
"Galang." panggil Alea begitu mengenali yang mengucap salam adalah sahabat masa kecilnya.
"Hai Mbul." sapa Galang membuat Alea terkekeh.
"Dasar Capung." Alea membalas Galang dengan panggilan masa kecil mereka. Keduanya tertawa bersama, begitu juga dengan Anita yang tahu nama panggilan mereka, saat mereka masih kecil.
"Gue udah nggak kurus kayak capung, Mbul. Lihat gue sekarang, apa perlu gue buka kaos gue biar Lo bisa lihat roti sobek Gue." jawab Galang bangga dengan bentuk tubuhnya yang besar tinggi dan berotot saat ini, berbeda jauh dengan masa kanak-kanaknya yang sangat kecil tapi lincah seperti capung.
"Gue juga udah nggak Gemuk kayak paman Gembul sekarang." balas Alea yang tak mau kalah dengan Galang.
"Dan untuk roti sobek Lo, simpan saja untuk yang berhak melihatnya nanti." ucap Alea lagi melanjutkan jawabannya yang dibalas dengan cengiran oleh Galang.
"Gue seneng, bisa ketemu Lo lagi, Al." ucap Galang sambil mengangkat tangan ingin mengusap pucuk kepala Alea seperti biasanya.
Alea tersenyum sambil menjauhkan kepalanya, hanya Galang satu-satunya yang memanggil dia dengan panggilan Al. Dan Galang memang paling suka mengusap pucuk kepalanya sampai rambutnya berantakan. Tapi itu dulu saat mereka masih kanak-kanak dan beranjak remaja. Sekarang Alea tidak bisa membiarkan Galang melakukannya lagi, ada Bagas yang lebih berhak untuk menyentuhnya.
Galang segera menurunkan tanganya, ada sedikit kekecewaan yang terlihat di wajahnya tapi segera dia biaskan dengan senyuman. Galang rindu memeluk Alea seperti dulu, Galang juga rindu Alea bersandar di bahunya seperti dulu. Tapi tidak dengan Alea, dan Galang tahu apa penyebabnya karena dia terlambat, datang diwaktu yang tidak tepat.
"Gue juga seneng, Lang. Udah lama banget kita nggak ketemu dan lost contact." jawab Alea sambil membalas senyum yang diberikan Galang.
"Sejak kapan balik ke Indonesia?" tanya Alea.
"Baru satu minggu, dan gue sedikit kecewa waktu main kesini ternyata Lo udah nggak tinggal di sini." jawab Galang sambil menunjukkan wajah sedih.
"Nggak usah kayak anak kecil, Lo sekarang bukan capung lagi, kan."
Galang langsung berdiri menunjukkan otot-otot kekarnya membuat Alea dan Anita menggelengkan kepala sambil tertawa. Galang masih seperti Galang yang dulu, tidak suka bila ada yang menyebutnya kurus meskipun badannya memang kecil.
"Baru dua bulan yang lalu, Gue keluar lagi dari rumah ini." jawab Alea memberi tahu Galang.
"Gue terlambat." ucap Galang. Alea menyatukan alisnya.
"Terlambat buat ngasih ini." ucap Galang memberikan sebuah paper bag.
"Oleh-oleh buat Elo." terang Galang pada Alea yang langsung menyambut bingkisan oleh-oleh itu.
"Thanks Lang" ucap Alea saat melihat oleh-oleh yang diberikan Galang. Sebuah tas dan jam tangan bermerk yang Alea tahu harganya tidak murah.
"Harusnya Lo nggak usah repot-repot Lang, ini kan mahal." ucap Alea merasa tidak enak, Galang memberikan barang mahal padanya.
"Gue hanya ingat apa yang Lo inginkan waktu dulu. Lo bilang kalau Lo mau satu aja punya barang mahal seperti orang kaya, biar Lo dianggap sama mereka teman-teman sekolah kita." jawab Galang mengingatkan Alea.
__ADS_1
"Itu hanya ucapan seorang anak kecil yang bermimpi jadi orang kaya." jawab Alea menanggapi penjelasan Galang.
"Dan sekarang mimpi Lo jadi kenyataan, Lo udah kaya." sahut Galang.
Mendengar percakapan Alea dan Galang membuat Anita merasa sedih, dia baru tahu jika dulu Alea dijauhi teman-temanya karena bukan anak orang kaya. Salah dia yang memaksakan Alea harus sekolah di sekolah tempat dulu dia sekolah, sekolah tempat berkumpulnya anak-anak pengusaha dan pejabat. Karena Anita ingin pendidikan yang terbaik untuk Alea ada disana.
Sibuk bicara mengenang masa kanak-kanak dan remajanya dengan Galang, Alea tidak menyadari jika kendaraan yang di tumpangi Bagas sudah masuk ke halaman rumah orang tuanya.
"Lea, suami kamu pulang." tegur Anita mengingatkan Alea.
"Sebentar ya, Lang."
Alea pamit pada Galang dan langsung berjalan menghampiri Bagas suaminya.
"Hayo Lo, suami kerja Lo enak-enakan ngobrol sama cowok ganteng." tegur Leoni yang ikut keluar dari mobil yang sama dengan Bagas.
"Bukannya ngucap salam, Assalamualaikum. Malah nuduh orang sembarangan." ucap Alea membalas teguran Leoni.
