Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba

Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba
Drama


__ADS_3

"Saya tidak akan mengizinkan anak saya harus kamu bawa, siapa kamu?" ucap Adiba dingin.


"Aku adalah ibu kandungnya sendiri, aku berhak atas anak itu!" Tekan Ning Farah.


"Kamu bilang, kamu berhak atas anak itu karena kamu adalah ibu kandungnya, tapi kamu lupa ya, kamu pergi saat anak itu masih berumur satu hari, dengan tega meninggalkan anak kandung sendiri demi bersama dengan laki-laki lain, miris sekali." Ungkap Alifa santai seraya menggelengkan kepalanya.


"Apa yang kamu bilang, aku tidak pernah melakukan itu," ucap Ning Farah sendu.


"Oh ya, kenapa baru sekarang kamu bertemu dengan anak kamu, selama ini kamu tidak pernah datang mengunjungi anak kamu itu. Aku ingin bertanya, anak kamu ada berapa dan siapa namanya?" tanya Adiba dingin.


Dengan percaya diri Ning Kinan menjawab pertanyaan Adiba. "Anak ku ada satu, namanya Zayyan,"


Adiba menatap miris dengan Ning Farah, ternyata yang Dia ingat cuma Zayyan, sedangkan Syila Dia lupakan begitu saja, hati Adiba sakit salah satu anaknya harus dilupakan oleh ibu kandungnya sendiri.


"kamu memang wanita yang sangat kejam, jika permasalahannya hanya anak lebih baik kita bertemu di pengadilan saja, siapa yang berhak untuk mendapatkan hak anak," ucap Gus Adnan tegas.


"Oke saya akan menuntut kamu di pengadilan, kamu sudah membuat anak saya menderita selama ini, kamu juga kan yang menyuruh anak saya untuk berpura-pura mati, agar kamu bisa menikah dengan wanita itu," bentak mama Ning Farah.


Sejak tadi mama Ning Farah selalu diam, tapi ketika Adiba menjelekkan anaknya dan Adnan yang ingin ke pengadilan membuat mama Ning Farah tidak bisa menahan amarahnya.


"Apakah anda menuduh saya yang jahat dengan anak anda, seharusnya anda sadar, saya menikah dengan istri saya baru 2 tahun ini, sedangkan saya sudah 5 tahun lebih berpisah dengan anak anda, coba anda pikirkan dengan logika untuk apa saya menyuruh anak anda untuk pura-pura mati, tidak ada untungnya bagi saya," papar Gus Adnan sinis.


"Jangan pernah membalikkan fakta, saya tidak akan pernah percaya dengan kamu dan keluargamu ini, saya menyesal sudah menjodohkan anak saya dengan pria seperti kamu," bentak mama Farah.


"Kamu berani sekali membentak anak saya, saya juga menyesal telah menerima anak kamu itu menikah dengan anak saya, asal kamu tahu anak kamu itu penipu, sudah baik anak saya selama sembilan bulan ini berbuat baik kepada anak anda, padahal anak yang dikandung anak mu itu bukan dari anak saya," teriak umi Ayu.


Umi ayu tidak terima anaknya yang selalu disalahkan, padahal yang sudah membohongi mereka itu adalah Ning Farah.

__ADS_1


Ning Farah yang mendengar ucapan umi Ayu langsung menangis di dekapan sang mama.


"Mama… mereka menuduh aku yang jahat, apakah aku memang tidak pantas untuk mengambil apa yang harus aku miliki, aku selama ini selalu bersabar dan memperbaiki diri agar nantinya bisa menjadi ibu yang baik," racau Ning Farah dipelukan sang mama.


Alifa melihat drama Ning Farah, memutar bola matanya. "Bagus juga akting wanita ini, cocok mendapatkan penghargaan seorang Antagonis." Alifa tertawa kecil.


"Mas," rengek Adiba.


"Ada apa sayang," ucap Gus Adnan.


"Kapan kita bongkar semua kebusukan wanita aneh itu?" bisik Adiba.


"Tunggu sebentar lagi, jika kamu ingin mengikuti aktingnya, mas persilahkan," canda Gus Adnan tersenyum kecil.


"Baiklah," ucap Adiba senang.


"Hai sayang, kamu kenapa?" tanya Gus Adnan kebingungan.


Umi ayu juga mendekati Adiba dan mengelusnya dengan lembut agar Adiba bisa tenang.


"Mas wanita itu jahat sekali, Dia cuma mengingat satu anaknya saja, apakah seorang ibu harus melupakan anak-anak yang dikandungnya sendiri, bagaimana perasaan anak itu jika seorang ibu yang melahirkannya tidak mau mengakuinya,"


"Kenapa seorang ibu hanya mengingat anak laki-lakinya dari pada anak perempuannya," lirih Adiba.


Ning Farah hanya terdiam, melihat Adiba yang berbicara seperti itu.


Adiba menatap tajam ke arah Farah. "Kamu adalah ibu yang sangat kejam di dunia ini, dimana hati nurani kamu, seorang anak yang masih merah dan membutuhkan asi dari ibunya, tapi semua itu tidak kamu lakukan,"

__ADS_1


"Kamu juga tidak pernah tahukan bagaimana kehidupan mereka, sejak kecil mereka hidup tanpa seorang ibu, hanya Keluarga ini lah yang mereka punya, keluarga yang menyayangi, dan memberikan segalanya,"


"Sekarang aku tanya kamu, dimana kamu bersembunyi selama ini, dimana sosok ibu yang datang ingin menjemput anaknya dengan cara tidak tahu terima kasih, kamu pikir kami adalah orang-orang yang bisa kamu tipu. Tidak, kami tahu segalanya, dimana kamu selama ini dan apa rencana kamu datang ke Indonesia ini," terang Adiba seraya menghapus air matanya.


"Mas kamu jangan diam saja, tunjukkan semua bukti-bukti yang selama ini kita dapat, beritahu kepada orang tuanya ini agar jangan terlalu percaya kepada anak yang seperti ini, di depan orang pura-pura menjadi yang lemah, tapi dibelakangnya berani berbuat kejahatan." Tekan Adiba.


"Aku, capek ngomong sama wanita itu, aku ingin tidur," ucap Adiba santai.


"Umi," rengek Adiba.


Umi Ayu yang sudah paham dengan sikap menantunya langsung berdiri dan mengikuti Adiba yang berjalan ke arah kamarnya.


 "Istri saya sudah banyak berbicara, seharusnya kamu sadar, kamu itu melahirkan dua orang anak, laki-laki dan perempuan."


Ning Farah semakin terdiam mendengar ucapan dari Gus Adnan, begitu juga dengan kedua orang tuanya.


Gus Adnan meletakkan sebuah map di atas meja. "Silahkan kalian baca dan lihat, disini siapa yang salah dan yang benar."


Kedua orang tuanya Ning Farah terkejut melihat semuanya dan menatap tajam putrinya.


"Kamu benar-benar anak…….


Bersambung


Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰


Salam kenal semua…

__ADS_1


__ADS_2