Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba

Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba
Koma


__ADS_3

Gus Adnan sekarang ini sedang berada di dalam kamar VVIP, dimana ada seorang anak kecil laki-laki yang sedang terbaring di ranjang dibantu dengan alat-alat.


Gus Adnan sangat sedih, dan takut saat bersamaan karena anak laki-laki harus mengalami hal yang tak terduga yaitu koma, untuk saat ini kondisi Zayyan masih belum stabil, jadi setengah jam sekali dokter memeriksanya.


Dokter juga mengabarkan kabar yang tidak baik, jika dalam sebulan ini Zayyan tidak sadar, maka pengobatannya bisa dihentikan, Gus Adnan yang mendengar ucapan sang dokter langsung memukul wajah dokter itu, karena sudah berani mengatakan hal seperti itu.


Demi kesembuhan sang Anak, Gus Adnan mendatang ahli dokter yang bisa menengani Zayyan dengan baik, besok dokter itu akan datang ke Indonesia.


Abi hamza menepuk pundak sang anak. "Kamu yang sabar ya nak, nanti Abi dan para santri, santriwati beserta para ustadz dan ustadzah akan mengadakan doa, untuk kesembuhan Zayyan," ucap Abi Hamza lembut.


"Terima kasih banyak Abi, tapi aku tidak bisa memberitahu Adiba dan umi, aku takut nanti mereka akan syok, dan apalagi Adiba sedang mengandung, aku tidak mau Adiba merasakan perasaan bersalah," curhat Gus Adnan dan wajahnya berlinang air mata.


Abi hamza memeluk Gus Adnan dengan erat, bagaimanapun juga meskipun Gus Adnan sudah dewasa, tapi ketika bersama dengan orang tua pasti akan berubah menjadi seperti ank kecil.


"Untuk mereka kamu tenang saja Abi akan berbicara dengan Adiba dan umi, insya Allah semuanya akan baik-baik saja, itu di atas meja Abi sudah membelikan pakaian dan perlengkapan mandi, dan ada juga beberapa makanan, jadi sebaiknya kamu bersihkan diri terlebih dahulu, Abi yang akan menjadi kedua cucu Abi," ucap Abi hamza.


Ruanagn rawat yang dipilih Gus Adnan adalah yang lumayan besar, Syila dan Zayyan disatukan dalam satu kamar agar memudahkan Gus Adnan untuk menjaga Keduanya.


Syila masih belum terbangun dari tidurnya, setelah diberi obat oleh dokter, kata dokter besok pagi insya Allah Syila akan sudah lebih baik dan bangun dari tidurnya.


***


Di rumah ndalem Adiba dan umi Ayu tidak bisa tertidur dengan nyenyak, karena mereka berdua belum mendapatkan kabar dari Gus Adnan.


"Umi, ini sudah jam 01.00 tapi belum juga ada kabarnya, aku takut umi, perasaan Adiba tidak nyaman, Adiba merasakan ada sesuatu yang akan terjadi," ungkap Adiba.

__ADS_1


"Kamu jangan berpikir macam-macam, lebih baik kita banyak-banyak berdoa semoga semuanya baik-baik saja dan selamat." umi Ayu membawa adiba kedalaman pelukannya seraya mengusap lembut kepala Adiba agar menjadi lebih tenang.


"Assalamualaikum," salam Abi Hamza.


"Wa'alaikum salam, kamu dari saja Abi, ini sudah jam 01.30 lebih?" tanya umi Ayu.


"Abi dari keluar, lebih baik kalian berdua istirahat, jangan begadang tidak baik," perintah Abi Hamza lembut.


"Tapi Abi harus jawab dulu pertanyaan umi, Abi dari mana?" tanya umi Ayu kembeli dengan raut wajah penasaran.


"Besok pagi akan Abi ceritakan semuanya, jadi lebih baik umi temani mantu kita untuk istirahat," perintah Abi Hamza.


Pagi hari yang indah dan cerah, tapi tidak dengan hati Adiba. Saat bangun tidur Adiba tidak menemukan sang suami dan tidak ada memberikan kabar. Adiba sudah beberapa kali menelepon sang suami, tetapi tidak masuk. Adiba tidak kehilangan akal, Adiba menelepon Andrian tapi ternyata sama dengan sang suami, Andrian tidak bisa dihubungi juga.


"Mas kamu dimana, kenapa kamu tidak kembali?" batin Alifa, maniknya meloloskan cairan bening.


Adiba melihat ada umi Ayu dan Abi Hamza yang sudah duduk di kursi. "Maaf umi, abi Adiba telat datangnya." Adiba duduk di samping umi Ayu.


"Abi ingin menyampaikan sesuatu, tapi sebelum itu Abi harap kalian tetap tenang terutama kamu nak." Abi Hamza menghela nafas panjang dan memejamkan matanya sebentar untuk menenangkan hatinya.


Setelah mereka sedikit tentang, abu Hamza memulai pembicaraannya. "Abi mendapatkan kabar Adnan, bahwa Dia sudah berhasil menyelamatkan anak-anak, dan pelakunya juga sudah tertangkap, tapi salah satunya harus dirawat di rumah sakit karena mendapatkan tembakan," cerita Abi Hamza.


"Alhamdulillah jika mereka sudah berhasil menyelamatkan anak-anak, dan siapa pelakunya Abi?" tanya umi Ayu serius.


"Pelaku utamanya ada dua orang dan salah satunya adalah Ning Farah," jawab Abi Hamza tenang.

__ADS_1


"Astaghfirullah, kenapa Ning Farah bisa berbuat seperti itu, apakah Dia tidak mempunyai hati, anak kandung sendiri diculik," ucap umi Ayu kesal.


"Begitu lah umi, seseorang yang sudah dibutakan dengan dunia, apapun akan dilakukannya untuk mendapatkan semua keinginannya, jadi meskipun anaknya sendiri yang akan menjadi korbannya Dia tetap tidak peduli lagi," ucap Adiba.


"Jadi siapa yang di rawat di rumah sakit?" tanya umi Ayu kembali.


"Yang di rawat di rumah sakit adalah ning Farah, karena mendapatkan tembakan, itu juga karena kesalahan nya sendiri yang sudah ingin membunuh Zayyan," ucap Abi Hamza tenang. Meskipun hatinya juga merasakan marah, bagaimanapun juga Zayyan dan Syila tetap cucu-cucunya.


"Sekarang dimana mas Adnan, Zayyan dan Syila?" tanya Adiba takut.


"Saat ini mereka sedang di rumah sakit, jadi kalian siap-siaplah, akan Abi tunggu di luar." Abi Hamza berjalan ke luar, tanpa melihat menantu dan istrinya yang kebingungan.


Tidak lama menunggu akhirnya mereka berangkat, selama di perjalanan tidak ada yang membuka suara.


Setelah sampai Abi hamza membawa Adiba dan umi Ayu menuju ruang rawat Zayyan dan Syila, saat sampai di lorong kamar, Abi Hamza melihat Gus Adnan yang sedang mondar-mandir di depan pintu.


Abi Hamza mempercepat jalannya. "Adnan apa yang terjadi?" tanya abu Hamza kuatir.


"Abi," panggil Gus Adnan dengan air mata yang mengalir.


"Apa yang terjadi, kenapa kamu diluar?" tanya Abi Hamza yang berusaha untuk tetap tenang.


"Abi… Zayyan….


Bersambung

__ADS_1


Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰


Salam kenal semua…


__ADS_2