"Maaf, assalamualaikum." ucap Leoni memberi salam.
"Waalaikumsalam." jawab Alea dan Bagas bersamaan.
"Leo, kamu nggak mengenali siapa dia?" tanya Alea sambil menunjuk ke arah Galang.
"Coba Lo perhatiin." jawab Alea.
Leoni mencoba mengenali wajah pria yang saat ini sedang bicara dengan Anita.
"Capung." ucap Leoni lalu melihat pada Alea untuk menyakinkan tembakannya benar.
Alea mengangguk, "Dia yang nggak bisa buat kamu move on sampai sekarang." jawab Alea.
Selesai menjawab pertanyaan Leoni barulah Alea meraih tangan Bagas untuk dia salimi. Adegan mesrah sepasang suami istri yang tadi siang Galang saksikan, sore ini terulang lagi. Dia bisa melihat Alea menatap Bagas penuh cinta, tatapan yang tidak pernah Alea berikan padanya.
"Capung, It's really you. You're back." teriak Leoni sambil berjalan mendekat untuk memastikan jika laki-laki yang berada di hadapannya benar adalah Galang.
Leoni tidak menyangka akan bertemu lagi dengan teman tapi mesrahnya dimasa lalu, orang yang membuatnya merasakan yang namanya mencintai sendiri dan bertepuk sebelah tangan. Tapi Leoni tidak pernah mendendam, karena perasaannya pada Galang tidak pernah hilang meskipun sudah lama berpisah dan tidak bertemu. Seperti yang Alea katakan, dia belum bisa move on hingga detik ini.
"Dasar Singa, ditinggal bertahun-tahun masih saja bar-bar." Balas Galang ucapan Leoni. Bukan marah Leoni malah tertawa mendengar balasan Galang dan memeluk pria itu, pria yang dia cintai.
"Dia siapa?" tanya Bagas, karena melihat Leoni yang sepertinya sangat mengenal pria yang tadi sempat membuatnya cemburu karena bicara dengan Alea sambil tertawa bahagia.
__ADS_1
"Dia Galang, rumahnya tu...di seberang." jawab Alea sambil menunjuk kediaman keluarga Galang.
"Dia baru satu minggu pulang ke Indonesia." Alea melanjutkan jawabannya pada Bagas.
"Dia juga cinta pertama Leoni." ucap Alea lagi sambil berbisik di telinga Bagas, karena mereka sudah berada didekat Leoni dan Galang. Bagas melihat pada Alea untuk membenarkan apa yang dia dengar.
"Bu." Panggil Bagas sambil mencium punggung tangan ibu mertuanya setelah melihat Alea yang mengangguk membenarkan apa yang dia bisikan.
"Lang kenalkan ini suami Lea." ucap Alea memperkenalkan siapa Bagas pada Galang.
"Bee, ini teman Lea waktu masih kecil." ucap Alea pada Bagas.
Bagas sedikit tenang begitu tahu Galang adalah teman Alea waktu kecil, awalnya dia takut pria yang kini bejabat tangan dengannya adalah orang masa lalu Alea yang tidak dia ketahui.
"Bagas." ucap Bagas.
"Galang." ucap Galang.
"Dia itu namanya capung Kak." ucap Leoni menimpali ucapan Galang.
"Daripada Lo, Singa." sahut Galang.
"Kalian berdua itu bertahun-tahun nggak ketemu bukannya akur, tetap aja seperti Tom and Jerry." ucap Alea melihat kelakuan Leoni dan Galang.
"Zaman udah berubah, kata Rio sama Ria sekarang itu udah zamanya Masha and the Bear." ucap Alea lagi pada kedua temannya.
"Cocok kalau Masha and the Bear. Satu besar satu lagi imut-imut." ucap Anita menimpali perkataan Alea sambil menunjuk Galang yang sekarang bertubuh besar tinggi dan Leoni yang bertubuh mungil seperti Masha.
"Bu, Leo memang kecil, tapi kan nggak sekecil Masha juga kali." Leoni protes pada Anita yang mendapat tertawaan dari yang lain kecuali Bagas.
Suami Alea itu cukup lelah hari ini dan dia ingin segera istirahat. Menjebloskan Tio dan Tika ke penjara bukan berarti masalah dengan korupsi yang mereka lakukan selesai begitu saja, banyak hal-hal yang terkait yang harus Bagas selesaikan.
"Silakan lanjutkan ngobrolnya, saya masuk dulu." ucap Bagas lalu melihat pada Alea memberikan isyarat pada istrinya untuk ikut kedalam.
Alea yang mengerti maksud Bagas, mengikuti suaminya masuk kedalam rumah. "Aku tinggal dulu ya, Lang." ucap Alea pamit pada Galang.
"Ibu juga masuk dulu, kalian teruskan saja kangen-kangenannya." ucap Anita pada Leoni dan Galang.
"Singa, kenapa Lo bisa satu mobil sama suaminya Al?" tanya Galang heran dan Alea tampak biasa saja. Jika wanita lain sudah cemburu melihat suaminya satu mobil dengan wanita lain biarpun dia mengenal wanita itu.
"Mau tahu aja, apa mau tahu pake banget?" tanya Leoni menggoda Galang.
__ADS_1
...💔💔💔...
...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...