
"Mas akan menceritakan semuanya tentang mas, kamu sekarang sudah sah menjadi istri mas secara agama dan hukum," ucap Gus Adnan.
"Mas mempunyai beberapa usaha yang mas kelola sejak sekolah menengah atas, mas sudah membuka restoran, dan membuka toko sembako, setiap hasil dari itu selalu mas tabung, apabila sudah cukup, mas akan kembali membuka usaha lainnya, dan Alhamdulillah Allah selalu memudahkan jalan mas. Sudah kurang lebih 10 tahun usaha mas semakin berkembang," ungkap Gus Adnan.
"Apa saja sekarang ini usaha mas?" tanya Adiba lagi.
Gus Adnan tersenyum melihat sang istri yang masih ingin mengetahui usahanya. "Insya Allah usaha Mas sekarang cukup untuk memanjakan istri cantik mas ini," Gus Adnan mencium bibir Adiba.
"Mas," rengek Adiba.
"Haha..oke kita lanjutkan sayang, jangan cemberut, nanti kamu tambah cantik sayang, mas tidak tahan untuk memakanmu." bisik Gus Adnan.
Melihat sang istri semakin kesal, Gus Adnan tidak lagi menggoda sang istri, karena takut Adiba tidak memberikannya jatah.
"Sekarang kita lanjutkan, tapi setelah ini mas mau kamu memberikan servis yang memuaskan, mumpung anak-anak bersama uncle dan Aunty nya," rayu Gibran.
"Oke, tapi kamu harus menceritakan semuanya," cetus Adiba.
"Alhamdulillah sekarang ini mas mempunyai beberapa restoran, beberapa toko sembako, dan mempunyai dua perusahaan yaitu di bidang traveling dan bahan pangan. Untuk bahan pangan mas mempunyai kebun sendiri dan kebun itu berada di sekitar pesantren,"
"Untuk bahan pangan, Alhamdulillah produksi yang kita hasilkan sudah dikirim ke berbagai kota, bahkan sudah ada yang keluar negeri, dan setiap bidang usaha yang mas kelola sudah ada yang memantau yaitu asisten pribadi mas yang bernam Zain Akbar, jadi setiap setengah bulan sekali mas baru akan pergi ke kantor," papar Gus Adnan.
"Wah… berarti aku mempunyai suami yang tajir dong, jadi bolehkan aku mau membeli baju baru dan lain-lainnya," pinta Adiba dengan semangat.
"Boleh sayang, apapun yang kamu inginkan aku akan selalu berusaha untuk mengabulkan permintaan kamu, selama itu baik untuk kamu sayang, dan satu lagi jangan berlebihan." Gus Adnan mengusap lembut kepala Adiba.
"Pasti, besok kita pergi berbelanja ya, aku ingin membelikan anak-anak kita, adik ipar ku dan tidak lupa untuk umi dan Abi," ucap Adiba semangat.
"Oke, besok kita akan pergi bersama, tapi apabila kamu ingin membeli baju, aku ingin kamu membeli beberapa baju untuk dinas," ucap Gus Adnan serak.
Adiba merasakan merinding ketika mendengar suara serak sang suami. "Oke aku akan membeli yang banyak," ucap Adiba pelan.
Gus Adnan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 23.39. "sayang lebih baik kita sekarang tidur ini sudah malam banget, besok kamu harus mempunyai energi yang banyak, karena kita akan pergi ke beberapa tempat," perintah Gus Adnan.
Adiba hanya menganggukkan kepalanya, dan memeluk suaminya dengan erat. "Selamat malam my husband, i love you."
"Malam juga sayang, i love you too my wife." Gus Adnan mencium kening Adiba sebelum memejamkan matanya.
__ADS_1
Gus Adnan yang merasakan Adiba sudah tertidur pulas, Gus Adnan berjalan ke balkon kamar, membawa laptopnya untuk memeriksa beberapa email yang masuk.
Drtrt…
Handphone Gus Adnan berbunyi, melihat nomor yang bertuliskan nama Zain asisten pribadinya Gus Adnan langsung mengangkatnya.
