang, sampai ketemu lagi." jawab Alea sambil mengecup kening Zio.


"Papa, Zio pulang." ucap Zio yang juga pamit pada Bagas.


"Iya, kapan-kapan kita bertemu lagi." jawab Bagas mengelus kepala Zio.


"Saya permisi." ucap Radit pada Alea dan Bagas lalu berlalu dari hadapan Alea dan Bagas setelah keduanya bersamaan mengangguk.


Alea dan Bagas melanjutkan sarapan mereka, tapi Alea bisa melihat jika Bagas saat ini tidak fokus dengan makanan yang ada di hadapannya. Suaminya itu terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Ada apa Bee?" tanya Alea akhirnya.


Bagas melihat Alea sambil menaikan kedua alisnya, dia tidak mengerti dengan pertanyaan Alea.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Alea.


"Apa terlihat seperti itu?" tanya Bagas. Alea mengangguk.


Bagas tidak menjawab pertanyaan Alea, tapi balik bertanya. "Mengapa menirutmu Radit mengadopsi Zio?" tanya Bagas.


"Lea tidak tahu pasti, mungkin karena dia tidak bisa memiliki keturunan dan..." Alea tidak melanjutkan ucapannya, dia tidak ingin Bagas tahu jika milik Radit sudah tidak berfungsi. Biarlah itu jadi rahasia Radit dan dia saja.


"Dan apa?" tanya Bagas penasaran.


"Dan kesepian." jawab Alea mencoba mencari jawaban yang bisa di mengerti Bagas.


Bagas diam memikirkan jawaban Alea, Radit tidak bisa memiliki keturunan. "Apa itu benar?" Bagas bertanya-tanya dalam hatinya.


Bagas kembali tersenyum, Alea tidak mudah unyukndi alihkan perhatiannya. "Aku merasa seperti mengenali wajah itu." ucap Bagas.


"Wajah Zio?" tanya Alea.


"Seperti tidak asing." jawab Bagas.


Alea diam, dimata Alea, wajah Zio itu mirip Radit. Karna itu juga Alea memilih Zio untuk dia adopsi saat masih bersama Radit.


"Orang yang Lea kenal atau yang kamu kenal Bee?" tanya Alea lagi.


"Orang yang aku kenal. Lupakan, kita harus segera kembali ke hotel." jawab Bagas.


"Kenapa harus buru-buru?" tanya Alea karena dia masih ingin menikmati pemandangan di tempat ini.


"Kita harus segera ke bandara, sayang." jawab Bagas.


"Bandara?" tanya Alea tidak mengerti.


Bagas kembali tersenyum, dia lupa belum memberitahu Alea, jika oma Sundari sudah menyiapkan tiket untuk mereka bulan madu.


"Oma memberikan hadiah tiket bulan madu untuk kita." jawab Bagas lalu mengajak Alea berdiri dengan menggulurkan tanganya agar disambut oleh istrinya itu.


Tidak Alea sadari jika Radit dan Zio masih berada disana memperhatikan kemesraan dia dan Bagas.

__ADS_1


"Radit."


Radit yang masih memperhatikan punggung Bagas dan Alea yang menghilang dibalik pintu terkejut.


"Apa kabar?" sapa wanita yang memanggil Radit.


"Paula." ucap Radit tidak percaya. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu setelah bertengkar hebat dan akhirnya mengakhiri hubungan mereka delapan tahun yang lalu.


"Dia putramu?" tanya Paula pada Radit.


"Aku Zio tante, putra ayah Radit." ucap Zio menjawab pertanyaan Paula pada Radit.


"Hai Zio, salam kenal. Kamu anak pintar." balas Paula jawaban Zio dengan memuji anak laki-laki itu.


"Terima kasih tante." balas Zio lagi.


"Dimana ibunya?" tanya Paula.


Sejak berpisah dengan Radit dia benar-benar hilang kontak dengan pria yang ada di hadapannya ini. Pertengkaran mereka saat itu membuat Paula memutuskan untuk pergi keluar negeri. Dia pulang ke Indonesia karena di jodohkan, dan menikah dengan Bagas yang hanya bertahan selama satu bulan. Bercerai dari Bagas, dia kembali ke luar negeri untuk melanjutkan karirnya sebagai model.


"Sudah lama sekali kita tidak bertemu." ucap Radit mengalihkan pertanyaan Paula.


"Maaf waktu itu aku...."


"Aku tahu, aku yang salah terlalu emosi saat itu." potong Radit ucapan Paula.


"Akan menetap atau hanya main saja di Indonesia?" tanya Radit.


"Ada sesuatu yang harus aku kerjakan disini, tentang..."


"Ayah, Zio mau pipis." ucap Zio memotong ucapan Paula.


"Ayah temani sayang." ucap Radit.


"Paula, senang bisa bertemu denganmu lagi. Maaf aku harus menemani putraku" ucap dan pamit Radit pada Paula.


Paula menatap punggung Radit yang menjauh. "Jika saat itu aku tidak egois, mungkin kita bisa tetap bersama, maafkan aku Radit, aku menyembunyikan dia dari kamu." gumam Paula.


Paula menyesali rasa ego yang dia miliki dimasa lalu, yang sekarang harus dia bayar mahal. Paula kehilangan dua orang yang harusnya bisa tetap bersamanya.


"Andai kamu tahu ada dia diantara kita, apa kamu semakin membencinya Radit?" tanya Paula dalam hati melihat Radit yang begitu menyayangi Zio.


Sudah satu minggu ini dia ada di Indonesia, selain ingin menghadiri pernikahan Bagas mantan suaminya, Paula menyempatkan masa liburnya mencari seseorang yang sempat dia singkirkan dari hidupnya.


Berbeda dengan Paula yang menyesali masa lalunya, Radit sudah belajar melupakan masa lalunya bersama Paula. Tapi sayangnya ada sesuatu yang mengikat mereka. Bodohnya Radit, dia baru mengetahuinya saat dia akan mengadopsi Zio.


"Mengapa kita harus bertemu lagi disaat aku baru saja memulai hidupku yang baru bersama putraku?" gumam Radit sambil melihat dimana Paula berada.


...💔💔💔...


...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...

__ADS_1


__ADS_2