
Sekarang ini Gus Adnan di dapur bersama dengan mbak Ijah.
Gus Adnan sedang menyiapkan keinginan sang istri tercinta. Adiba ingin makan masakan Gus Adnan, tapi yang membuat Gus adnan tidak berdaya adalah, Iya harus membuat nasi goreng coklat. Memikirkannya saja sudah pusing, pasti rasanya akan sangat aneh.
Gus Adnan sudah mencoba membujuk Adiba dengan yang lain, tapi namanya orang ngidam jika keinginannya tidak terpenuhi maka akan menangis dan marah.
"Yang sabar ya Gus, ini hanya sebagai kecil keinginan Ning Adiba, masih ada 8 bulan lagi Gus harus sabar menghadapi wanita yang hamil dan juga mood orang hamil pasti akan berubah-ubah, jadi pesan mbak banyak-banyak yang sabar," pesan mbak Ijah.
Dengan telaten Gus Adnan membuatnya, Gus Adnan sebenarnya tidak tega melihat sang istri makan seperti ini, nasi yang tadinya berwarna putih berubah warna menjadi coklat dan rasanya juga tidak terlalu enak, ya Alhamdulillahnya masih bisa dimakan.
Setelah selesai, Gus Adnan membawa nasi goreng itu ke ruang keluarga, karena istri, anak-anak dan orang tuanya masih menemani Adiba.
"Sayang nasi gorengnya sudah jadi," ucap Gus Adnan.
"Wah… sepertinya enak," seru Adiba dengan bahagia.
"Apa itu umi," Zayyan melihat nasi berwarna coklat, membuat anak itu menjadi penasaran.
"Apakah aku boleh mencobanya juga umi," ucap Syila semangat, karena ini pertama kalinya Syila melihat masakan unik.
__ADS_1
"Ini nasi goreng coklat, kalian boleh juga untuk mencobanya," ucap Alifa bahagia.
Zayyan langsung berlari ke arah sang ayah dan duduk di pangkuannya. "Ayah, kenapa umi mau makan seperti itu?" bisik Zayyan di telinga Gus Adnan.
"Kita lihat saja sayang, ini keinginan adik kecil, kita tidak boleh membuat umi sedih, nanti adik bayi juga sedih."
Zayyan hanya mengangguk kepalanya, Zayyan ingin memberitahukan sang adik, tapi tatapan mata Syila hanya ke piring nasi goreng coklat.
Adiba menatap curiga sang suami dan anak laki-lakinya sedang berbisik-bisik. "Apa yang kalian bicarakan, kalian membicarakan umi ya?" tuduh Adiba dan matanya berkaca-kaca.
Gus Adnan dan Zayyan saling pandang dan langsung berdiri menghampiri Adiba. "Kami tidak membicarakan umi, kami hanya membahas tentang sekolah, kata Zayyan ada pr yang tidak bisa dikerjakan jadi butuh bantuan Abi." ucap Gus Adnan cepat dan Zayyan hanya mengangguk kepalanya.
Tapi mereka melupakan satu bocil yang melihat Abi dan Abangnya seperti sedang berbohong. "Umi Abang bohong, hari ini ibu guru tidak ada memberikan tugas rumah," ucap Syila polos dan tersenyum licik melihat Abi dan Abangnya ketakutan.
Adiba yang melihat sang suami ingin membantah, Adiba langsung berbicara. "Jika kalian berdua ingin protes maka hukuman Kalina berdua bertambah, " tegas Adiba.
Gleg… Keduanya hanya bisa menelan ludahnya, dengan terpaksa dan raut wajah yang menyedihkan, mereka berdua terpaksa memakannya.
Syila tertawa terbahak-bahak melihat Abi dan Abangnya menderita, begitu juga dengan Abi hamza dan Umi ayu. Karena pemandangan seperti ini lah yang membuat suasana menjadi ceria.
__ADS_1
Gus Adnan dan Zayyan berusaha sekuat tenaga untuk menghabiskan makanan itu, untungnya Gus Adnan tidak banyak membuatnya, jadi mereka bisa lebih cepat untuk menghabiskan nasi goreng coklat.
"Belum lahir saja Mereka, sudah menyiksa Abi dan Abangnya, siap-siap ya untuk 8 bulan ke depan," ucap umi Ayu senang.
"Aku tidak akan dekat dengan Abi lagi, ini semua gara-gara Abi aku juga harus ikut dihukum sama umi," batin Zayyan kesal.
"Kenapa kamu menatap Abi seperti itu," ucap Gus Adnan kesal.
"Aku kesal dengan ayah, ini semua karena ayah yang sudah berbohong," ucap Zayyan cemberut.
"Kenapa kamu juga ikut-ikutan ayah, kamu bisa jujur kan," ucap Gus Adnan kesal.
"Harusnya Abi itu mengalah dengan anak, bukannya membawa anak dengan hukuman seperti ini," Rajuk Zayyan.
Ketika Gus Adnan ingin membantah ucapan sang anak ada seseorang yang datang.
"Assalamualaikum…..
Bersambung
__ADS_1
Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰
Salam kenal semua…