Zain
"Assalamualaikum,"
Gus Adnan
"Wa'alaikum salam, apa?"
Zain
"Saya ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting, ini tentang mantan istri anda,"
Gus Adnan
Zain
"Dia kembali ke tanah air, saya takut Dia akan mengambil Zayyan dan Syila, karena saat ini Dia mengalami kekurangan uang, saya takut Dia menyakiti istri anda,"
Gus Adnan
"Kamu tetap awasi Dia, apabila Dia melakukan hal nekat untuk melakukan kejahatan maka segera kamu laporan kepada saya, dan kamu simpan beberapa bukti kejahatannya, agar memudahkan kita untuk melaporkannya ke polisi,"
Zain
"Baik akan saya laksanakan, tapi saya ingin mengingatkan Gus, agar jujur dengan Ning Adiba, jangan sampai istri Gus mendengar dari orang lain, bisa membuatnya kecewa dengan Gus, Assalamualaikum,"
Gus Adnan
"Wa'alaikum salam."
Gus Adnan menatap ke arah langit. "Sudah waktunya aku menceritakan semuanya, aku harus jujur kepada Adiba, agar ketika wanita itu datang, Adiba tidak akan terkejut lagi," batin Gus Adnan.
__ADS_1
Sekilas masa lalu pernikahan Gus Adnan dengan wanita itu, 5 tahun lalu.
Gus Adnan menikah dengan wanita itu karena perjodohan, Gus Adnan yang terpaksa menikah dengan wanita itu karena permintaan sang umi, maka dari itu Gus Adnan tidak berani melawannya.
Setelah mengucapkan akad, Gus Adnan berusaha untuk memulai mencintai istrinya, tapi saat malam pertama ada sebuah kejadian yang tidak terduga, ternyata wanita yang dinikahinya sedang hamil, fakta itu terungkap karena Gus Adnan tidak sengaja mendengar perdebatan wanita itu dengan kekasihnya.
Gus Adnan ingin sekali mengungkapkan semua itu, tapi wanita itu begitu pintar dalam berakting, sehingga semua keluarganya lebih percaya dengan wanita itu daripada dengan dirinya, kecuali Ning Kinan dan Gus Hanan.
Waktu berlalu begitu cepat, wanita itu melahirkan sepasang anak kembar, setelah melahirkan wanita meminta Gus Adnan untuk menceraikan nya, maka dengan senang hati Gus Adnan melakukan itu.
Demi kebahagiaannya, wanita itu pura-pura mati dan dengan senang hati wanita itu juga meninggalkan Anaknya.
Gus Adnan yang tidak tega dengan kedua bocah yang sangat kecil itu, maka dengan hati yang lapang Gus Adnan berusaha untuk mengurusnya dan menjaga mereka.
Kedua bocah itu, mengkonsumsi ASI eksklusif dari sang Umi.
Sebelum pernikahan Gus Adnan dan wanita itu umi Ayu dinyatakan hamil, tapi setelah melahirkan Allah berkehendak lain, Allah mengambilnya karena Allah mempunyai rencana lain.
Maka dari itu, hubungan Gus Adnan dan anak-anaknya itu adalah saudara sesuai, tapi hanya Gus Adnan saja yang mengetahuinya.
***
"Aku tidak akan pernah membiarkan kamu mengambil anak-anakku, dan jika kamu berani mengganggu kehidupan rumah tangga ku maka aku tidak akan tinggal diam, kamu salah karena telah meremehkan aku yang sekarang." Gus Adnan tersenyum menyeringai dingin.
Setelah merasakan tenang, Gus Adnan kembali ke kamar, dan tidur di samping sang istri dengan memeluknya.
Tidak lama Gus Adnan tertidur, Adiba membuka matanya. "Apa yang kamu sembunyikan selama ini mas, aku harap kamu segera memberitahu aku."
Adiba kembali menutup matanya, dan terlelap tidur dengan nyenyak.
Apakah Gus Adnan akan jujur dengan Adiba? Nantikan kelanjutannya…
Bersambung
Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰
Salam kenal semua…
__ADS_1