Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba

Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba
penyelamatan


__ADS_3

Gus Adnan dan Adrian sudah sampai di depan gedung yang tidak terpakai, dan tempat juga di tengah-tengah hutan.


Saat ini mereka masih di luar, karena bagaimanapun juga Gus Adnan tidak berani gegabah untuk masuk ke dalam takutnya nanti sudah ada jebakan yang disiapkan oleh mereka.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang, tidak mungkinkan kita berdiam disini?" tanya Andrian serius.


"Kamu lihat saja di laptop." Gus Adnan mengeluarkan sebuah kamera kecil yang bisa terbang dan bentuknya terlihat seperti nyamuk, dari jauh pasti tidak akan ada yang menyadarinya, karena bentuknya sangat persis.


"Wow… Keren sekali, Abang belinya dimana?" tanya Andrian senang.


"Abang membuatnya sendiri, ini adalah rakitan pertama Abang," bangga Gus Adnan.


"Berarti selama ini Abang ahli komputer dan Abang sudah seperti hacker yang terkenal itu," ucap Andrian.


"Bisa dikatakan begitu, tapi Abang tidak untuk menjualnya, setiap barang yang Abang buat itu untuk kesenangan saja dan melatih keterampilan Abang," ucap Gus Adnan dengan pede.


"Ada yang aku bingungkan, Abang kan selama ini bisa melacak seseorang dengan mudah, tapi kenapa Abang tidak mencari Adiba?" tanya Andrian penasaran.


"Untuk itu Abang tidak bisa ceritakan kepada kamu, tapi setelah kita membebaskan Zayyan dan Syila, Abang akan menceritakan semuanya kepada kamu dan Adiba, dan Abang juga mempunyai alasan lain," papar Gus Adnan serius.


"Oke, aku tunggu, jangan ingkar janji!" ucap Andrian tegas.


"Siip," Gus Adnan tersenyum kecil.


Gus Adnan dan Andrian kembali memeriksa rekaman dengan teliti, dan benar dugaan Gus Adnan, mereka sudah menyiapkan dengan matang, dan di sebuah kamar ada Zayyan dan Syila yang sudah terikat dan mulut mereka di lakban.


Gus Adnan yang melihat kondisi sang anak, mengepalkan kedua tangannya dan wajahnya juga memerah karena menahan amarahnya.


tunggu satu jam lagi, kita akan masuk ke dalam, dan kamu Andrian jangan lupa hubungi polisi setelah kita bisa membesar Zayyan dan Syila terlebih dahulu, karena aku ingin menyiksa mereka terlebih dahulu," ucap Gus Adnan dingin.


Setelah menunggu satu jam akhirnya mereka mulai bergerak sesuai dengan instruksi Gus Adnan sendiri, dan anak buahnya sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.

__ADS_1


Sampai di depan ada dua orang anak berjaga, Andrian langsung melumpuhkan kedua orang itu.


Setengah jam bagi Gus Adnan melumpuhkan anak buah Ning Farah, diluar tidak ada lagi anak buah Ning Farah, hanya ada anak buah Gus Adnan yang berjaga-jaga.


Brak… pintu kamar dibuka dengan kasar oleh Gus Adnan. Gus Adnan melihat Ning Farah bersama dengan seorang pria yang sangat dikenal olehnya.


"Wow… aku tidak pernah menyangka kita akan bertemu kembali, wahai saudaraku," ucap laki-laki itu seraya tersenyum palsu.


"Satria," ucap Gus Adnan dingin.


"Aku kira kamu sudah lupa denganku ternyata masih mengingat aku ya," ejek Satria.


Gus Adnan tersenyum menyeringai kejam. "Harusnya kamu dulu beruntung karena aku sudah memberikan kesempatan kedua untuk hidup, tapi ternyata kamu malah menyia-nyiakan kesempatan itu, dan berniat untuk membalas dendam tanpa mengetahui kekuatan lawan,"


"Kamu… sudah salah melawan saya, dengan cara murahan seperti ini, kamu juga sudah membuat darah daging kamu sendiri semakin membenci kamu, kamu adalah wanita yang tidak mempunyai pikiran, hanya karena menginginkan sesuatu, kamu mengorbankan nyawa anak-anak kamu sendiri tanpa ada rasa bersalah sedikitpun," ucap Gus Adnan dingin.


Ning Farah dan Satria merasakan ketakutan dan gemetaran dengan tatapan Gus Adnan yang tidak seperti biasanya, karena tatapan saat ini seperti seorang Mafia yang sudah lama ingin membunuh musuh-musuhnya.


Tanpa basa-basi, Gus Adnan menyuruh Andrian dan beberapa anak buahnya untuk melawan Satria dan anak buahnya.


Bugh…


Bughh….


Krakkk…


Aakh….


Bunyi pukulan, tendangan dan patahan berbunyi sangat indah, anak buah Satria mengalami kekalahan yang tidak seimbang, karena kekuatan dan keahlian mereka tidak seimbang.


Gus Adnan melihat anak buahnya menghajar musuh-musuhnya, Gus Adnan bergerak untuk membebaskan anak-anaknya, yang pertama Gus Adnan selamatkan adalah Syila dan saat ingin membebaskan Zayyan, Gus Adnan tidak sempat karena Ning Farah sudah terlebih dahulu melepaskan mengambil Zayyan dan meletakkan pistolnya ke kening Zayyan.

__ADS_1


"Stop!" teriak Ning Farah.


"Brengsek!" teriak Gus Adnan.


Teriakan Keduanya menghentikan perkelahian Mereka, dan melihat ke arah Gus Adnan dan Ning Farah.


"Lepaskan anakku, kamu sudah keterlaluan!" bentak Gus Adnan marah.


"Aku tidak akan pernah melepaskan anak ini, biarkan saja Dia mati, itu lebih baik dari pada hidup," ucap ning Farah santai.


Zayyan yang mendengar suara samar-samar dari sang ayah, membuka matanya melihat sang ayah yang sedang menggendong adiknya. "Abi," panggil Zayyan pelan dengan suara yang serak dan air matanya mengalir membasahi wajahnya.


"Boy, kamu harus kuat ya, Abi akan menyelamatkan kamu," ucap Gus Adnan lembut agar sang anak tidak terlalu takut.


"Hahaha… ini akan pertemuan kalian yang terakhir, cepat kamu bilang sama ayah kami kata-kata terakhir sebelum kamu pergi ke surga," bentak Ning Farah kepada Zayyan.


Zayyan yang sudah bisa berpikir dewasa, langsung menatap sang ayah dengan tatapan teduh. "Abi, Zayyan minta tolong untuk selalu menjaga adik-adik Zayyan dan umi, maaf Zayyan tidak bisa membantu Abi menjaga mereka," lirih Zayyan dan air matanya semakin deras.


"Kamu jangan berbicara seperti itu, Abi akan menyelamatkan Abang, bukannya Abang sudah berjanji dengan umi untuk selalu menjaga adik-adik," ucap Gus Adnan serak dengan mata yang berkaca-kaca.


Dor…


Dor…


Andrian yang sejak tadi mencari kesempatan untuk menembak Ning Farah akhirnya bisa juga. Ning Farah terbaring di lantai karena Andrian menembaknya di kaki dan tangan kanannya.


Gus Adnan yang melihat itu, langsung menyuruh Zayyan untuk berlari ke arahnya, karena Gus Adnan tidak bisa datang ke arah Zayyan, Gus Adnan sedang menggendong Syila.


tapi........


Bersambung

__ADS_1


Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰


Salam kenal semua…


__ADS_2