Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba

Setitik cahaya kebahagiaan untuk Adiba
Resepsi


__ADS_3

Adiba menatap kedua orang tuanya bersama dengan kedua Abangnya, dengan tatapan sendu.


Kenzo dan Kenzi langsung memeluk Adiba. "Maaf, Abang sudah membuat kamu menderita selama ini, tolong maafkan segala perbuatan kami, kami tahu, tidak mudah bagi kami untuk mendapatkan maaf kamu." Kenzo dan Kenzi meneteskan air matanya.


Adiba membalas pelukan keduanya, ada setitik cahaya kebahagiaan yang Adiba rasakan ketika sang Abang memeluknya, bahkan Adiba tahu, bahwa kedua Abangnya selama ini selalu menjaganya. Mata Adiba berkaca-kaca.


Yang datang menemui Adiba hanya kedua orang tuanya dan kedua Abangnya, untuk sang kakek, nenek dan Zea, mereka tidak datang, Adiba juga tidak menanyakan kabar mereka.


Bagi Adiba sekarang adalah, apabila kedua orang tuanya jauh-jauh datang dari Jakarta ke pondok pesantren As-Salam ini, berarti mereka benar-benar tulus untuk berubah, Adiba juga tahu selama in sang ayah selalu berusaha untuk mencari tempat tinggalnya.


Setelah berpelukan dengan kedua Abangnya, adiba menatap ke arah kedua orang tuanya yang berdiri dengan air mata yang mengalir, Adiba berjalan mendekati kedua orang tuanya dan hap, Adiba memeluk keduanya.


Adiba menghilangkan egonya, Adiba tidak ingin menyesal atas perbuatan yang akan dilakukan nanti.


Kedua orang tua Adiba menangis tersedu-sedu ketika sang anak, yang selama ini mereka abaikan karena kesalahpahaman, sudah mau memaafkan mereka.


"Maaf… maaf mama sudah membuat kamu menderita, mama janji akan berusaha menjadi mama yang lebih baik," ucap Mama Keyla.


"Aku sudah memaafkan kalian, aku juga meminta maaf apabila aku juga pernah membuat kalian sedih." Adiba juga mengeluarkan air matanya.


untuk sang Ayah hanya bisa terdiam, Iya tidak bisa berbicara, karena Bastian merasakan perasaan bahagia yang luar biasa, akhirnya putrinya mau memeluknya.


Mereka bertiga berpelukan dengan erat, untuk menyalurkan rasa cinta. Gus Adnan dan yang lain juga ikut terharu melihat pertemuan Adiba dengan keluarganya.


Terima kasih banyak ya Allah engkau sudah memberikan kebahagiaan untuk istri hamba. "Semoga kamu selalu bahagia sayang." Gus Adnan meneteskan air matanya.


Setelah pertemuan haru itu, saat ini mereka sedang berkumpul di ndalem.


"Pak Abimanyu ada yang ingin saya bicarakan," ucap Pak kyai Hamza.


"Silahkan pak Kyai," ucap Bastian.


"Seminggu lagi kami ingin mengadakan resepsi pernikahan Adnan dan Adiba, apabila anda tidak sibuk, anda bisa datang," tutup Pak Kyai Hamza.


"Saya tidak sibuk Pak Kyai, saya akan disini membantu resepsi pernikahan Adnan dan Adiba, saya, istri dan kedua Abangnya pasti senang sekali bisa melihat hari bahagia Adiba," ucap Bastian haru.

__ADS_1


"Benar pak kyai, jika dibolehkan kami akan tinggal disini selama seminggu, kami ingin menghabiskan waktu yang tidak lama ini untuk berkumpul dengan Adiba," ucap Kenzi semangat.


"Baiklah saya ikut senang kalian semua bisa, untuk tempat tinggal, saya sudah meminta para santri membersihkan rumah sebelah untuk tempat tinggal kalian, semoga kalian suka," ucap pak kyai Hamza seraya tersenyum bahagia.


****


Di taman Adiba sedang duduk bersama dengan mama Kayla, pandangan Adiba ke arah Zayyan dan Syila yang sedang bermain bersama Ning Kinan dan Andrian.


"Sekarang bagaimana kabar mama?" tanya Adiba.


"Alhamdulillah mama baik-baik saja, kamu bagaimana disini?" tanya balik mama Kayla.


"Aku bahagia disini, karena ada suami, Zayyan, Syila, Kinan, dan kedua mertua yang selalu menyayangi dan menerima aku dengan tulus," ucap Adiba seraya tersenyum bahagia.


Mama Keyla yang mendengarkan ucapan Adiba, Iya ikut bahagia, karena Adiba berada di samping orang-orang yang menerimanya tulus, mama Keyla merasakan tenang apabila Adiba jauh dari mereka. Mama Keyla meneteskan air matanya, mama Keyla bahagia dengan kehidupan sang putri, tetapi mama Keyla juga harus sedih karena mereka harus memutuskan hubungan mereka dengan sang Ayah dan anak terakhir mereka yang bernama Zea yang lebih mau mengikuti sang kakek dan neneknya.


