Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba

Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba
Korea Selatan


__ADS_3

Gus Adnan menatap seorang laki-laki yang memakai pakaian hitam dilapisi dengan jaket kulit dan bawahannya celana jeans, laki-laki yang sangat mirip dengan Gus Adnan Iya adalah Muhammad Hanan Malik, anak Gus Adnan yang pertama.


Gus Adnan tersenyum dan memeluk sang adik yang tidak pernah ingin pulang. Tetapi ketika Gus Adnan ingin pergi jalan-jalan, Gus Hanan tidak mau ketinggalan, karena apabila Ning Kinan ikut maka Gus Hanan juga ikut.


"Kamu apa kabar?" tanya Gus Adnan


"Alhamdulillah aku baik-baik saja bang, Abang aku kan sudah ikut kesini dan pastinya aku akan menjaga anak-anak Abang, maka karena itu, aku ingin Abang membelikan ini." Gus Hanan melihatkan sebuah gambar yang ada di handphonenya, satu barang yang diinginkannya.


"Kamu tidak pernah berubah, kamu sama Kinan sama saja. Abang akan membelikan apapun yang kalian inginkan, tapi kalian berdua harus bisa menjaga anak-anak Abang dengan baik." Perintah Gus Adnan tegas menatap kedua adiknya yang tersenyum bahagia.


"Siap, laksanakan," ucap Gus Hanan dan Ning Kinan serampak.


Setelah berbicara dengan sang kakak, Gus Hanan memeluk sang adik dan juga berkenalan dengan yang lain.


Ketika mendekati sang kakak, Gus Hanan melihat perempuan yang sangat cantik sedang menggendong keponakannya. "Kakak siapa Dia?"


"Astaghfirullah, Abang lupa mengenalkannya sama kamu, ini adalah istri Abang, namanya Adiba Afsheen Myesha, yang sering Abang ceritakan sama kamu," ucap Gus Adnan senang.


"Ooch… pantas saja Abang suka dengan kak Adiba, ternyata memang benar-benar cantik, dan juga sangat baik, sepertinya keponakan aku lebih menyayangi umi nya daripada Abinya." Gus Hanan tertawa bahagia seraya memukul tangan gus Adnan.


"Kakak ipar, apakah kakak yang selama ini selalu mengirimkan uang untuk adik mu ini?" tanya Gus Hanan antusias.


Adiba tersenyum dengan sikap adik iparnya yang satu ini. "Iya, itu benar, kakak hanya ingin adil saja dengan adik-adik kakak," ucap Adiba.


"Kakak ipar memang paling baik sedunia, bahagia hidup ini, mempunyai Abang dan kakak ipar yang tidak pelit dengan adik-adiknya," ucap Gus Hanan senang.


Selama ini Adiba memang selalu memberikan adik-adik ipar nya berbagai hadiah, karena Gus Hanan jauh, maka Adiba lebih memilih untuk mengirim uang saja.


Karena kebaikan yang Adiba lakukan itulah yang membuat Gus Hanan dan Ning Kinan sangat menyayangi kakak iparnya, bagi mereka mendapatkan kakak ipar seperti Adiba ini sangat lah sulit.


Kebanyakan di dunia ini, setelah kakak laki-laki menikah, maka keuangan akan dipegang oleh sang istri, dan untuk memberikan adik-adik saja akan susah, apabila mempunyai kakak ipar yang pelit.

__ADS_1


"Hanan sudah bicaranya… kita pergi dulu ke hotel untuk istirahat, nanti sore setelah shalat ashar kita akan pergi jalan-jalan di sekitar hotel dulu, besoknya baru kita pergi sesuai dengan jadwal yang sudah kita tentukan," ucap Gus Adnan.


Mereka tiba di hotel bintang lima, hotel yang sangat mewah dan harganya permalam juga fantastis bagi orang-orang yang tidak memiliki banyak uang.


Kamar yang Gus Adnan pesan adalah kamar yang paling mahal di hotel ini, tidak tanggung-tanggung Gus Adnan mengeluarkan uang yang banyak, ini juga demi kenyamanan mereka.


