Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba

Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba
Pergi liburan


__ADS_3

Zayyan menatap tajam sang Ayah dan berkacak pinggang. "Umi jangan dekat-dekat dengan Abi, nanti bibir Umi dimakan Abi," ucap Zayyan tajam.


Zayyan yang masuk ke kamar Gus Adnan dan Adiba. Ini juga kesalahan Gus Adnan yang lupa mengunci pintu kamar.


"Umi adalah istri Abi, jadi Abi berhak untuk dekat dengan Umi juga," ucap Gus Adnan kesal.


"Zayyan juga anak umi, dan umi mau sama Abi karena permintaan Zayyan dan adik Syila, jadi yang berhak itu adalah kami, bukan Abi," protes Zayyan.


"Umi, sekarang kita ke dapur ya, pasti umi lapar karena dikurung sama Abi, Abi jahat tidak sayang sama umi," cetus Zayyan.


Tanpa menunggu ucapan sang ayah, Zayyan sudah menarik tangan Adiba dan berjalan keluar kamar.


Adiba hanya bisa cengengesan melihat perdebatan antara Zayyan dan Gus Adnan, mereka itu selalu saja bertengkar apabila bertemu, tetapi akan berbeda jika sang ayah pergi maka Zayyan akan selalu menanyakan sang Ayah.


Gus Adnan hanya bisa menghela nafasnya, belum juga bulan madu, sudah ada yang mengganggunya, jika seperti ini terus kapan aku bisa nambah anak lagi." gerutu Gus Adnan kesal.


Setelah selesai sarapan pagi, mereka semua berkumpul di ruang keluarga.


"Jam berapa kalian akan berangkat," ucap pak kyai Hamza.


"Setelah selesai shalat isya Abi kami berangkat, jadi nanti sampainya sekitar jam 06.00,"


"Kemana Kalian akan pergi?" tanya Bastian.


"Kami akan pergi liburan ke Korea Selatan, sesuai dengan keinginan Kinan," Gus Adnan tersenyum jahil kepada sang adik.

__ADS_1


"Kamu juga ikut Kinan?" tanya pak Kyai Hamza.


Pak Kyai dan Bu nyai memang tidak bisa ikut pergi liburan karena ada beberapa acara undangan yang tidak bisa ditinggalkan. Pak kyai Hamza dan Bu nyai Ayu sudah mengetahui Gus Adnan dan Adiba akan pergi bersama anak-anak, yang tidak beliau ketahui adalah anak perempuannya juga akan ikut.


"Hehehe… aku juga ingin pergi ke Korea Abi, jadi pas aku dengar kakak akan bulan madu ke Korea sekalian saja aku ikut, tidak aku saja yang ikut, Abang Hanan juga ikut," ucap Ning Kinan polos.


Umi Ayu hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap anak-anaknya yang selalu ikut kemanapun Abangnya liburan.


"Ya sudah kalau begitu umi hanya ingin pesan sama kamu nak, jangan sering merepotkan Abang dan kakak ipar kamu disana, dan jangan lupa untuk membantu menjaga Zayyan dan Syila,"pesan umi Ayu.


"Siap umi, aku akan selalu ingat kata umi, terima kasih sudah mengizinkan aku ikut liburan." Ning Kinan mencium pipi umi Ayu seraya memeluknya jangan lupa senyum bahagianya.


***


Di dalam kamar Adiba sudah selesai membereskan semua barang-barang yang akan mereka bawa nanti, Adiba juga sudah menyiapkan segala keperluan kedua anaknya.


"Mas, apakah boleh panggilan anak-anak untuk kita diubah?" tanya Adiba.


"Kamu mau dipanggil apa sayang?" tanya balik Gus Adnan.


"Aku mau mereka memanggil aku dengan sebutan Ami dan untuk kamu baba, bagaimana mas?" Adiba mantap sang suami dengan lembut.


"Bagus juga, ya sudah nanti kita bicarakan sama anak-anak." Mengusap lembut kepala Adiba.


Siang berganti dengan malam. Setelah selesai shalat mereka bersiap-siap akan pergi ke bendera, karena jam 21:00 mereka sudah berangkat ke Korea.

__ADS_1


Untuk Gus Hanan, Gus Adnan sudah memesankan tiket pesawatnya, dan akan langsung berangkat ke Korea Selatan.


Liburan kali Gus Adnan dan Adiba tidak hanya berangkat dengan kedua adik iparnya, akan tetapi juga ditemani oleh kedua orang tua dan kedua Abang Adiba. Satu lagi yang tidak mau ketinggalan yaitu Andrian juga ikut dengan mereka.


"Umi apakah kita pergi naik pesawat?" tanya Syila antusias.


"Iya sayang kita akan naik pesawat, kita akan pergi jauh." Adiba mengusap lembut pipi Syila yang berada di gendongannya, sedangkan Zayyan juga berada di gendongan Gus Adnan.


"Hore… kita akan pergi jauh, naik pesawat." teriak Syila semangat dan Zayyan hanya tersenyum lebar.


Sekarang ini mereka sudah berada di dalam pesawat, untuk tempat duduknya, Gus Adnan dan Adiba, Ning Kinan bersama dengan Syila dan untuk Andrian Iya duduk dengan Zayyan.


Zayyan dan Syila mereka sangat enteng dan pintar, tidak mengeluh sedikitpun, kedua bocah itu sangat senang karena ini pertama kalinya mereka liburan jauh dan naik pesawat.


Tidak terasa perjalanan mereka sudah 10 jam, sekarang mereka sudah sampai di bandar udara internasional Incheon Korea Selatan.


"Alhamdulillah sekarang kita sudah sampai dengan selamat," ucap syukur Gus Adnan.


Setelah mengambil semua barang-barang, mereka pergi ke luar bandara untuk mencari bus yang sudah Gus Adnan siapkan.


"Abang….


Bersambung


Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰

__ADS_1


Salam kenal semua…


__ADS_2