Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba

Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba
Penangkapan


__ADS_3

Andrian masih di tempat itu, sedang menunggu pihak berwajib, sedangkan Gus Adnan sudah lebih dahulu pergi membawa Zayyan ke rumah sakit.


Tidak terlalu lama menunggu, pihak berwajib datang. "Maaf kami terlambat," ucap polisi.


"Tidak apa-apa, aku ingin anda menghukum mereka seberat-beratnya, dan untuk perempuan itu saya sarankan untuk diperiksa ke dokter psikologi, karena saya merasa Dia seperti orang stres," ucap Andrian.


"Baiklah akan saya laksanakan, lalu bagaimana dengan laki-laki itu?" tanya polisi.


"Untuk laki-laki itu kamu bawa saja lebih dulu, nanti saya juga akan kesana untuk menyerahkan beberapa kejahatan yang sudah dilakukannya selama ini, dan Dia juga pengedar narkoba," ucap Andrian tenang.


Setelah kepergian polisi Andrian juga pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan keponakannya, tapi sebelum itu Andrian ingin menyiapkan bukti-bukti yang sudah Gus Adnan berikan kepadanya untuk diserahkan kepada pihak berwajib.


***


Di rumah Ning Farah, pak kyai Hasan mendapatkan kabar bahwa sang anak saat ini sedang berada di rumah sakit, tanpa banyak kata pak kyai Hasan bersama sang istri langsung pergi.


Ning Farah yang mendapatkan tembakan harus dilarikan ke rumah sakit terlebih dahulu. Keadaan Ning Farah saat ini sangat mengkhawatirkan karena banyak mengeluarkan darah, dan untungnya  golongan darah Ning Farah tidak sulit untuk dicari.


Pak kyai Hasan dan istrinya berlari cepat menuju kamar sang putri sedang dioperasi, di depan pintu sudah ada beberapa polisi yang berjaga membuat pak kyai Hasan dan istrinya kebingungan.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," salam pak Kyai Hasan.


"Wa'alaikum salam," jawab para polisi serampak.


"Maaf pak, kenapa anak saya harus dijaga seketat seperti ini?" tanya Pak Kyai Hasan bingung.


"Mohon maaf sebelumnya, ada sesuatu yang penting harus saya sampaikan kepada anda berdua, dan sebelum mengatakan itu saya akan memperkenalkan nama yang lebih dahulu, nama saya adalah Jordan," ucap polisi itu dengan sopan.


"Begini pak Kyai, anak Anda saat ini sedang dioperasi karena mengalami penembakan, dan anak anda juga terlibat dalam pembunuhan berencana," papar pak Jordan tegas.


"Kamu jangan berbohong dengan saya, anak saya adalah anak yang baik, tidak mungkin melakukan kejahatan seperti itu," teriak ibunya Ning Farah marah.

__ADS_1


"Sudah tahu anaknya salah, masih saja dibela, ternyata Ning Farah mempunyai ibu yang sama seperti dirinya, sayang sekali tidak menuruni pak Kyai Hasan yang baik hati, lembut dan berwibawa," sindir Andrian.


"Siapa kamu, berani sekali kamu menghina saya, kamu tidak tahu siapa saya?" bentak ibunya Ning Farah semakin menjadi-jadi.


"Anda tidak perlu tahu siapa saya, saya datang kesini hanya ingin menemui bapak polisi," ucap Andrian santai dan tidak melawan ibunya Ning Farah yang semakin kesal.


"Maksudnya nak ini apa ya? bisakah kamu menjelaskannya kepada saya, agar saya tahu apa yang sebenarnya terjadi!" ucap pak kyai Hasan sopan.


"Anak anda sudah melakukan kejahatan yang tidak bisa diampuni, karena yang menjadi korbannya adalah anaknya sendiri. Ning Farah bekerja sama dengan seseorang untuk menculik Zayyan dan Syila, bahkan dengan tidak ada rasa peduli dan cinta sedikitpun, Ning Farah memberikan kekerasan fisik dan lebih parahnya lagi, Ning Farah ingin membunuh Zayyan, dan yang harus anda tahu, sekarang ini Zayyan sedang melawan antara hidup dan mati," jelas Andrian panjang lebar.


