
"Assalamualaikum," salam Andrian.
"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh,"
"Masuk Andrian," perintah Gus Adnan.
Andrian masuk ke dalam. "Maaf sebelumnya saya hanya ingin menyampaikan ada salah satu orang tua santri ingin bertemu dengan pak kyai," ucap Andrian sopan.
"Baiklah, sayang Abi dan umi pulang dulu, apabila kamu menginginkan sesuatu dan Adnan tidak mau mencarikan maka bilang saja sama umi biar nanti umi hukum Adnan," ucap umi Ayu lembut dan menatap Gus Adnan dengan tatapan tajam.
Gus Adnan hanya bisa pasrah, menghadapi umi, istri dan anak perempuannya yang sangat kompak dalam hal apapun.
Siang berganti dengan malam, Gus Adnan bersama dengan Zayyan baru saja kembali dari masjid. "Assalamualaikum," salam Gus Adnan.
"Wa'alaikum salam," jawab mbak Ijah.
"Dimana istri dan putri saya, tumben mereka tidak di ruang tv?" tanya Gus Adnan.
"Ning Adiba dan Ning kecil sedang berada di dalam kamar tuan, sejak selesai shalat Maghrib sampai ini belum juga kebawa," papar mbak Ijah.
__ADS_1
"Baiklah, ayo boy kita datangi umi dan adik Syila." Gus Adnan dan Zayyan berjalan ke kamarnya, baru saja ingin membuka pintu kamar. Pintu tersebut sudah dibuka dari dalam kamar dan muncullah anak perempuan kecil yang sedang memandang sang ayah dan Abangnya.
"Ini pesan umi, harus diingat jangan sampai lupa, umi ingin makan martabak telor, telornya harus kecil-kecil, jangan telor ayam atau bebek, dan umi juga ingin buah rambutan." Syila menatap sang ayah dan Abangnya dengan tatapan tajam, bukannya takut melihat Syila seperti itu tapi kelihatan sangat imut, karena wajahnya yang imut.
Gus Adnan hanya bisa terdiam mendengar keinginan sang istri. "Sayang apakah buahnya bisa diganti, sekarang ini bukan musim buah rambutan," teriak Gus Adnan.
"Aku mau itu, jika mas tidak mau mencarinya aku akan meminta kepada umi saja," ucap Alifa kesal dan air matanya mengalir membasahi pipinya.
Gus Adnan yang mendengar sang istri menangis ingin masuk ke dalam kamar, tapi sang umi tiba-tiba ada, entah darimana datangnya, tiba-tiba muncul di sampingnya.
"Bagus ya, anak umi hanya ingin meminta yang ringan kamu masih saja tidak bisa, bagaimana nantinya kamu menjaga istri dan anak-anak kamu hal yang sederhana saja sering mengeluh," marah umi Ayu.
"Abi, kenapa aku harus ikut sih, Abi kan bisa pergi sendiri?" ucap Zayyan cemberut.
"Kamu tidak dengar apa yang dikatakan Adik kamu, Abi sama Abang harus mencarikan martabak dan buah rambutan, itu yang adik katakan, berarti Abang juga harus ikut," ucap Gus Adnan dengan percaya diri, supaya sang anak tidak marah.
Zayyan hanya bisa pasrah jika itu menyangkut tentang adik kecil dan sang umi. Sudah beberapa kali Zayyan juga ikut-ikutan harus memenuhi keinginan sang umi bersama dengan sang ayah.
Alhamdulillah dalam masa kehamilan ini Adiba tidak muntah-muntah seperti ibu hamil umumnya, tapi masalah ngidam Adiba juga jarang untuk meminta, tapi sekali meminta pasti yang sulit untuk dicari atau makanan aneh seperti nasi goreng coklat, ice krim rasa pedas manis, dan lainnya.
__ADS_1
Apalagi mood Adiba Adiba sering kali berubah dalam satu hari, kadang menangis, tidak ingin dekat dengan sang suami, manja dan lainnya.
Dari jam 20.00 sampai jam 22:10 baru sampai di rumah. Di ruang keluarga Adiba Syila, umi Ayu dan Abi Hamza sedang menunggu kedatangan Gus Adnan dan Zayyan.
"Sayang ini pesanan yang kamu inginkan," Gus Adnan mengarahkan bungkusan martabak dan buah rambutan.
"Dimana kamu mendapatkan buah rambutan?" tanya Abi Hamza.
"Aku bertemu dengan orang baik Abi, saat aku ingin pulang karena sudah malam tapi belum juga mendapatkan buah rambutan, tiba-tiba pas arah pulang Zayyan melihat pohon buah rambutan yang berbuah, dengan bismillah aku memberanikan diri untuk membeli beberapa buah rambutan itu, dan Alhamdulillah mereka mau memberikannya dengan senang hati dan tidak mau menerima uang yang aku berikan," cerita Gus Adnan.
"Alhamdulillah, Abi senang melihat istri, cucu-cucu dan umi kamu sangat menikmati makanan itu." Abi hamza bahagia melihat mereka yang sangat menikmati makanan yang dibeli oleh Gus Adnan.
Begitu juga dengan Gus Adnan, baginya mencari makanan yang diinginkan sang istri itu termasuk mudah untuk dicari, daripada istrinya yang harus setiap hari membawa perut yang besar, belum lagi ketika melahirkan, Adiba harus berjuang keras untuk kelahiran Sang buah hati, yang sakit nya luar biasa.
"Adnan, apakah kamu jadi…..
Bersambung
Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰
__ADS_1
Salam kenal semua…