Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba

Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba
Ustazah Zulaikha


__ADS_3

"Saya tidak terima ini pak Kyai, yang harus menjadi istrinya Gus Adnan adalah saya, bukan gadis itu." tunjuk wanita yang memakai baju hitam ke arah Adiba.


"Ustazah Zulaikha, jangan pernah menunjuk istri saya seperti itu, saya sudah berapa kali mengatakan ini, bahwa saya tidak pernah memiliki perasaan kepada Anda. Saya juga memperingatkan anda untuk tidak terlalu jatuh cinta kepada saya," ucap Gus Adnan dingin.


"Apa kurangnya saya Gus, sehingga anda tidak pernah melirik saya, bukannya Adiba itu hanya wanita yang biasa yang datang kesini untuk belajar agama. Dari segi keturunan saya Adalah yang terbaik, saya lulusan terbaik universitas Islam Indonesia, dan saya juga lulusan dari pondok pesantren ini. Apa yang anda lihat dari wanita itu? Adiba itu tidak sebanding dengan anda ,keturunan dari para ulama. ucap ustadzah Zulaikha menggebu-gebu.


"Kamu mau tahu alasan saya memilih Adiba sebagai istri saya, karena Adiba adalah gadis yang saya tunggu selama 6 tahun ini, bahkan Adiba lah yang membuat saya merasakan artinya jatuh cinta dan yang paling penting Adiba adalah pilihan dari anak-anak saya sendiri,"


"Adiba memang masih sekolah, bahkan umurnya baru 18 tahun, tapi dia sudah mempunyai penghasilan sendiri, mandiri, tidak pernah membeli barang-barang yang tidak perlu, dan yang paling penting adalah perkembangan Zayyan dan Syila selama setahun ini mengalami peningkatan yang signifikan,"


"Zayyan dan Syila yang dulu selalu tidak ingin berinteraksi dengan orang lain, maka selama mengenal Adiba mereka berdua mulai mau berteman dan berkenalan dengan orang lain,"


"Mungkin anda lupa, kejadian yang terjadi sebelumnya, siapa yang menyelamatkan nyawa Ayah saya? Kalian semua pasti ingat dengan kejadian itu karena kalian sendiri yang melihat bagaimana Adiba dengan senang hati menukarkan nyawanya demi menyelamatkan orang yang begitu berarti dalam hidup saya." Tekan Gus Adnan.


Gus Adnan memandang sang istri penuh cinta dan tersenyum manis, bagi Gus Adnan Adiba adalah wanita yang luar biasa, tidak ada yang bisa menggantikannya, karena pesona Adiba akan selalu candu bagi Gus Adnan.


Semua orang yang mendengar perkataan Gus Adnan, tidak ada yang berani berbicara, dan juga mereka kagum dengan ketulusan cinta Gus Adnan dan Adiba.


Semua orang yang berada di dalam aula itu merasakan sedih, karena kejadian itu mereka tidak ada yang berani menolong pak Kyai, bahkan bergerak saja mereka ketakutan, cuma Adiba yang sigap melumpuhkan semua preman-preman yang mengepung masjid pada waktu ini.


"Ustazah Zulaikha, saya mohon kepada anda untuk tidak memaksa keinginan anda," ucap pak kyai Hamza lembut.


Ustadzah Zulaikha mengepalkan tangannya, Iya marah karena semua orang sudah tidak peduli lagi dengannya. "Jika saya tidak bisa menjadi istri dari Gus Adnan, maka tidak ada yang boleh menjadi istri anda, akan saya lakukan berbagai cara untuk memisahkan kalian." Tersenyum licik.


"Berani kamu Menyentuh seujung jari istri saya, maka saya sendiri yang akan membalasnya," ucap Gus Adnan tegas.


"Hahaha… apa yang bisa kamu lakukan Gus, saya adalah anak dari seorang pengusaha no 1 di kota ini, dan ayah saya juga seorang donatur disini, dengan jentikan jari saja, pondok pesantren As-Salam ini tidak akan ada lagi." Tersenyum licik.


"Kamu pikir saya takut dengan semua yang kamu ucapkan, tidak sama sekali, silahkan lakukan apa yang kamu inginkan, akan saya tunggu." bentak Gus Adnan.


Umi Ayu, para ustadz, ustadzah, santri dan santriwati, mereka merasakan ketakutan dengan ancaman ustadzah Zulaikha, karena mereka semua tahu dengan kekuatan keluarganya, hanya pak Kyai Ali dan Adiba yang masih tenang, tidak terganggu dengan ancaman ustadzah Zulaikha.


Zulaikha melihat semua orang merasakan ketakutan, tersenyum lebar, karena Iya yakin sekali dengan kedatangan kedua orang tuanya, maka mereka tidak akan ada yang berani melawannya.

__ADS_1


Gus Adnan masih diam, tidak mengatakan apa-apa, karena Gus Adnan mempunyai firasat yang tidak baik, Iya merasakan ustadzah Zulaikha sudah merencanakan sesuatu.


"Andrian," panggil Gus Adnan pelan.


"Iya Gus ada apa?" tanya Andrian pelan.


"Kamu keluar lah lebih dulu, dan siapkan semua anak buah kita, aku yakin sebentar lagi akan terjadi kekacauan," jelas Gus Adnan.