"Untuk kamu, saya rasa kamu sudah gagal menjadi seorang ibu, karena dengan pendidikan yang kamu berikan justru membuat Dia menjadi seorang pembunuh, mulai lah untuk berubah menjadi lebih baik dan renungkan semua perbuatan yang telah kamu lakukan selama ini." pesan Andrian dan langsung pergi meninggalkan rumah sakit itu.


Rumah sakit Ning Farah dirawat dengan rumah sakit Zayyan dirawat tidak sama, jadi mereka tidak bertemu.


"Abi, tidak mungkin anak aku melakukan hal seperti itu, aku yakin laki-laki itu hanya ingin memfitnah anak kita saja," ucap ibunya Ning Farah dengan air matanya mengalir membasahi pipinya.


"Maaf mengganggu, tapi apa yang dikatakan oleh tuan Andrian tadi itu semuanya memang benar, ini rekaman yang tuan Andrian berikan kepada kami, anda bisa melihatnya sendiri," ucap pak Jordan.


Tubuh pak kyai Hasan dan sang istri menegang melihat perbuatan sang anak yang sangat kejam. "Umi lihat sendiri kan bagaimana kelakuan anak kita, inilah buktinya, kamu selalu memanjakan anak itu, sehingga menjadi seperti ini, sekarang Abi tidak akan ikut campur dalam urusan ini, Abi akan menyerahkan semuanya kepada pihak berwajib." Pak kyai Hasan pergi meninggalkan rumah sakit dengan perasaan sedih, marah, dan kecewa.


Ibunya Ning Farah hanya bisa menangis dan terduduk di lantai, ibunya Ning Farah masih tidak percaya, tapi semua yang ada di video itu nyata. Ibunya Ning Farah hanya bisa sedih melihat kelakuan sang anak yang sudah kelewat batas, sampai darah dagingnya sendiri menjadi korbannya.


***


Di rumah sakit yang lain, Gus Adnan sedang duduk menunggu kabar putranya, dan untuk Syila sudah diperiksa dan keadaannya baik-baik saja, mungkin Syila hanya akan mengalami trauma.


Drt…drt… handphone Gus Adnan berbunyi dan terlihat di layar nama ayah nya.


Gus Adnan


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,"

__ADS_1


Abi Hamza


"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, bagaimana Adnan apakah cucu-cucu Abi baik-baik saja?"


Gus Adnan


"Aku sudah berhasil menyelamatkan anak-anak, Alhamdulillah Syila baik-baik saja, dan sudah ditangani oleh dokter, dan…." suara Gus Adnan serak


Abi Hamza


"Dan apa Adnan, jangan membuat Abi kuatir?" dengan suara yang kesal.


Gus Adnan


"Zayyan mendapatkan luka tembak di perutnya sebanyak dua kali, dan sekarang ini dokter masih di dalam," suara serak disertai dengan air mata yang kembali mengalir.


Abi Hamza


"Astaghfirullah, Abi akan kesana, kamu jangan kemana-mana," 


Setelah mengatakan itu, Abi Hamza langsung mematikan teleponnya dan pergi kerumah sakit tanpa memberitahu istri dan menantunya.


Setelah menunggu selama beberapa jam akhirnya operasinya selesai, dan dokter keluar dari ruangan itu dengan wajah yang kekalahan.


Gus Adnan langsung berdiri dan mendekati dokter tersebut. " Bagaimana keadaan anak saya, anak saya baik-baik saja kan?" tanya Gus Adnan cepat dengan suara dingin.


Dokter itu menghela nafas panjang melihat Gus Adnan yang begitu mengkhawatirkan anaknya. "Alhamdulillah operasinya lancar, dan……


Bersambung


Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰

__ADS_1


Salam kenal semua…


__ADS_2