
"Kenapa mas, sepertinya mas lagi banyak pikiran ya?" tanya Adiba.
Gus Adnan mengelus lembut kepala Adiba. "Mas baru saja dapat kabar dari teman mas yang tinggal di Jepang, katanya Farah akan kembali ke Indonesia, mas takut Farah datang untuk membuat masalah dengan kita, mas kuatir dengan kamu dan anak-anak,"
"Mas tahu bagaimana sifatnya, Farah itu licik, apapun akan Farah lakukan untuk mendapatkan keinginannya, seperti dulu yang meninggalkan anak-anaknya hanya demi pacar nya," ungka Gus Adnan.
"Mas bukannya kita sudah janji akan selalu bersama untuk melawan orang-orang yang ingin menghancurkan keluarga kecil kita," ucap Adiba lembut dan tersenyum manis.
"Tapi kamu sekarang sedang hamil sayang, mas tidak akan membiarkan kamu ikut dalam permasalahan yang besar, kamu juga harus menjaga anak kita yang sekarang ada di dalam perut kamu," ucap Gus Adnan lembut.
"Baiklah tapi kamu harus selalu jujur apapun yang terjadi nanti, meskipun aku tidak bisa membantu kamu untuk melawan mereka dengan bela diri, tapi aku masih bisa membantu kamu dalam hal strategi," ucap Alifa.
"Baiklah kalau begitu, sekarang jangan kamu pikirkan itu, lebih baik kamu istirahat ini sudah malam, selamat malam sayang.
Cup…
Cup…
__ADS_1
Gus Adnan mencium kening dan perut Adiba yang masih rata, setelah ini akan bertambah kegiatan Gus Adnan, dimana setiap akan berangkat bekerja atau keluar Gus Adnan akan mencium perut Adiba.
"Selamat malam juga mas suami," ucap Adiba lembut seraya memejamkan matanya, karena sudah mengantuk.
Pagi hari yang yang indah seperti hati Gus Adnan dan Alifa, setelah dirawat satu hari Gus Adnan akan membawa Alifa ke dokter kandungan. Gus Adnan juga sudah mendaftarkan sang istri, agar nanti tidak terlalu lama untuk menunggu.
"Apakah kamu sudah siap sayang?" tanya Gus Adnan.
Alifa tersenyum senang, karena Gus Adnan selalu memberikan perhatian kecil kepadanya, itulah yang membuat Adiba semakin mencintai suaminya.
"Aku sudah siap mas," ucap Adiba.
Tidak terlalu lama menunggu Gus Adnan dan Adiba sudah berada di dalam. "Selama lagi Gus, Ning," sapa ibu dokter yang bernama Linda.
"Pagi dokter juga dokter," sahut Adiba tersenyum lembut.
"Silahkan duduk dulu Gus dan Ning?" Pinta dokter Linda ramah.
__ADS_1
Gus Adnan membantu Adiba untuk duduk dengan hati-hati. Dokter Linda yang melihat keromantisan pasangan muda ini hanya tersenyum kecil.
Dokter Linda menatap Gus Adnan dan Adiba seraya tersenyum lembut. "apa keluhan yang dirasakan oleh Ning Adib?" tanya dokter Linda.
"Saya kesini ingin memeriksa kehamilan istri saya. Dokter yang memeriksa istri saya semalam, menyarankan untuk pola kandungan untuk mengetahui lebih jelas," ucap Gus Adnan.
"Baiklah, silahkan Ning Adiba untuk berbaring ke atas ranjang," pinta dokter Linda.
Dengan sigap gus Adnan membantu Adiba. "Pelan-pelan saja sayang," ucap Gus Adnan lembut.
"Iya mas, ini juga pelan-pelan," ucap Adiba kesal.
Adiba yang ditemani Gus Adnan berjalan dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur pemeriksaan, kemudian pakaian Adiba diangkat tampak perut Adiba yang masih rata, dokter Linda memakaikan gel kemudian meletakkan sebuah alat ke perut Adiba.
"Wah sudah kelihatan kantung dan jadinya gus, ini usia kandungannya sudah masuk usia 6 minggu Gus dan…..
Bersambung
__ADS_1
Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰
Salam kenal semua…