"Baik akan saya laksanakan." Andrian keluar dari masjid.


Sekitar 10 menit, mereka semua yang ada di dalam aula pertemuan, mereka dikejutkan dengan kedatangan kedua orang tua ustadzah Zulaikha dengan beberapa pengawalnya.


Sekilas tentang ustadzah Zulaikha


Ustazah Zulaikha adalah anak salah satu pengusaha sukses di kota Bandung, dan juga ada memiliki cabang di beberapa kota.


Ustazah Zulaikha, sudah menyukai Gus Adnan sejak awal Iya menginjakkan kakinya di pondok pesantren As-Salam ini.


Tapi semua sirna, ketika mendapatkan kabar bahwa Gus Adnan sudah di jodohkan dengan seorang Ning.


Maka dari itu ustadzah Zulaikha berusaha untuk menghilangkan rasa sukanya, karena lawannya bukan sembarang orang.


Setelah kematian Almarhum istri Gus Adnan, ustadzah Zulaikha kembali ke pondok pesantren As-Salam ini alasannya adalah untuk mengajar.


Tapi semua usaha yang dilakukan oleh ustadzah Zulaikha selalu sia-sia. Sampai akhirnya kedatangan Adiba yang disambut baik oleh keluarga ndalem, bahkan Adiba bisa dekat dengan anak-anaknya Gus Adnan membuat ustazah Zulaikha mulai membenci Adiba, dan puncaknya adalah saat kejadian kedatangan adik pak Kyai yang ingin menghancurkan pondok pesantren, dimana Adiba mengalami luka dan Gus Adnan yang menggendong Adiba, membuat hati ustazah Zulaikha semakin panas.


Karena rasa cemburu dan obsesinya kepada Gus Adnan membuatnya berubah menjadi jahat, dan yang memfitnah Adiba adalah ustadzah Zulaikha sendiri.


Ketika Adiba memperingatinya, ustadzah Zulaikha ketakutan dan menelpon orang tua untuk membantunya melawan Adiba dan Pak Kyai, karena ustadzah Zulaikha tahu sang ayah adalah salah satu donatur untuk pondok pesantren As-Salam.


****


Gus Adnan, pak Kyai Hamza, Adiba, Bu nyai Ayu sedang berhadapan dengan kedua orang tua ustadzah Zulaikha.

__ADS_1


"Saya tidak ingin basa-basi, saya ingin anak saya Zulaikha menjadi istri dari Gus Adnan, misalnya tidak bisa menjadi pertama, maka bisa menjadi yang kedua, anak saya tidak akan menghalanginya," tuntut ayah ustadzah Zulaikha.


"Saya tetap tidak akan pernah menduakan istri saya sampai kapanpun." ucap Gus Adnan tegas.


"Kamu berani melawan saya, kamu tidak tahu saya, apabila kamu tetap bersikeras dengan ucapan kamu, maka saya akan menarik kembali uang yang saya berikan kepada pondok pesantren ini," bentuk ayah ustadzah Zulaikha.


Umi Ayu semakin memegang tangan Adiba dengan erat, Iya tidak ingin menantu kesayangannya disakiti. "Abi serahkan saja semua yang pak Zainal berikan, bukannya Abi juga punya catatannya, apabila uang yang Abi miliki tidak cukup, maka pakailah perhiasan Umi, umi ikhlas kehilangan semua perhiasan yang umi miliki daripada harus melihat anak dan menantu umi tersakiti," ucap umi Ayu tegas.


"Aku juga akan memberi seluruh perhiasan dan tabungan yang aku punya untuk membantu Abi, aku tidak peduli dengan kehilangan harta, harta bisa dicari, tapi kebahagiaan dan kerukunan sebuah keluarga itu sulit untuk dicari," ucap Ning Kinan tegas.


Adiba yang mendengarkan ucapan umi Ayu dan adik iparnya menjadi terharu, Adiba semakin menyayangi keluarga suaminya, yang begitu tulus menerimanya.


Adiba memejamkan matanya sebentar untuk menenangkan hati dan emosinya. Adiba membuka matanya, berjalan ke samping sang suami dan menatap tajam ustadzah Zulaikha.


"Anda benar-benar melakukan hal ini, saya sudah memperingatkan anda, tetapi anda sendiri yang datang untuk kembali membuat masalah, maka jangan salahkan saya membuat keluarga anda juga hancur." Adiba menyeringai kejam.


"Dalam hitungan 10, semua yang dimiliki oleh kedua orang tua kamu akan hancur, 1, 2, 3, 4, 5, 6 , 7," ucapan Adiba terhenti ketika ayah ustadzah Zulaikha berbicara.


"Kamu pikir saya percaya dengan kebohongan kamu, hahaha… memangnya apa bisa kamu lakukan, kamu hanya seorang gadis yang merantau ke sini," hardik ayah ustadzah Zulaikha.


Gus Adnan yang mendengar Istrinya dihina, mengepalkan tangannya, dan ketika ingin maju untuk memukul ayah ustadzah Zulaikha, Adiba langsung memegang tangan Gus Adnan dengan erat.


Drrtt… handphone ayah ustadzah Zulaikha bergetar dan mengikatnya.


Apa….


ayah ustadzah Zulaikha menatap Adiba dengan tatapan….


Bersambung


Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰


Salam kenal semua…

__ADS_1


__ADS_2