
Di Sisi lain Gus Adnan sedang berhadapan dengan Ning Farah di warung. Gus Adnan mendapatkan telepon dari pak kyai Hasan yang memintanya untuk bertemu, tapi setelah menunggu beberapa menit yang datang adalah Ning Farah dan ibunya.
Syukurnya Gus Adnan tidak sendiri, Gus Adnan datang bersama dengan Andrian dan sudah meminta izin kepada Abi Hamza, tapi satu hal yang Gus Adnan lupakan adalah tidak meminta izin kepada umi dan istrinya.
"Dimana pak kyai Hasan?" tanya Gus Adnan datar.
"Ayah tidak bisa datang, jadi aku dan ibuku yang datang," ucap Ning Farah santai.
"Apalagi yang kalian inginkan?" tanya Gus Adnan datar.
"Apakah aku tidak boleh bertemu dengan mantan suami aku sendiri, bukannya kamu dulu selalu baik dengan ku, kenapa sekarang kamu jadi berubah seperti ini?" ucap Ning Farah sedih, lebih tepatnya pura-pura sedih.
Gus Adnan merasakan aneh dan tidak suka dengan sikap Ning Farah yang seperti ini. "Jika tidak ada yang ingin dibicarakan maka saya akan pergi sekarang, saya tidak suka dengan orang yang bertele-tele seperti kamu," ucap Gus Adnan datar.
Gus Adnan berdiri,ketika ingin berjalan tanpa sengaja Ning Farah memegang tangan Gus Adnan.
Gus Adnan yang merasakan tangannya di pegang oleh Ning Farah langsung melepaskannya dengan kasar hampir membuat Ning Farah terjatuh untung saja sang ibu dengan cepat menolong Ning Farah.
"Jangan pernah kamu sentuh tanganku, diantara kita berdua tidak ada hubungan lagi, jangan pernah melihat batasan, aku tidak akan segan-segan membuat kamu menderita, meskipun kamu adalah perempuan," bentak Gus Adnan marah.
"Kamu sebagai laki-laki tidak ada rasa kasihan sama sekali dengan anak ku, Dia hanya memegang tangan kamu, bukan meminta kamu menjadi suaminya lagi," bentak ibu Ning Farah.
__ADS_1
"Anda adalah istri dari seorang pak kyai Hasan, pak kyai Hasan mempunyai ilmu yang luar biasa beliau juga mempunyai pesantren yang juga cukup terkenal, tapi saya baru tahu ternyata istri dan anaknya tidak mempunyai adab yang baik," sindir Andrian.
"Apa yang kamu bilang hah, saya itu lebih tahu daripada kamu yang baru pertama kali masuk Islam, saya sudah banyak mempunyai ilmu dan saya tahu yang mana benar dan salah," bentak ibu Ning Farah.
"Oh ya… apakah istri dari seorang pak Kyai Hasan suka berteriak keras seperti ini di depan umum. Tadi anda bilang anda mempunyai ilmu agama yang banyak, tapi tentang laki-laki dan perempuan yang bersentuhan itu bukannya tidak boleh ya, apakah saya benar Gus?" Andrian menatap Gus Adnan dan tersenyum.
"Itu benar, dan anda seharusnya sudah lebih mengetahui tentang itu, tapi demi kebahagiaan anak, anda lupa dengan semua yang anda pelajari selama ini, anda seharusnya memberikan hukuman kepada anak anda ini karena sudah membohongi anda, tapi ya namanya seorang ibu itu tidak akan pernah menyalahkan anaknya tapi akan menyalakan orang lain." Gus Adnan menggelengkan kepalanya.
"Saya ingin tanya sekali lagi, apa yang sebenarnya yang ingin kamu tanyakan kepada saya, saya kasih waktu selama 15 menit, jika selama 15 menit anda tidak berbicara maka saya akan pergi dari sini," ucap Gus Adnan dingin.
"Oke aku akan ngomong sama kamu, aku harap kamu mengabulkan keinginan sederhana ku ini," ucap Ning Farah kelam.
"Apa?" tanya Gus Adnan dingin.
"Apakah hanya Zayyan yang kamu inginkan?" tanya Gus Adnan dingin.
"Iya hanya Zayyan, aku mohon sama kamu untuk memberikannya kepadaku, tapi jika kamu masih tidak memberikannya maka aku akan laporkan kamu ke pihak berwajib karena sudah mengambil Zayyan tanpa persetujuan aku," ancam Ning Farah.
"Apakah kamu lupa jika kamu masih mempunyai seorang putri yang juga menginginkan hak yang sama seperti kakaknya, apakah kamu sangat membencinya?" tanya Gus Adnan dingin.
"Maksudnya apa?" tanya nih Farah bingung.
__ADS_1
"Kamu masih mempunyai seorang putri, apakah kamu lupa dengan ucapan istri aku yang 2 hari lalu. Meskipun kamu merengek atau apapun yang aku tidak peduli, karena aku tidak akan pernah memberikan Zayyan kepada wanita yang sudah meninggalkan saat masih kecil," ucap Gus Adnan dingin.
"Aku tidak penting dengan anak perempuan itu, nantinya akan menyusahkan saja, lebih baik kamu berikan saja Zayyan kepadaku, kita bagi saja mereka, kamu yang merawat anak perempuan itu, aku yang akan merawat Zayyan, gampangkan," ucap Ning Farah enteng.
"Kamu memang seorang ibu yang tidak punya hati, anak sendiri tidak pernah diakui, kemana agama yang selama ini kamu pelajari, apakah hilang begitu saja?" sindir Andrian.
"Jangan pernah temui aku dan keluargaku lagi, aku tidak akan pernah memberikan mereka berdua kepada perempuan seperti kamu, aku tau niat kamu sebenarnya, kamu hanya ingin menggunakan Zayyan sebagai alat untuk mendapatkan semua keinginan kamu," ucap Gus Adnan dingin.
Ning Farah mengepalkan tangannya, iya sangat marah kepada Gus Adnan yang selalu saja menolak. "Aku akan membuat kamu dan keluarga kamu itu menderita," batin Ning Farah seraya tersenyum licik.
Gus Adnan berdiri dari duduknya dan menatap anak dan ibunya dengan tatapan tajam. "Jangan pernah berpikir untuk melakukan hal yang ekstrim, jika kamu berani menyentuh mereka dan keluargaku, maka saat itu juga aku tidak akan. Segan-segan lagi untuk menyebarkan video kamu bersama dengan laki-laki itu dan bagaimana kehidupanmu selama di luarnya negeri," ancam Gus Adnan dingin.
"Sial, kenapa dia bisa tahu tentang kehidupanku di luar negeri, aku harus segera melakukan secara B," batin Ning Farah.
Gus Adnan berdiri dari duduknya dan pergi menuju ke luar, sampai di luar Gus Adnan mendengar ucapan Ning Farah yang membuatnya semakin marah.
"Kamu tunggu saja aku sendiri yang akan membuat istri kamu……
Bersambung
Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰
__ADS_1
Salam kenal semua…