Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba

Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba
Diam-diam aku mencintaimu


__ADS_3

"Mendengar perkataan dari baju biru itu yang asalnya marah karena dianggap bodoh, tetapi perkataan selanjutnya membuat mereka bungkam.


"Ada satu hal lagi, ada seseorang yang ingin menghancurkan keluarga kalian, bahkan mereka sudah masuk ke dalam rumah ini dan membuat kalian saling salah paham." Baju biru itu mendengus dingin.


"Jika nona tidak memerintahkan kami untuk melindungi kalian, maka kami dengan senang hati melakukannya, kami sangat membenci kalian karena sudah mengabaikan nona kami bahkan menyiksanya,"


"Aku akan memberitahu kepada kalian semua, bahwa ada satu musuh kalian yang bekerja sama dengan mafia, kalian semua mulai sekarang harus hati-hati, perbanyak penjagaan dan apabila ingin keluar harus membawa beberapa pengawal," pesan baju biru.


Baju biru menatap Keluarga Alexander dingin. "Kalian beruntung mempunyai seorang putri yang sangat luar biasa, bahkan Iya rela melindungi kalian dari jauh. Tidak semua anak seperti nona kami, yang diperlakukan tidak adil tetapi masih bisa melindungi keluarganya dari musuh-musuh.


Setelah mengatakan itu pria berbaju biru itu dan anak buahnya pergi meninggalkan kediaman keluarga Alexander, saat sampai di depan pintu, pria berbaju biru itu tiba-tiba berhenti dan berkata. "Nona kami akan selalu menjaga kalian dalam bayangan jadi untuk saat ini lebih baik kalian bekerja sama untuk saling melindungi dan di kertas itu ada beberapa orang yang telah berkhianat, dan satu hal lagi yang harus kalian ingat, ini pesan dari nona secara langsung, jangan ada yang mencarinya apabila ketahuan, maka nona tidak akan pernah kembali lagi ke rumah ini.


Mendengar ucapan dari pria baju biru itu, mereka semua yang ada di ruang keluarga itu menangis, bahkan sang nenek yang tidak pernah peduli juga meneteskan air matanya.


Sekarang mereka tahu bahwa anak yang selama ini mereka sia-siakan, telah tumbuh menjadi anak yang yang kuat bahkan melindungi mereka dari musuh-musuh mereka.


"Maafkan mama sayang, mama sangat menyesal telah membuat kamu menderita," air mata Keyla tidak berhenti bercucuran dan pingsan.


Bastian yang melihat sang istri tiba-tiba pingsan, langsung mengangkatnya dan membawa ke kamar.


"Maafkan kakek selama ini Adiba, kakek memang bodoh sudah percaya begitu saja dengan omongan orang lain tanpa mencari tahu kebenarannya dulu." Kakek memeluk sang istri.


Sekarang mereka semua sudah menyesali perbuatanya, dan mereka akan menunggu Adiba kembali ke rumah ini, untuk sementara mereka akan melanjutkan pencarian tentang musuh-musuh yang akan datang, dan akan merubah sikap menjadi lebih baik.


Tanpa disadari, Zea masih berdiri di samping jendela dan melihat semua yang terjadi di dalam rumah, Zea merasakan perasaan yang sangat bersalah karena telah membuat Adiba semakin menderita padahal selama ini Adiba tidak pernah memberikan perlawanan terhadap Zea.


Kasih sayang seorang kakak kepada adik itu nyata, sejahat-jahatnya kelakuan seorang adik, pasti sang kakak akan selalu memaafkan.


Zea menangis tersedu-sedu. "Maafkan aku Kakak Adiba, aku salah selama ini, aku adalah adik yang sangat jahat, hanya karena tidak ini kasih sayang terbagi aku melakukan berbagai cara untuk membuat kamu celaka, aku memang tidak pantas menjadi adik kamu."

__ADS_1


****


Di sebuah kamar penginapan ada seorang laki-laki yang sedang menatap ke arah pinggir pantai dimana ada seorang gadis yang sedang duduk menatap langit.


Laki-laki itu adalah Gus Adnan dan gadis yang ditatapnya adalah Adiba. "Sebenarnya kita sudah 3 kali bertemu, tetapi aku tidak bisa menghampiri kami selama ini, aku hanya bisa mengagumi kamu secara diam-diam."


