
Bukannya nasib baik yang Thalia dapat melainkan kemarahan direkturnya.
"Thalia obat apa yang kamu berikan padaku,huh!!" bentak Reymond menahan gejolak gairah di dalam tubuhnya yang semakin memanas. Bukannya takut, Thalia malah mendekat seolah bentakan Reymond seperti panggilan sayang di telinga Thalia.
"Hanya obat perangsang Pak Reymond," ucap Thalia menyentuh pipi Reymond. "Maafkan saya, saya melakukan ini karena sudah menaruh hati padamu sejak pandangan pertama." Sambung Thalia dengan memainkan jemarinya di dada bidang Reymond. Bergelayut manja bak kupu kupu malam.
Reymond merasa risih dengan tingkah pegawaianya itu. Di tangkupnya dagu Thalia dengan menjepitnya keras, hingga membuat Thalia mengerang kesakitan.
"Kamu terlalu lancang Thalia, menyingkir kau.. keluar !!. Ucap Reymond menghempaskan tubuh Thalia menjauhinya.
"Biarkan saya membantu anda..pak?"
"KELUAAARRR... !!!!"
Kali ini bentakkan Reymond membuatnya gemetar ketakutan. Segera Thalia berlari keluar berurai air mata. Reymond menuju kamar mandi, mendinginkan gairah di tubuhnya yang meluap luap tak tersalurkan.
Reymond keluar kamar mandi dengan melilitkan handuk dipinggangnya, lalu memilih setelan kemeja yang sudah tersedia didalam lemari. Jam menunjukkan pukul sepuluh pagi. Reymond meraih ponselnya dan menghubungi seseorang, memintanya untuk memecat sekertarisnya dan blokir semua akses wanita itu supaya dia tidak bisa bekerja diperusahaan manapun.
Kemudian kakinya melangkah ke meja kerjanya. Melirik berkas lamaran kerja dari wanita misterius.
Senyumnya mengembang bak diberi ovalet, sepertinya Reymond punya ide bagus.
Di Lain Sisi
__ADS_1
Dua bulan yang lalu Hana menetap kembali ke Indonesia. Kedua orang tuanya masih di Australia. Sebenarnya orang tua Hana tidak mengijinkan kembali ke tempat kelahirannya, tapi dengan jurus bujuk rayu Hana, akhirnya orang tuanya mengijinkan dan meminta Hana untuk berhati hati.
Kini ia satu apartemen dengan sahabat kampusnya, Intan. Sekarang Intan bekerja Intertainment News. Pekerjaan Intan mengharuskannya sering berada dikantor tak jarang ia lembur. Ketika Hana mengabarinya bahwa temen kampusnya dulu telah balik ke Indonesia, Intan gembira mendengarnya. Bahkan Intan sendiri yang mengusulkan Hana untuk pindah ke apartemenya dengan dalih kesepian. Maklumlah, aksi kencan butanya selalu gagal.
Hana tengah sibuk menanti sesuatu, di liriknya berkali kali Samsung S10+ nya, tetapi tak menunjukkan tanda tanda. Sempat ingin melemparnya ke kasur tapi tiba tiba ponselnya berdering.
πΆπΆπ΅π΅πΆπΆ
Jujur aku tak kuasa
Saat terakhir ku genggam tanganmu
Namun yang pasti terjadi
Kita mungkin tak bersama lagi..
"Halo selamat pagi.. apa benar ini dengan nona Rayhana?"
"Iya betul, saya sendiri".
"Kami dari PT. CENTRAL BLUE SKY memberitahukan bahwa anda bisa datang untuk interview besok jam 08.00 pagi. Dimohon untuk tepat waktu. Terima Kasih.
"Ya...sama sama"
__ADS_1
"Tuut"
"Yeeeyyy... akhirnya aku interview...yes...yes." teriak Hana ber yel yel gembira.
Saking senangnya tetangga sebelah pada tutup telinga.
Dibukanya lemari yang bercorak cream and brown, alisnya berkerut memikirkan sesuatu. Tidak mungkin Hana mengendarai motornya mengenakan rok span. Bibirnya tersenyum geli hanya sekedar membayangkannya.
"Sepertinya aku harus shopping buat keperluan besok." Gumam Hana.
Hana menunggu di samping pintu lift, sambil memainkan ponselnya.
"Ting..."
Pintu lift terbuka tepat dilantai 9, Hana pun masuk yang ternyata didalam lift terdapat dua orang dari lantai atas dan ingin turun ke lantai dasar. Hana merasa sedikit tak nyaman berada satu lift dengan dua orang pria empat puluh tahunan itu, aura mesum menyeruak disekitar Hana. Seorang pria mencoba mendekati Hana, reflek Hana pun menjauh, berdiri didekat pintu.
"Ting..."
Lift telah sampai di lantai dasar, tak lama pintu terbuka dengan sigap Hana melangkah tetapi salah satu pria didalam lift tadi merampas paksa tas slempang milik Hana. Teriakan Hana membuat orang orang sekitar menoleh, tak ayal aksi tarik menarik pun tak terelakan hingga salah satu pria bertubuh gendut itu mendorong bahu Hana yang membuatnya terjatuh. Kedua perampok itu berhasil membawa tas Hana.
"Rammmpoookkk.. tolong... toolong hentikan mereka." Teriak Hana lantang.
Seketika orang orang yang mendengar teriakan segera ikut mengejar, sayang sekali kedua perampok menemui jalan buntu dan berakhir dikeroyok massa.
__ADS_1
Seorang pria bertopi biru mengembalikan tas Hana. Dia sangat tampan. Apalagi ketika tersenyum belahan dagunya terlihat SEMPURNA.
BERSAMBUNG