Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba

Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba
Memperketat penjagaan


__ADS_3

Gus Adnan terus berada di samping sang istri, hatinya merasakan sakit melihat tangisnya yang sangat berbeda, karena ini pertama kalinya Adiba menangis kencang seperti takut kehilangan seseorang.


Gus Adnan sudah bertanya kepada orang-orang tapi tidak ada yang mengetahuinya, kenapa Adiba menangis.


Ceklik… bunyi pintu kamar terbuka, Gus Adnan menatap sang umi dengan tatapan sendu. "Umi," panggil Gus Adnan.


"Kamu yang kuat ya nak, nanti setelah sadar baru kita tanya, kenapa Dia menangis, tapi harus tetap jaga emosi, dan jangan tinggikan suara kamu, berbicara lah dengan suara yang lembut, agar istri kamu tidak takut," pesan umi Ayu.


"Umi tadi sempat berbicara dengan mbak Ijah, kata mbak Ijah istri kamu seperti ketakutan, ini kejadiannya saat Zayyan dan Syila yang datang-datang ketakutan dan menangis, membuat istri kamu juga ketakutan,"


"Tapi mbak Ijah tidak tahu apa yang mereka bicarakan, karena setelah Zayyan dan Syila tertidur baru disuruh untuk menjaga kedua anakmu," papar umi Ayu.


"Sekarang dimana Zayyan dan Syila?" tanya Gus Adnan.


"Anak-anak kamu masih tertidur, sepertinya mereka berdua sangat kelelahan," ucap umi Ayu.


Setelah kepergian sang umi, Gus Adnan melihat Adiba yang sudah membuka matanya. "Mas," panggil Adiba serak.


"Iya sayang ini mas, kamu mau apa?" tanya Gus Adnan cepat.


Adiba menggelengkan kepalanya, dan kembali menangis dipelukan suaminya. "Mas kamu harus suruh Andrian untuk memperketat penjagaan, wanita itu sudah datang," ucap Adiba terbata-bata.


"Maksudnya apa sayang?" tanya Gus Adnan bingung.


"Mantan istri mas datang ke pondok pesantren. Wanita itu menemui Zayyan dan Syila, dan wanita itu juga bilang kalau Dia adalah mamanya. Wanita itu juga mencengkram tangan Zayyan dan Syila dengan kuat, sehingga membuat tangan mereka merah-merah dan itulah yang membuat keduanya ketakutan, bersyukurnya kedua anak kita berhasil lepas dari wanita itu," cerita Adiba.


Gus Adnan tidak pernah menyangka Farah sudah sampai di Indonesia, dan sekarang sudah mulai mengganggu keluarganya. "Aku harus ekstra menjaga Adiba dan kedua anakku," batin Gus Adnan.

__ADS_1


"Mas," panggil Adiba.


"Iya sayang, ada apa?"


"Aku pengen makan, lapar," ucap Adiba memelas.


"Anak ayah dan umi lapar ya, tunggu disini biarkan Abi yang ambil ke dapur." Gus Adnan mengusap perut Adiba dan menciumnya.


"Jangan lama-lama," ucap Adiba cemberut.


"Iya sayang." Gus Adnan mencium kening Adiba lalu berjalan ke luar.


"Mbak Ijah tolong siapkan makanan untuk Adiba, nanti akan saya ambil," perintah Gus Adnan.


"Baik Gus,"


Gus Adnan berjalan ke luar rumah untuk menemui Andrian.


"Saya sudah memperketat penjagaan, dan saya juga sudah menyelidikinya, ternyata wanita itu meminta bantuan kepada orang tuanya, entah drama apa yang dimainkan oleh wanita itu sehingga membuat kedua orang tuanya percaya begitu saja dengan Dia, jadi saya sarankan jangan biarkan Adiba, Zayyan dan Syila untuk keluar rumah sementara ini,"


"Apalagi kita akan mengadakan acara besar, takutnya tiba-tiba wanita itu datang dengan segala dramanya, membuat orang-orang percaya kepada-nya dan memandang Gus dan keluarga yang bersalah." pesan Andrian.


"Maka dari itu, aku mohon bantuannya, terus kabari saya, apabila ada sesuatu yang aneh, aku akan bicarakan masalah ini dengan Abi," kata Gus Adnan.


***


Disisi lain, ada seorang wanita yang lumayan cantik sedang berada di dalam kamarnya.

__ADS_1


"Aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku, bukan gadis bodoh itu. Kamu akan mati ditangan aku, dan kedua janin yang dikandungnya, hahaha," menyeringai kejam


Di saat merasakan senang dengan rencananya yang akan berjalan dengan lancar, tiba-tiba sebuah pesan misterius masuk di handphonenya.


Wanita itu membacanya dengan wajah yang pucat, badan bergetar dan ketakutan.


Isi pesannya:


"Hai wanita licik, apa kabarnya?"


"Pasti baik dong, selama kurang lebih 5 tahun kamu pergi meninggalkan kedua anak kandung yang baru dilahirkan hanya demi seorang pacar yang tidak mau bertanggung jawab atas kehamilanmu,"


"Aku juga dengar katanya kamu juga sudah membohongi seorang pria demi menyelamatkan bayi yang kamu kandung, dan berpura-pura menjadi wanita yang baik, sopan dan polos lebih tepatnya pura-pura polos, benar begitu,"


"Up..🤭 aku sudah terlalu banyak berbicara seharusnya aku tidak mengatakan ini, tapi ya mau bagaimana lagi, kamu sudah mengganggu kebahagiaan Gus Adnan dengan keluarganya,"


"Ini peringatan yang pertama, jika kamu ingin selamat, maka jangan ganggu keluarga Gus Adnan lagi atau semua video kejahatan kamu akan saya sebarkan."


''By… byy… ibu yang paling jahat di dunia.


Wanita itu berteriak keras dan menghancurkan barang-barang yang ada di kamar.


***


"Aku tidak akan membiarkan kamu mengganggu….


Bersambung

__ADS_1


Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰


Salam kenal semua…


__ADS_2