
Akhirnya Gus Adnan berhasil melewati sang Umi dan Kinan, meskipun harus memohon dan mengikuti setiap ucapan kedua orang yang Iya sayangi demi bisa bertemu dengan Adiba.
Yang membuat Gus Adnan pusing adalah permintaan sang adik yang ingin ikut jalan-jalan bersama mereka, setelah selesai resepsi pernikahannya nanti dengan Adiba.
Sekarang Gus adnan sudah berada di dalam kamar dengan adiba yang sedang bersandar di dada Gus Adnan.
"Maafkan aku ya sayang, sudah membuat kamu kecewa lagi, aku selalu saja tidak bisa menahan emosiku ketika menyangkut kamu, aku janji akan berusaha untuk mengontrol emosi ku nanti," ucap Gus Adnan pelan.
"Iya untuk kali aku maafkan, tetapi sekali lagi kamu meninggikan suara kamu dan membentak aku, maka aku akan ikut mengikuti perintah Umi," ucap Adiba santai.
"Jangan tinggalkan aku sayang, tolong ingatkan aku sayang, kamu tahu sendiri aku tidak bisa pisah sama kamu, ini saja aku selalu menahan diri untuk tidak memanggil kamu sayang di hadapan santri dan santriwati,"
"Sayang, kamu kan tinggal 2 bulan lagi lulus, bolehkah kita mengumumkan pernikahan kita, aku tadi sudah memberitahu mereka bahwa aku sudah menikah, hanya saja aku tidak mengatakan siapa wanita itu." tutur Gus Adnan pelan.
Gus Adnan takut Adiba tidak setuju dengan keinginannya, selama satu tahun ini mereka bertemu cuma di ndalem saja, atau ketika bermain dengan Zayyan dan Syila, untuk bepergian keluar, mereka akan pergi ketika Adiba liburan sekolah. Maka dari itu santri dan santriwati tidak ada yang tahu hubungan Gus Adnan dan Adiba.
Mereka berdua sangat hebat dalam menyembunyikan hubungan mereka, dan karena kedekatan Adiba dengan Umi Ayu dan Ning Kinan, membuat mereka tidak ada yang curiga sama sekali.
"Aku tidak marah sama mas, aku juga sudah memikirkan matang-matang untuk mempublikasikan hubungan kita kepada semua orang, agar tidak ada lagi yang menganggap mas sebagai calon mereka," cetus Adiba.
Gus Adnan senang dan bahagia ketika mendengar ucapan dari sang istri, Gus bersyukur dengan kejadian ini dapat membuka mata dan hati Adiba untuk segera mengumumkan hubungan mereka.
Cup
Cup
Cup
Cup
Gus Adnan mencium kening, pipi kanan, pipi kiri, dan hidung. "Aku senang akhirnya kita bisa jalan bersama dan tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi, aku juga bisa menggandeng tangan kamu kapan pun aku mau.
__ADS_1
"Aku juga bahagia, sangat bahagia, terima kasih banyak karena kamu selalu berusaha untuk membuat aku bahagia, dan melindungi. I love you my husband, cup." Adiba mencium pipi sang suami.
"I love you too, my wife, cup." Gus Adnan mencium bibir sang istri.
"Waktu ashar lumayan lama, lebih baik kita tidur siang dulu, agar nanti malam badan kita lebih segar," ucap Gus Adnan.
"Memangnya ada acara malam ini?" tanya Adiba.
"Malam ini kita akan mengumumkan pernikahan kita, Abi dan Umi juga sudah setuju, kata Abi lebih cepat lebih baik, kamu tidak apa-apa kan?" Gus Adnan menatap sang istri.
"Aku terserah kamu sama Abi saja, aku ngikut aja, apabila Abi sudah bilang itu, maka kita tidak perlu lagi menyembunyikannya." Adiba memeluk erat sang suami.
Kedua suami istri itu tertidur dengan nyenyak, di siang hari yang terik, karena sudah ada yang menemani.
***
Di pondok pesantren santriwati dihebohkan dengan kabar, Gus Adnan yang sudah menikah dan satu lagi kebohongan yang dibuat oleh ustazah Zulaikha.
