
Setelah kejadian hari pertama anak-anaknya sakit, Adiba juga ikut dirawat selama 2 hari karena mengalami kelelahan, baik badan maupun pikirannya, dan beruntungnya kandungan Adiba baik-baik saja.
Kembali masa sekarang, Adiba terus memperhatikan putranya yang masih tertidur. "Bangun sayang, ini kamu sudah dua bulan tidurnya, apakah kamu tidak kangen dengan umi, Abi dan adik-adik," ucap Alifa pelan seraya mengusap kepala Zayyan.
Untuk keadaan Syila, Alhamdulillah Syila sudah kembali ceria, hari ini Syila kembali diperiksa ditemani oleh abi dan neneknya, hari ini Syila tidak mengizinkan sang umi untuk ikut, karena Syila tidak ingin uminya kelelahan.
Cleck… pintu kamar rasa Zayyan terbuka, Syila langsung berlari ke arah Adiba dan memeluknya dengan erat tidak lupa Syila juga Syila mencium perut uminya. "Bagaimana hari ini sayang?" tanya Adiba lembut.
"Syila baik-baik saja umi, kata dokter Syila sudah sembuh," ucap Syila semangat.
"Alhamdulillah, putri umi ini memang sangat pintar, pasti nantinya adik-adik akan bangga mempunyai kakak yang seperti kakak Syila," puji Adiba.
"Pasti dong, kakak Syila akan rajin belajar, agar bisa mengajarkan adik-adik berhitung, membaca dan menulis, nanti Syila dan Abang akan mengajak adik-adik jalan untuk bermain," ucap Alifa senang.
Gus Adnan menggendong putrinya, dan mencium seluruh wajah anaknya kecuali bibir. "Hehehe…sudah Abi."
"Abi gemes dengan kamu sayang, putri Abi ini sangat cantik seperti umi," puji Gus Adnan.
Adian hanya tersenyum kecil melihat tingkah laku putri dan suaminya, adiba melihat jam yang sudah waktunya Syila tidur siang. "Ini sudah jam 14.00 sudah waktunya Syila tidur mas," ucpa Adiba.
"Baiklah." Gus Adnan menurunkan Syila.
Adiba mengajak Syila untuk tidur, dengan lantunan ayat suci Al-Quran, perlahan-lahan Syila menutup matanya. "Cup… semoga kamu selalu sehat sayang." Alifa mencium kening Syila.
__ADS_1
"Mas bagaimana dengan keadaan Syila?" tanya Adiba serius.
setelah menidurkan putrinya, Adiba dan Gus Adnan sedang duduk di sofa.
"Alhamdulillah Syila anak yang kuat, kata dokternya, untuk saat ini Syila tidak perlu lagi diperiksa karena keadaannya sekarang sudah baik-baik saja, tapi kita sebagai orang tua harus tetap memantau perkembangan Syila dan Bagas, dan sebisa mungkin kita tidak memperlihatkan kekerasan fisik di depan matanya," jelas Gus Adnan lembut.
"Alhamdulillah, kita tinggal menunggu Zayyan saja lagi, semoga Zayyan cepat bangun, aku menginginkan 7 bulan nanti Zayyan ada mendampingi aku," ucap Adiba sedih.
"Insyaallah jika Allah berkehendak, maka Zayyan akan bangun secepatnya, yang penting kita harus tetap berdoa meminta kepada Allah," ucap Gus Adnan.
Gus Adnan memeluk Adiba dengan erat, untuk memberikan ketenangan. "Umi," ucap seorang pelan.
"Mas, siapa yang memanggil aku, itu suaranya seperti Zayyan," Adiba menetap sang suami dengan tanda tanya.
"Aku tidak mendengar apa-apa sayang, mungkin kamu salah dengan saja," ucap Gus Adnan lembut, karena memang Gus Adnan tidak mendengar suara itu.
Ketika Adiba sampai di samping Zayyan, air matanya mengalir membasahi wajahnya, dan langsung memeluk sang anak. "Zayyan sayang akhirnya kamu bangun juga, umi kangen dengan kamu sayang."
Adiba menatap suaminya. "Mas, sekarang panggilan dokter sekarang, Zayyan harus diperiksa," perintah Adiba kesal melihat sang suami hanya terdiam.
Setelah diperiksa, Alhamdulillah keadaan Zayyan sudah lebih baik, meskipun badannya masih sakit, saat ini Adiba sedang menyuapi Zayyan makan.
"Bagaimana keadaan kamu sayang, apakah ada yang sakit?" tanya Alifa lembut.
__ADS_1
"Badan aku sakit semua umi," rengek Zayyan manja.
"Nanti setelah makan, akan umi pijat ya badannya, agar sakitnya berkurang," ucap Alifa lembut.
Zayyan hanya mengangguk kepalanya. Setelah sadar dari komanya, Zayyan sangat manja dengan Adiba, bahkan untuk berpisah sebentar saja, Zayyan langsung menangis.
Seluruh keluarga sudah dihubungi oleh Gus Adnan, dan mengabarkan Zayyan sudah sadar, mereka semua sangat bahagia, umi Ayu dan Abi Hamza langsung pergi ke rumah sakit.
Seminggu sudah Zayyan dirawat di rumah sakit, dan Alhamdulillah Zayyan sudah pulih meskipun belum seratus persen.
"Umi," panggil Zayyan pelan.
"Kenapa sayang," jawab Adiba lembut.
Saat ini merupakan hanya berdua saja di dalam kamar, karena. Gus Adnan menjemput Syila di rumah.
"Aku ingin bertanya boleh!" ucap Zayyan takut.
"Katakanlah, umi akan mendengarkan cerita kamu, jadi jangan takut sama umi," ucap Adiba lembut seraya memeluk tubuh kecil Zayyan.
"Umi, kata Tante jahat itu…….
Bersambung
__ADS_1
Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰
Salam kenal semua…