Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya

Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya
67. Makan Malam


__ADS_3

Flash back


Riki baru saja keluar dari gedung Global Pratama, dia langsung masuk kedalam mobil setelah security membukakan pintu untuknya.


"Kita jemput Sandra dulu Pak." ucap Riki memberi perintah pada pak Ari sopir yang selalu menemaninya sejak dia memimpin Global Pratama.


Mendengar ponselnya berbunyi, Riki segera mengeluarkannya dari saku celana yang dia kenakan. Ada notifikasi pesan dari Alea, Kakak Alea itu tersenyum membaca pesan dari sang adik yang sudah tidak sabar ingin bertemu calon kakak iparnya.


Alea [Kak, Lea sudah dirumah ibu dari siang lho]


Riki [Kamu nggak kerja?]


Alea [Demi kakak, Lea bela-belain nggak kerja, di tambah emoticon wajah yang dipenuhi dengan tanda love]


Riki [Kakak sedang dalam perjalanan menjemput calon kakak iparmu]


Riki geleng-geleng kepala sendiri setelah membalas pesan dari Alea. Dia merasa adiknya saat ini tidak seperti Alea yang dia kenal, adiknya tidak suka mengirim pesan yang terkesan manja dan berlebihan, tapi sekarang kalimat panjang yang Alea kirimkan padanya.


"Pak, apa benar wanita hamil itu bisa berubah sikap dan tingkahnya?" tanya Riki pada pak Ari.


"Ada yang begitu ada juga yang biasa saja, Pak" jawab pak Ari sesuai dengan pengalamannya pada sang istri yang sudah dua kali mengandung anaknya.


"Apa Pak Riki membicarakan bu Alea?" tanya pak Ari.


"Iya, saya merasa akhir-akhir ini dia suka bersikap serba berlebihan. Lebay kalau kata anak zaman now." ucap Riki menjelaskan.


"Kalau seperti itu masih wajar Pak, masih bisa dimaklumi. Dan mungkin hanya pada Pak Riki dia bersikap berbeda, sedangkan sama yang lain biasa saja." jawab pak Ari memberitahu Riki.


"Yang penting bu Alea dan bayinya sehat, Pak." ucap pak Ari lagi.


Riki diam sesaat, pak Ari mungkin benar. Nyatanya hanya dia yang merasa sang adik berubah. Bagas sebagai suaminya tidak terdengar protes dengan perubahan Alea, ibunya dan yang lain juga begitu.


"Kita sudah sampai Pak." ucap pak Ari memberitahu majikannya yang tenggelam dalam pikiran sendiri tentang sang adik.


Riki melihat keluar, mereka memang sudah sampai dikantor Sandra calon istrinya. Kantor yang sempat dia pimpin untuk mengantikan Bagas. Walau hanya sebentar tapi disinilah dia menemukan kembali cintanya yang pernah hilang.


Sandra sudah menunggu di lobby kantornya saat Riki memberitahu jika dia sudah sampai dan menunggu didepan pintu utama. Kakak Alea itu turun dan membuka kan pintu mobil untuk calon istrinya begitu melihat Sandra keluar gedung.

__ADS_1


Sekarang mobil yang dikendarai pak Ari masuk ke jalan tol seperti permintaan Riki, agar mereka lebih cepat sampai mengingat langit yang hampir gelap.


Di tengah perjalan, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi memepet dan menyalip kendaraan yang di tumpangi Riki dan Sandra itu, membuat mobil yang dikendarai pak Ari oleng dan keluar sampai ke bahu jalan. Untung saja pak Ari bisa kembali menguasai kendaraannya, sehingga mereka tidak jadi menabrak pagar pembatas.


"Pak, hati-hati." ucap Sandra begitu ada mobil yang kembali memepet dan menyalip kendaraan yang mereka tumpangi dengan kecepatan tinggi.


Riki sempat diingatkan Bagas untuk berhati-hati. Orang-orang Sugeng yang Riki singkirkan dari Global Pratama pastinya ada yang menyimpan dendam. Mengingat pesan itu, Riki yakin dua kendaraan yang memepet dan membalapnya pasti orang-orang yang sengaja ingin membuatnya celaka.


"Pak, kita keluar dari tol." ucap Riki memberi perintah untuk menghindari bahaya.


Memang akan memakan waktu lebih lama karena kemacetan ibukota di jam pulang kerja, tapi itu lebih baik dari pada mereka terus di buru dan mengalami kecelakaan.


"Kenapa jalanannya sepi sekali Mas?" tanya Sandra begitu menyadari beberapa mobil yang tadi bersama mereka menghilang sangat cepat.


"Pak, sepertinya pak Ari salah jalan." ucap Riki menegur pak Ari.


"Tadi yang ke kanan jalannya ditutup, terpakasa saya belokkan kesini karena tidak mungkin kita putar balik." jawab pak Ari.


Ponsel Riki kembali berdering, nama Alea yang tertera di layar pipih miliknya. Riki segera mengangkat panggilan tersebut, agar adiknya tidak khawatir dengannya yang belum juga sampai di kediaman orang tua mereka.