Banyak yang patah hati, karena pangeran pesantren sudah kembali menikah, dan satu lagi yang membuat mereka penasaran adalah, wanita seperti apa yang beruntung menjadi istrinya, dan yang lebih sulit itu adalah mendekati kedua anak Gus Adnan.
"Iya aku juga dengar, karena kita ada disana saat Gus Adnan mengatakannya sendiri, kayaknya malam ini akan diumumkan hubungan Gus Adnan dan istrinya agar tidak ada yang mengajar Gus Adnan." Aisyah duduk di kasurnya seraya membaca buku.
"Apakah kamu tidak penasaran dengan istri dari Gus Adnan?" tanya Zahra.
"Kenapa aku harus penasaran, aku sudah tahu siapa yang menjadi istri dari gus Adnan, dan aku baru saja menyadarinya pagi tadi," ucap Aisyah yakin.
"Siapa?" tanya Zahra ingin tahu.
"Apakah kamu tidak menyadari gerak-gerik Gus Adnan dan Adiba, aku tadi sempat kagum dengan Adiba karena Iya berani menatap Gus Adnan, bahkan menatap dan cara bicaranya juga seperti ditekan, dan yang paling penting adalah raut wajah Gus Adnan terlihat sangat kuatir dengan keadaan Adiba dibandingkan dengan ustadzah Zulaikha." Papar Aisyah.
"Kenapa aku baru sadar ya, kamu benar sekali, kamu tahu tidak, ketika aku pergi ke ndalem, untuk memanggil Bu nyai, justru Gus Adnan yang pertama kali yang bertanya, aku bilang saja ini Adiba sedang berada di kamar ustadzah Zulaikha, dan kamu tahu Gus Adnan yang langsung pergi menyusul Adiba, bahkan jalannya saja cepat banget, hehhe..,' kata Zahra cengengesan, Zahara baru pertama kali melihat Gus Adnan yang sangat kuatir dengan perempuan.
__ADS_1
"Kita tunggu saja malam ini, jika benar tebakan kita, maka aku tidak akan segan-segan meminta Adiba untuk mentraktir kita makan," ucap Zahra semangat.
"Siip, nanti aku yang akan bilang dengan Adiba," ucap Aisyah tak kalah semangat.
***
Sinar matahari berganti dengan sinar bulan, malam ini bulan dan bintang terlihat sangat indah, dan sinarnya yang terang membuat bumi menjadi terang.
Setelah selesai shalat isya semua ustadz, ustadzah, santri dan santriwati, sudah berkumpul di dalam masjid, mereka akan mendengarkan pengumuman yang akan pak Kyai Hamza sampaikan.
Pak Kyai Hamza berjalan ke depan agar bisa berhadapan dengan santri dan santriwati yang disayanginya.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," salam pak Kyai Hamza
"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh," jawab mereka serampak.
"Alhamdulillahi Rabbil alamin, assalatu wassalamu alaika sayyidina muhammadin wa'ala Alihi wasahbihi ajmain, amma ba'du. Para ustadz, ustadzah, dan anak-anak yang aku sayangi. Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan sehingga pada kali ini kita semua dapat berkumpul ditempat ini dalam keadaan sehat wal'afiat.
"Tidak lupa shalawat dan salam tercurahkan kepada nabi Muhammad Saw, keluarganya beserta sahabat. Semoga kita semua mendapatkan syafaat nya dan mendapatkan petunjuk hingga akhir kiamat nanti.
"Saya disini ingin menyampaikan kabar baik, yaitu tentang pernikahan anak pertama saya yang bernama Muhammad Adnan Malik dengan Adiba Afsheen Myesha, pernikahan mereka sudah berlangsung sejak satu tahun yang lalu, saya juga meminta beribu maaf kepada kalian semua, karena telah menyembunyikan pernikahan mereka, karena ini juga keinginan menantu saya, dan pernikahan mereka juga tidak diadakan disini, akan tetapi di Jakarta, tempat tinggal Adiba.
"Saya mohon doa restunya agar pernikahan anak saya menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah, hanya maut memisahkan dan berkumpul di dalam surga, amin Ya rabbal alamin.
Sebelum pak Kyai Hamza mempersilahkan Gus Adnan dan Adiba maju ada suara seseorang yang…
"Saya tidak terima…teriak orang itu.
Siapakah dia….
Bersambung
__ADS_1
Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰
Salam kenal semua…