
Alifa dan Gus Adnan tidak berhenti untuk tersenyum, bagi mereka ini adalah kebahagiaan yang sangat indah yang diberikan Allah.
"Mas bahagia banget sayang, Allah sangat baik dengan kita, memberikan titipan tidak hanya satu tapi dua sekaligus," ucap Gus Adnan senang.
"Iya mas, aku juga tidak pernah menyangka Allah memberikan hadiah yang terindah selama aku hidup, pertama aku diberikan dua anak yang Sholeh dan Sholehah. Kedua aku mempunyai suami yang sangat luar biasa Masya Allah. Ketiga aku diberikan mertua yang sangat baik dan menganggapku sebagai anak kandung. Keempat aku mempunyai adik ipar yang mau menerima aku, dan yang terakhir aku diberikan kepercayaan oleh Allah 2 janin yang ada di dalam perut aku," ucap Alifa bahagia, air matanya mengalir membasahi pipinya.
Gus Adnan memberhentikan mobilnya di tepi jalan. Menghapus air mata Adiba dan memeluk sang istri tidak lupa mencium keningnya. "Mas sayang sama kamu, mas janji akan selalu berusaha untuk membahagiakan kamu dan anak-anak kita."
Alifa hanya menggelengkan kepalanya dan memeluk sang suami dengan erat.
Setelah Adiba merasakan tenang Gus Adnan melanjutkan perjalan mereka.
"Mas… berhenti di depan ya, aku ingin makan bakso sama cimol," rengek Adiba.
"Istri mas lagi ngidam ya, baiklah Abi akan belikan untuk kalian bertiga," ucap Gus lembut.
Gus Adnan memberhentikan mobilnya di depan penjual bakso. "Sayang kamu tunggu di dalam mobil saja ya, mas saja yang membelikan untuk kamu," pinta Gus Adnan.
"Baiklah mas, tapi jangan lupa beli untuk orang-orang di rumah juga ya, jangan lupa belikan untuk Zayyan dan Syila," pinta Adiba dengan raut wajah yang menggemaskan.
Setelah menunggu sekitar 15 menitan akhirnya Gus Adnan kembali, di tangannya banyak bungkus makanan yang dibeli.
__ADS_1
"Maaf sayang… pasti kamu lama menunggu," ucap Gus Adnan sendu.
"Tidak juga mas, mana makanannya?" pinta Adiba senang.
"Ini kamu makan cilok dulu, baksonya kita makan dirumah aja ya." Gus Adnan mengambil bungkusan cimol dan memberikannya kepada sang istri.
Adiba dengan senang hati mengambil dan memakannya. "Ini enak sekali mas, mas mau," ucap Adiba.
Dengan lahap Adiba memakannya. "Enak mas ciloknya, apakah aku boleh minta lagi," pinta Adiba kepada Sang suami.
"Habiskan itu dulu ya, nanti kita makan lagi setelah sampai di rumah, mas belikan untuk yang lain juga." Gus Adnan mengusap lembut kepala Adiba.
Akhirnya Gus Adnan dan Adiba sampai di depan rumahnya sudah ada yang menunggu kedatangan mereka. Dengan hati-hati Gus Adnan membantu Adiba untuk turun dari mobil.
"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh,"
Umi Ayu dan anak-anak langsung memeluk Adiba dengan erat. "Umi baik-baik saja kan," ucap Zayyan kuatir.
"Alhamdulillah umi baik-baik saja, sekarang lebih baik kita masuk dulu, umi dan Abi banyak membeli makanan, nanti kita makan sama-sama." Adiba mencium kening Zayyan dan Syila tidak lupa Alifa juga menyalami tangan umi Ayu dan Abi Hamza.
Syila dan Zayyan menggandeng tangan Adiba. "Umi tidak boleh cepat-cepat jalannya, kasian adik bayinya nanti," ucap Syila polos.
__ADS_1
"Terima kasih anak umi yang sholehah, sudah mengingatkan umi, adik bayi pasti bangga mempunyai kakak yang pintar seperti kakak Syila dan Abang Zayyan," puji Adiba.
Di ruang keluarga, sudah berkumpul bersama seraya video call dengan Gus Hanan dan Ning Kinan yang ada di Mesir.
Kebahagiaan mereka semakin bertambah ketika mendengar Adiba hamil anak kembar.
Umi Ayu memeluk Adiba dengan lembut. "Sayang terima kasih banyak sudah mau mengandung cucu umi, umi akan selalu berdoa semoga kamu dan anak-anak yang ada di dalam kandungan sehat selalu dan melahirkan dengan lancar," ucap umi Ayu dengan mata berkaca-kaca.
"Terima kasih atas doanya umi, semoga umi tidak bosan mengajarkan aku menjadi ibu yang baik untuk anak-anak aku," pinta Adiba tulus.
Disaat semua orang terharu melihat adegan umi Ayu dan Adiba, tiba-tiba Adiba menatap sang suami dengan senyuman yang manis.
"Abi," rengek Adiba.
Gus Adnan yang melihat sang istri seperti itu, merasakan takut, pasti akan ada sesuatu yang terjadi, pastinya akan menyusahkan.
"Ada apa sayang," ucap Gus Adnan berusaha untuk tetap tenang.
"Aku ingin…..
Bersambung
__ADS_1
Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰
Salam kenal semua…