"Kak, lanjutkan saja perjalanan kakak, ikuti saja jalannya, nanti akan ada pasukan keamanan Buana yang mengawal dan mengikuti Kakak." ucap Alea memberi tahu Riki.


"Hemm." jawab Alea hanya dengan deheman lalu menutup panggilannya.


Riki paham, diam-diam Bagas dan Alea memberikan pengawalan padanya. Riki yang terlalu percaya diri jika tidak akan ada yang mengusik dirinya dan Global Pratama menolak saat Bagas menawarkan pasukan keamanan Buana Group di alihkan beberapa kelompok ke Global Pratama.


Flash back end


"Kakak baik-baik saja?" tanya Alea begitu dia mendekati kakaknya sebelum mereka menuju meja makan.


"Kami baik-baik saja. Pak Ari hampir menabrak pagar pembatas tapi untungnya dia bisa segera mengendalikannya lagi." jawab Riki.


"Alea, Riki. Makan dulu baru bicara lagi." ucap Anita mengingatkan kedua anaknya.


Untuk pertama kalinya Alea merasakan makan malam bersama keluarga bukan hanya keluarga inti tapi ada Reina mewakili keluarga dari ibunya, ada Ratna dan Zaki keluarga dari ayahnya serta Leoni dan Radit orang terdekatnya dan orang yang pernah dekat dengannya. Lalu ada Sandra yang akan jadi kakak iparnya.


"Kamu kenapa tidak terkejut melihat Sandra pertama kali seperti Leoni." bisik Riki di telinga Alea.

__ADS_1


Bukan menjawab Alea hanya tersenyum yang langsung mendapatkan rangkulan dari sang kakak.


"Kamu pasti sudah mencari tahu." ucap Riki yang di jawab Alea dengan cengiran.


Keluarga ini berbincang penuh kehangatan setelah mereka menyelesaiakan makan malam yang istimewa bagi Alea, karena dikelilingi orang-orang yang dia sayangi dan juga menyayanginya. Ini pertama kalinya mereka makan bersama setelah satu persatu anggota keluarganya yang hilang kembali lagi.


Mereka melempar tawa dan canda, suasana yang bukan hanya di rindukan oleh Alea, tapi Ratna pun merasakan yang sama. Sejak dia menikah dengan Boy dan terusir dari rumahnya oleh Sugeng, Wulan dan Hana, Ratna juga kehilangan ibunya dan dia tidak pernah lagi makan bersama keluarganya, bahkan Boy juga sering menghabiskan waktu diluar dari pada bersamanya.


"Ada apa?" tanya Zaki pada Ratna begitu melihat keponakannya hanya melamun.


"Tidak ada apa-apa Om, rasanya sudah lama sekali tidak merasakan suasana seperti ini." jawab Ratna jujur.


"Mulai sekarang kamu akan kembali merasakan berkumpul bersama keluarga." ucap Zaki sambil mengusap punggung keponakannya.


Sedangkan Radit sejak tadi tidak berpaling terus memperhatikan Alea yang duduk bersama Reina. Dimata Radit, mantan istrinya itu semakin hari semakin cantik dengan pakaian muslimah yang kini Alea kenakan, membuatnya lebih anggun dan dewasa.


Kembali rasa penyesalan itu menyelimuti hati Radit, apa lagi saat Bagas datang dan duduk disamping Alea sambil merangkul dan sesekali mengecup pucuk kepala istrinya. Entah apa yang mereka bicarakan Radit merasa teriris saat melihat Bagas mengelus perut Alea yang tengah mengandung benih dari laki-laki itu.


Andai saja dia mau bersabar dan menjadi suami yang setia, Alea tidak akan pernah pergi dari hidupnya, istri sempurna yang telah dia sia-siakan hanya demi kenikmatan sesaat. Dan penyesalan akan selalu hadir di akhir peristiwa.


"Maaf ini mungkin tidak akan bisa menghapus semua salahku, tapi salahkah jika aku masih berharap kamu akan menjadi milikku lagi suatu saat."


Radit menggelengkan kepala, hal gila apa yang sedang dia pikirkan. Ditengah kegalauan Radit, Riki bersuara meminta perhatian semua yang ada disana.


"Mohon perhatiannya sebentar." ucap Riki sehingga mereka yang ada disana langsung melihat pada Riki.


"Aku dan Sandra sudah meminta restu pada ibu." ucap Riki sambil melihat pada Anita yang tersenyum padanya.


"Dan juga kedua orang tua Sandra." ucap Riki melanjutkan ucapannya.


"Kami memutuskan akan melangsungkan pertunangan satu minggu setelah pernikahan Radit dan Ratna."


Pengumuman yang Riki sampaikan di sambut baik Alea dan yang lainnya terkecuali Ratna.


"Kakak bisa melakukannya minggu ini juga, karena aku dan Radit tidak jadi menikah." ucap Ratna yang mengejutkan mereka semua yang ada disana, termasuk Radit.


...💔💔💔...

__ADS_1


...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...


__ADS_2