"Apakah pilihan ayah dan mama sudah tepat?" tanya Adiba.


"Bagi ayah dan mama lebih baik kami ikut keluar dari rumah itu dari pada harus berpisah dengan kalian, bagi kami berkumpul bersama dengan anak-anak itu lebih baik daripada harta,"


Adiba memeluk sang mama dengan erat, untuk menyalurkan rasa cinta. "Terima kasih sudah mau berubah dan menyayangi aku." Adiba berbisik di telinga mama keyla dan air matanya berangsur-angsur jatuh.


"Sama-sama sayang, mama harap kita akan terus seperti ini, dan selamanya." ucap mama Keyla dan mencium kening Adiba dengan lembut.


***


Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu Gus Adnan dan Adiba pun tiba, hari ini setelah sekitar 2 tahun menikah, akhirnya resepsi pernikahan mereka di laksanakan.


Berbagai persiapan sudah semua 100 persen siap, keluarga Adiba juga banyak membantu. Bastian tidak tanggung-tanggung mengeluarkan uangnya untuk resepsi pernikahan sang anak, Bastian hanya ingin memberikan yang terbaik untuk Adiba.


Sedangkan sang mama dan Umi ayu semakin dekat, mereka berdua terlihat seperti sahabat yang sudah lama kenal.


Teman-teman dekat Adiba, Vega dan Bu Anna juga datang. Mereka ingin melihat hari bahagia Adiba dengan Gus Adnan.


Adiba berada di dalam kamar sedang dirias. "Mbak Adiba cantik sekali, padahal sesuai permintaan Mbak, make up-nya saya buat tipis aja, jangankan calon suami mbak Adiba, saya aja pangling." ucap MUA terus memuji Adiba.

__ADS_1


Terima kasih, ini semua karena mbak, yang sudah merias wajah saya," ucap Adiba.


"Serius Mbak memang sudah sangat cantik terus dipoles dikit makin cantik," ucap MUA masih saja terus memuji.


Adiba menggunakan gaun pengantin berwarna biru langit dengan mahkota kecil berada di atas kepalanya, terlihat simpel tetapi sangat elegan dan cantik saat Adiba menggunakannya.


Bunyi pintu kamar terbuka, terlihat seorang anak kecil yang sangat cantik dan imut memakai pakaian yang senada dengan gaun pengantin Adiba.


Anak itu adalah Syila, Syila datang untuk menjemput sang umi. "Umi sangat cantik."


Adiba tersenyum lembut dan mengusap lembut kepala Syila. "Anak yang sholehah Umi yang lebih cantik." puji Adiba.


Syila merasakan malu ketika sang Umi memujinya, dan memeluk Adiba dengan erat.


"Adiba sekarang waktunya kamu turun, Abang sudah menunggu kamu di panggung," ucap Ning Kinan.


Adiba berjalan bersama dengan Syila, mereka berdua menjadi pusat perhatian orang-orang yang melihatnya, karena mereka berdua sangat cantik.


Dekorasi pelaminan pernikahan Adiba bertema warna putih dan biru, sepanjang jalan yang Adiba lewati terdapat bunga-bunga putih dan biru yang bergantung dan ada beberapa burung yang terbuat dari kertas bergantung indah.


Untuk burung-burung yang terbuat dari kertas itu dibuat oleh Syila, Zayyan dan teman-temannya.


Disini panggung ada seorang laki-laki dewasa dan anak kecil, menunggu kedatangan Adiba dan Syila. Laki-laki itu adalah Gus Adnan dan Zayyan, dan pakaian mereka juga senada dengan gaun pengantin Adiba.


Gus Adnan terlihat sangat tampan dengan mengenakan memakai pakaian baju putih dilapisi dengan jas warna biru disertai dengan celana panjang berwarna biru, dan untuk Zayyan juga tidak kalah dengan sang ayah, pakaiannya sama dengan pakaian sang ayah.


Gus Adnan sangat terharu, bahagia dan ada sedikit kesal melihat Adiba dengan balutan gaun pengantin berwarna biru yang dikenakannya, dengan riasan yang terlihat natural tapi sangat elegan. Wanita yang selalu menemani saat duka maupun senang. Gus Adnan juga merasakan kesal karena banyak laki-laki yang memandang Adiba. Maklum Gus Adnan cemburu berat.


"Kamu sangat cantik sayang, rasanya ingin sekali aku membawa kamu ke….


Bersambung


Hello semua…. Silahkan like comment and vote dan beri rating 5 kakak ❤️🥰🥰


Salam kenal semua…

__ADS_1


__ADS_2