
Semua orang bahagia menyambut acara 4 bulanan Adiba, tapi tidak dengan Adiba dan Gus Adnan, mereka berusaha untuk tetap tersenyum agar orang-orang yang melihat tidak curiga.
"Sayang… kamu sangat cantik hari ini," puji Gus Adnan. Adiba memakai pakaiannya berwarna putih tulang dengan kerudung yang senada, ditambah dengan mek-up yang tipis, maka Adiba terlihat sangat cantik."
Gus Adnan memeluk Adiba dari belakang, dan mencium pipi sang istri.
"Kemarin-kemarin apakah aku tidak cantik, hanya hari ini saja?" ucap Alifa cemberut.
"Di mataku kamu akan selalu cantik, tidak ada wanita lain yang bisa mengalahkan kecantikan istrinya Gus Adnan yang tampan ini," goda Gus Adnan agar mood istrinya tidak buruk. Emosi yang naik turun yang selalu Adiba alami. Maka sebagai seorang suami, Gus Adnan harus bisa menjaga emosi sang istri, apalagi hari ini acara selamatan 4 bulanan kehamilan sang istri.
Gus Adnan juga memakai Koko berwarna putih tulang yang dihiasi beberapa motif di depannya.
"Terima kasih sayang, sudah menjadi umi yang kuat untuk anak-anakku," ucap Adnan menatap kedua mata sang istri yang berwarna biru.
Adiba tersenyum lembut seraya mengusap pipi sang suami. "Aku tahu perjuangan kita masih banyak untuk menuju kebahagiaan, tapi aku harap kamu jangan pernah melepaskan tangan ini, apapun ujian yang kita hadapi, seberat apapun kita harus selalu bersama," ungkap Adiba berkaca-kaca.
"Itu pasti sayang, kamu segalanya untuk aku, begitu juga dengan anak-anak kita, aku tidak akan melepaskan tangan ini, sebagai kepala keluarga tugasku adalah menjaga, melindungi dan membahagiakan kalian," ucap Gus Adnan.
"Kita lupakan dulu permasalahan yang itu, hari ini adalah hari kebahagiaan untuk keluarga kecil kita, kamu jangan kuatir tentang wanita itu, insya Allah wanita itu tidak akan datang hari ini, dan mas sudah memerintahkan Andrian untuk memperketat penjagaan dibantu dengan yang lainnya," kata Gus Adnan.
"Tapi aku tidak ingin Zayyan dan Syila pergi Jauh dari kita, aku masih takut, anak-anak juga takut dengan wanita itu," pinta Adiba.
"Iya sayang," Adnan mencium kening dan bibir lembut sang istri. Bagi Adnan semua yang ada pada diri Adiba selalu membuat dirinya candu, apalagi wangi rambut Adiba yang harum strawberry.
"Abi… umi…sudah ditunggu," seru Zayyan dan Syila dengan suara bersemangat.
Tok…
__ADS_1
Tok…
Tok…
"Ya tunggu sebentar, Gus Adnan membantu Adiba berjalan dan mengangkat sedikit baju Adiba, agar tidak terinjak. "Hati-hati sayang, nanti jalannya pelan-pelan saja."
"Terima kasih, mas," perhatian kecil yang dilakukan oleh Gus Adnan membuat hati Adiba menghangat, Adiba beruntung bisa menikah dengan Gus Adnan, laki-laki yang sudah merubahnya menjadi lebih baik, menerima dirinya dengan segala kekurangan yang dimilikinya. Saat ini Adiba sangat beruntung menjadi wanita yang bertahta di hati Gus Adnan.
Ceklik
Pintu kamar terbuka, terlihat lah dua anak kecil yang sudah menunggunya.
"Masya Allah, tampan dan cantiknya anak umi, kalian ingin menjemput umi dan adik-adik ya?" tanya Adiba.
"Iya umi kami ingin pergi bersama dengan adik kecil juga," jawab Syila semangat.
"Iya nanti kita ajak adik kecil jalan-jalan ke luar, banyak teman yang ikut pasti makin seru," ucap Zayyan senang.
Gus Adnan dan Adiba berjalan di belakang Zayyan dan Syila, tersenyum mendengar perkataan keduanya yang sudah tidak sabar lagi menunggu kelahiran sang adik.
Akhirnya mereka tiba di depan panggung, sudah ada berkumpul keluarga Gus Adnan. Untuk keluarga Adiba tidak ada satupun yang datang, kabarnya mereka ada urusan yang penting. Adiba yang sudah biasa dengan keluarga sudah tidak merasakan sakit hati.
Acara pengajian pun dimulai dengan membaca doa dan ayat-ayat Al Qur'an.
Adiba meneteskan air matanya, ketika mendengar ceramah tentang perjuangan seorang ibu yang dibawakan oleh salah satu sahabat Abu Hamza.
Alhamdulillah acara yang diselenggarakan berjalan dengan lancar, tidak ada kejadian apa-apa.
__ADS_1
Setiap warga yang pulang, diberikan Snack box, nasi box, mereka juga mendapatkan barang dapur, seperti gula, susu, beras dan lainnya.
Gus Adnan dan Abi Hamza, melakukan itu hanya ingin berbagi kebahagiaan kepada sesama, karena a mereka juga diberikan harta yang luar biasa tidak ada nilai tukarnya.
Alhamdulillah para warga tidak ada yang membuat kericuhan, semuanya aman terkendali, karena santri putra sudah mengatur semuanya.
Sore hari Gus Adnan, dan keluarganya berkumpul di ruang keluarga, ditemani dengan secangkir kopi dan cemilan yang enak.
"Alhamdulillah acara lancar," ucap Abi Hamza.
"Inggih Abi, semoga nanti kita bisa melakukan ini lagi, dan diberikan rezeki yang lancar," ujar Gus Adnan.
"Amin… ya Rabbal alamin.
Tiba-tiba Mbak Ijah datang. "Maaf pak kyai dan yang lainnya, saya hanya ingin menyampaikan ada tamu yang datang," papar mbak Ijah.
"Biarkan mereka masuk," perintah Abi Hamza.
Tidak lama menunggu, tamu itu datang, bertepatan dengan Zayyan yang melihat ke arah tamu itu, Zayyan langsung berlari ke arah Adiba dan naik ke pangkuannya, dan memeluk sangat erat.
"Umi itu……
Bersambung
Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰
Salam kenal semua…
__ADS_1