"Bukannya aku tidak berani mengungkapkannya, akan tetapi saat itu aku sudah memutuskan untuk menerima permintaan kedua orang tua ku sehingga aku harus mundur dan sebisa mungkin untuk bisa melupakan kamu Adiba.


"Tapi rencana Allah begitu besar, kita bisa dipertemukan kembali dengan cara yang sangat indah, setelah ini aku berharap dan meminta kepada Allah semoga kita dipersatukan dengan ikatan pernikahan, aku tidak akan pernah melepaskan kamu lagi, aku akan terus berjuang untuk mendapatkan cinta kamu.


"Sesuai janji yang kamu berikan, aku akan menunggu jawaban kamu," batin Gus Adnan.


Gus Zayyan menatap langit, banyak bintang-bintang yang bersinar. "Farah semoga kamu bahagia disana, dan maaf aku akan selama ini aku kurang memberikan kasih sayang kepada kamu, dan aku mohon kepada kamu, untuk merestui hubungan aku dengan Adiba.


"Kamu pasti bahagia di atas sana melihat anak-anak kita sekarang ini sudah mendapatkan kasih sayang dan kebahagiaan setelah bertemu dengan Adiba, nanti aku akan memperkenalkan kamu kepada Adiba.


Setelah mengucapkan semua yang ingin Gus Adnan ucapkan, hatinya menjadi lebih tenang, karena waktu sudah menunjukkan pukul 01:00 malam dan Adiba sudah kembali masuk Gus Adnan juga pergi ke kasur untuk mengistirahatkan badannya.


"Apa yang harus aku lakukan, aku bingung, sebenarnya aku juga sudah mencintainya sejak dulu, tetapi hati ini selalu saja terus ragu, apakah aku bisa mendampingi kamu dan menjadi ibu yang baik untuk Zayyan dan Syila. Adiba menutup wajahnya dengan selimut dan mencoba untuk tidur.


Jam 05:00 Adiba sudah bangun dan mengerjakan sholat Subuh, setelah sholat Adiba keluar dari kamar dan melihat ada Zayyan dan Syila sedang menunggunya.


"Anak-anak umi yang sholeh dan Sholehah apakah sudah sudah sholat subuh?" Adiba tersenyum dan mencium kening Zayyan dan Syila.


"Sudah dong, kami kan anak pintar, jadi harus rajin." ucap Syila semangat.


"Umi kita pergi ke pinggir pantai ya." Zayyan menarik tangan Adiba begitu juga Syila, melihat antusias mereka Adiba merasakan bahagia.


"Hai kalian mau pergi kemana, kenapa Abi tidak diajak?" Gus Adnan memasang wajah sedih.

__ADS_1


"Lebih baik Abi diam saja di rumah, kami cuma ingin pergi bertiga saja, umi jangan pedulikan ayah." Zayyan dan Syila pergi begitu saja bersama dengan Adiba tanpa menunggu jawaban sang ayah.


"Dasar anak yang luar biasa pintar, belum juga menikah dengan Adiba, Adiba sudah mereka kuasai." Gus Adnan sangat jengkel dengan kecemburuan kedua anak itu, mereka lebih sayang dengan Adiba daripada dengan dirinya.


Ning Kinan menepuk pundak Abangnya. "Sabar Abang, sama anak itu harus mengalah." Ning Kinan berlari meninggalkan Gus Adnan yang sangat marah dengan sang adik.


"Kinan, awas kamu nanti Abang tidak akan memberikan kamu uang lagi," teriak Gus Adnan.


Sedangkan di pinggir pantai Adiba, Zayyan, Syila dan Ning Kinan mereka bermain pasir dan berfoto.


Disaat mereka asik, handphone Adiba berbunyi. Melihat panggilan dari orang kepercayaannya Adiba menjauh dari Zayyan, Syila dan Ning Kinan. "Ning saya tinggal dulu ya, ada yang menelepon."


Ning Kinan hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah merasa cukup jauh, Adiba mengangkat handphonenya.


Adiba


"Ada apa?"


Seorang…


…….


Mendengar ungkapan dari orang itu adiba terdiam….


Bersambung


Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰

__ADS_1


Salam kenal semua…


__ADS_2