***


Hari yang cerah, setelah sarapan, perjalanan pertama mereka adalah ke Coex Aquarium.


Coex Aquarium adalah salah satu yang wajib dikunjungi ketika pergi ke Korea. Coex Aquarium sangat cocok untuk liburan anak-anak, karena di Coex Aquarium memiliki berbagai zona tema yang menampung lebih dari 40.000 makhluk laut. Di Coex Aquarium kamu akan menemukan penguin Humboldt, ubur-ubur bulan, hiu harimau pasir, piranha yang menyeramkan dan banyak lagi.


Zayyan dan Syila selalu tersenyum dan sangat antusias ketika melihat berbagai binatang laut, mereka berdua tidak berhenti bertanya kepada Gus Adnan dan Adiba.


Kurang lebih 3 jam mereka habiskan di Coex Aquarium, kebahagiaan selalu terpancar dari raut wajah mereka, tidak ada kata lelah.


Adiba menatap anak-anak dengan lembut. "Apakah anak-anak umi senang?"


"Iya umi, Zayyan juga ingin pergi kesini lagi nanti, Zayyan suka, banyak bintang laut yang bisa Zayyan lihat," ucap Zayyan tak kalah semangat.


"Nanti kita akan liburan lagi kesini, tapi dengan satu syarat, anak-anak umi harus rajin belajar, dan menambah hafalannya," nasehat Adiba.


"Baik umi," ucap Zayyan dan Syila serampak.


Setelah di Coex Aquarium, mereka pergi ke restoran terlebih dahulu, untuk makan siang, setelah ini baru mereka akan melanjutkan perjalanan mereka.


Pilihan kedua yang mereka ambil adalah pergi ke Gwangjang Market.


Gwangjang Market merupakan salah satu pasar tradisional tertua dan terbesar di Korea Selatan.


Gus Adnan dan keluarga, pergi ke Gwangjang Market karena mereka ingin menikmati makanan khas Korea Selatan, salah satunya adalah Tteokbokki.

__ADS_1


Tteokbokki adalah salah satu makanan khas Korea yang sangat terkenal, dan makanan yang paling terkenal dan enak di Gwangjang Market adalah Bindaettoek, in adalah penekuk kacang hijau gurih yang populer di koran.


Tidak hanya itu yang mereka beli, ada beberapa makanan yang beli seperti mandu, kimbab, dan lain-lainnya.


"Umi makanan disini enak-enak ya, Zayyan mau itu lagi boleh!" Zayyan menunjuk penjual kimbab.


"Boleh sayang, ayo kita beli lagi, tapi tidak boleh terlalu banyak ya," nasehat Adiba.


"Baik umi, akan selalu Zayyan ingat ucapan umi." Zayyan dan Adiba berjalan ke arah penjualan kimbab.


Syila dan Gus Adnan mereka berdua pergi ke tempat makanan yang diinginkan oleh Syila, jadi mereka terpaksa terpisah untuk sementara karena anak-anak mereka menginginkan makanan yang berbeda.


Untuk yang lain mereka pergi sendiri-sendiri, dan Gus Adnan juga sudah memberikan uang kepada kedua adiknya.


Sebenarnya sejak Adiba menginjakkan kakinya di Korea Selatan ini, ada satu pertanyaan yang masih Adiba simpan, yaitu tentang kekayaan sang suami.


Setelah di Gwangjang Market, mereka kembali ke hotel untuk beristirahat, karena besok baru melanjutkan perjalanan mereka ke tempat-tempat lainnya yang sering dikunjungi oleh wisatawan.


Setelah selesai mandi Gus Adnan dan Adiba duduk santai di kasur, Adiba yang bersandar di dada sang suami.


"Mas!" Panggil Adiba.


"Iya sayang ada apa?" tanya Gus Adnan.


"Sebenarnya kamu ini siapa sih mas, kamu bisa melakukan apapun yang kamu inginkan, bahkan kita saja tinggal di hotel bintang lima," ucap Adiba penasaran.


Gus Adnan tersenyum, dan cup… Gus Adnan mencium bibir sang istri." Aku…


Bersambung


Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰

__ADS_1


Salam kenal semua…


__ADS_2