Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba

Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba
Persiapan acara tujuh bulan


__ADS_3

"Apa yang ingin kamu bicarakan sayang?" tanya Adiba lembut.


"Apakah Tante itu adalah ibu kandung aku, tapi kata Abi mama sudah meninggal, jadi siapa yang benar, Zayyan bingung umi," ungkap Zayyan pelan.


Adiba terdiam beberapa saat, mendengar ucapan sang anak. "Ya Allah apa yang harus aku lakukan, Zayyan adalah anak yang pintar dan bisa memahami situasi yang ada." batin Adiba sedih.


"Boleh umi cerita, tapi Zayyan harus terima apapun yang umi katakan, dan satu lagi Zayyan jangan pernah meninggalkan umi dan Abi, apakah Zayyan bisa berjanji?" tanya Alifa sendu.


Zayyan menganggukkan kepalanya. "Zayyan janji tidak akan pernah meninggalkan umi, Abi, adik-adik, nenek, kakek, uncle dan Aunty, Zayyan sangat sayang semuanya," ungkap Zayyan berbinar, dan tersenyum bahagia.


Adiba menceritakan siapa wanita yang menculiknya, dan alasan Abinya mengatakan mama nya sudah meninggal, Adiba menceritakannya menggunakan kosa kata yang dapat Zayyan pahami nya.


"Apakah sekarang anak umi yang tampan ini paham?" tanya Alifa lembut.


"Paham Umi, tapi umi dan Abi tidak akan memberikan Zayyan dan adik Syila kepada Tante itu kan, Zayyan takut umi," Zayyan memeluk Adiba dengan erat disertai dengan air mata yang mengalir membasahi wajahnya.


"Kamu tetap akan menjadi anak pertama umi, begitu juga dengan adik Syila adalah anak kedua umi, umi juga sudah mengatakannya kepada Zayyan, jika umi tidak akan pernah memberikan Zayyan kepada siapapun, karena bagi umi, Zayyan dan Syila adalah anak yang selama ini umi harapkan, karena sudah membuat hari-hari umi bahagia." Adiba mencium kening Zayyan.


"Terima kasih umi, Zayyan sangat sayang kepada umi, jangan pernah berubah!" pinta Zayyan serak.


"Umi dan Abi tidak akan pernah berubah, dan sebaliknya umi Abi meminta bantuan kepada Abang Zayyan dan kakak Syila untuk menjaga adik-adiknya," ucap Adiba.


"Kamu juga harus tahu, bagaimana Abi selama Abang Zayyan dan Syila sakit, Abi sangat sedih bahkan abi tidak bisa makan teratur karena terus memikirkan kalian. Kalian berdua adalah harta yang sangat berharga yang Allah berikan kepada Abi dan umi, jadi umi harap setelah ini, Zayyan kembali seperti biasa, anak umi yang selalu tersenyum, ceria, dan semangat dalam belajar, agar nantinya Abang dan kakak bisa mengajari adik-adik belajar," ungkap Adiba.

__ADS_1


"Zayyan janji umi, Zayyan akan jadi anak yang hebat seperti Abi yang bisa menjaga umi dan adik-adik," ucap Zayyan kembali semangat.


Adiba yang mendengarkan ucapan tulus dari sang anak tidak bisa menahan air matanya, bagi Adiba Zayyan dan Syila adalah seperti anak kandungnya sendiri, Adiba juga sudah berjanji dalam hidupnya akan selalu memperhatikan dan berbuat adil kepada mereka agar keduanya tidak merasakan dibedakan.


Di luar pintu kamar Zayyan, Gus Adnan membuka sedikit pintunya agar dapat mendengar pembicaraan Zayyan dan istrinya. Gus Adnan sangat bahagia karena mempunyai istri seperti Adiba yang begitu tulus menerimanya yang banyak kekurangan, Gus Adnan juga bersyukur Adiba sangat menyayangi keluarganya dan anak-anaknya. "Terima kasih sayang, kamu memang wanita yang luar biasa, aku beruntung mendapatkan kamu, wanita yang mandiri, kuat dan tidak pernah menyerah dalam menghadapi kerasnya dunia." batin Gus Adnan dan tersenyum lembut melihat Adiba dan Zayyan berpelukan.


Setelah masuk kedalam kamar bersama Syila Gus Adnan langsung berjalan menuju ke ranjang Zayyan dengan Syila yang berada digendongnya.


"Umi dan Abang tidak membawa Syila berpelukan," ucap Syila kesal.


"Adik dengan Abi saja, sekarang ini umi hanya milik Abang," Zayyan menggoda sang adik, yang terlihat sangat imut ketika marah.


"Tidak bisa begitu dong Abang, umi hanya milik Abi," ucap Gus Adnan tidak terima dengan ucapan sang anak.


"Sayang semuanya," ucap mereka serampak seraya berpelukan dengan erat melepaskan rindu, dan sedih selama beberapa bulan ini, mereka berharap setelah ini tidak ada lagi yang mengganggu keluarga kecilnya.


***


Satu bulan sudah berlalu dari komanya Zayyan, sekarang ini usia kehamilan Adiba sudah menginjak 7 bulan.


Zayyan dan Syila sudah kembali ceria, dan mereka juga sudah kembali bersekolah, akan tetapi gus Adnan masih mengutus anak buahnya untuk menjaga anak-anak dan istrinya, meskipun kejadian itu sudah lama, tapi bagi Gus Adnan kejadian itu membuatnya sangat sedih dan tak akan pernah bisa dilupakan.


Hari ini semua orang sibuk, karena Gus Adnan akan dan keluarga akan mengadakan acara 7 bulanan Adiba, tidak lupa juga Gus Hanan dan Kinan juga pulang ke tanah air.

__ADS_1


"Kakak mau kemana?" tanya Ning Kinan meringis melihat Adian yang membawa perutnya sangat besar.


"Kakak bosan di dalam kamar, Kakak ingin kebawah berkumpul dengan yang lain," ucap Adiba sendu.


Baiklah kakak boleh kebawah, aku akan ikut dengan kakak," ucap Ning Kinan final.


Di Bawah sudah banyak santriwati yang membungkus sembako yang akan dibagikan kepada orang-orang yang hadir, acara ini diadakan sangat besar oleh Abi Hamza, beliau melakukan ini karena untuk rasa syukurnya atas kebesaran Allah yang selalu melindungi anak-anak dan cucu-cucunya.


Adiba dan Ning Kinan duduk di kursi seraya berbincang dengan santriwati.


"Assalamualaikum Ning, maaf mengganggu!" Salam mbak Ijah.


"Wa'alaikum salam, ada apa mbak?" tanya Adiba.


"Ada tamu Ning tapi…," mbak Ijah sungkan untuk mengatakannya.


"Katakanlah mbak, kami tidak akan marah," perintah Ning Kinan.


"Yang datang adalah….


Bersambung


Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰

__ADS_1


Salam kenal semua…


__ADS_2