
Kehamilan Adiba sekarang sudah berjalan 4 bulan. Perut Adiba terlihat lebih besar dari pada ibu hamil umumnya, karena adiba mengandung dua janin.
Hari ini di rumah ndalem banyak orang yang sedang sibuk untuk mempersiapkan acara 4 bulanan Adiba.
Gus Adnan mengadakan acara ini untuk tanda syukur karena Allah memberikan kepercayaan kepada dirinya dan Adiba untuk memiliki 2 anak. Acara ini diadakan khusus umum, jadi santri dan santriwati bergotong-royong saling membantu mempersiapkan semuanya.
Gus Adnan juga mengundang anak-anak yatim pintu, dan warga-warga di sekitar pondok pesantren As-Salam ini untuk ikut mendoakan.
Adiba berjalan ke dapur dan melihat banyak orang yang sedang melakukan tugasnya.
"Umi," panggil Adiba manja.
"Ada apa dengan anak umi yang cantik ini?" Umi Ayu mendekati Adiba dan mengelus perut Adiba yang sudah terlihat sedikit besar.
"Bolehkah aku membantu yang lain, aku bosan, sejak tadi diam terus," pinta Alifa.
Melihat sang menantu yang meminta, terpaksa umi Ayu mengizinkan Adiba untuk membantu. "Oke kamu boleh ikut membantu, tapi harus ingat jangan jika sudah merasakan lelah, kamu harus istirahat," pesan Umi Ayu.
"Baik umi, siapa laksanakan," ucap Adiba semangat.
Umi Ayu hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap menantunya tidak pernah berubah, tapi ini lah yang membuat umi Ayu maresa bahagia.
Adiba kembali ke ruang keluarga, Adiba mulai membungkus peralatan sekolah yang akan diberikan kepada anak-anak yatim-piatu, dan anak-anak di desa.
__ADS_1
Dengan bantuan dari santriwati Adiba tidak terlalu lelah. Adiba hanya memeriksa dan merapikan bungkusan itu agar tidak ada yang tertinggal.
"Umi," teriak Zayyan dan Syila bersama-sama dengan wajah yang berkeringat dan ketakutan.
Adiba yang melihat anak-anaknya seperti sedang dikejar seseorang langsung mendekat dan membawa Zayyan dan Syila ke dalam pelukannya.
"Ada apa sayang, kenapa kalian lari-larian seperti ini?" tegur Adiba lembut.
"Umi, tadi kami bertemu dengan tante aneh!" ujar Syila takut.
"Siapa sayang, dan mengapa kalian takut?" tanya Adiba lembut.
"Tante itu bilang Dia adalah mama kami!" Adu Zayyan dan matanya berkaca-kaca begitu juga Syila.
Deg…
Deg…
Deg…
Jantung Adiba berdetak kencang, Adiba takut wanita itu akan berbuat nekat dan bisa saja mencelakakan Zayyan dan Syila demi keuntungan yang ingin wanita itu dapatkan. "Aku harus menyuruh Andrian untuk memperketat penjagaan, aku tidak ingin wanita itu masuk ke dalam pondok pesantren ini sesukanya," batin Adiba.
Adiba yang mendengar penjelasan kedua anaknya menjadi ketakutan, mata Alifa berkaca-kaca, sekuat tenaga adiba menahan amarah, dan takutnya. Untuk saat ini pikiran Adiba hanya satu yaitu untuk menenangkan kedua anaknya terlebih dahulu.
__ADS_1
Setelah Zayyan dan Syila tertidur, Adiba menatap Keduanya dengan air mata yang mengalir seraya mengelus lembut kepala Keduanya. "Umi janji tidak akan ada yang memisahkan kita, meskipun wanita itu adalah ibu kandung kalian, tapi wanita itu yang juga sudah membuang kalian, maka tidak ada hak lagi baginya untuk bersama dengan Zayyan dan Syila," batin Adiba marah seraya menghapus air matanya dengan kasar.
"Mbak Ijah," panggil Adiba pelan.
"Iya Ning ada yang saya bantu!" sahut mbak Ijah.
"Tolong jaga Zayyan dan Syila, jangan tinggalkan mereka, setelah aku keluar tolong kunci kamarnya dari dalam, jika bukan suara aku ataupun Gus Adnan maka jangan dibuka," perintah Adiba.
Meskipun mbak Ijah, tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Adiba, mbak Ijah tetap mengikuti perintah Adiba.
Setelah memeriksa keadaan kamar Zayyan dan Syila aman, Adiba pamit keluar untuk bertemu dengan sang suami, tanpa menghiraukan pandangan orang Adiba berlari kecil mencari Gus Adnan.
Melihat Gus Adnan yang sedang berbicara dengan para ustadz, Adiba langsung berlari dan memeluk sang suami dari belakang dan tangisnya semakin kencang.
Gus Adnan yang terkejut dengan pelukan itu, berusaha untuk melepaskannya, tapi sebelum itu terjadi Gus Adnan mendengar suara tangisan yang kencang dan suara itu adalah suara sang istri.
"Sayang," panggil Gus Adnan bergetar.
Setelah berhasil melepaskan pelukan Adiba Gus Adnan berbalik dan…
Bersambung
Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰
__ADS_1
Salam kenal semua…