Setitik Harapan

Setitik Harapan
eps. 46


__ADS_3

"Kau tak seharusnya mengatakan itu padanya, Hana. Kau tahu sendiri bukan Mitchel yang membunuh Reymond melainkan Rolex musuh lama Mitchel"


"Memang semua terjadi karenanya lalu kenapa kau membela pembunuh pamanmu, Eric"


"Aku tak membela siapapun disini. Aku hanya mengatakan sesuai fakta dan para saksi di tempat kejadian perkara, Hana"


Eric menggelengkan kepala, dia kehabisan kata-kata ketika percakapannya dengan Hana semakin memuncak panas di restaurant.


Setelah kepergian Mitchel dari apartemen Hana, Eric menelphonnya supaya bertemu di restaurant. Dia berharap Hana bersedia kembali bekerja di perusahaan Central Blue Sky tempat kerjanya yang dulu sebagai seorang sekertaris.


Tapi sayangnya, pertemuan mereka tidak semulus yang diinginkan Eric.


Disinilah gadis itu berada, dengan buket bunga Lily putih dalam dekapannya. Perkataan Eric terus terngiang dibenaknya.


"And i got to know you wrong..." gumam Hana pelan sambil melangkah ke tempat peristirahatan terakhir tunangannya. Pandangannya lurus kedepan namun pikirannya entah melayang kemana...


Tiba-tiba seseorang tak sengaja menabrak bahunya hingga bunga yang ada ditangan Hana terjatuh.

__ADS_1


Pria asing dengan rambut ikal, dan tubuh tinggi tegapnya membuat Hana harus mendongak ke atas.


"Ough...Özur dilerim..." ucap pria asing itu dalam bahasa Turkinya.


*aku minta maaf


Hana mengerutkan kedua alisnya tak mengerti apa yang dikatakan oleh pria yang ditemuinya sambil menepuk-nepuk buket bunga yang sebagian bungkusnya terkena pasir trotoar.


"I mean...i am sorry for your flower bouquet falling...?!


Hana menatap wajah pria asing itu. Seolah pernah melihatnya, kedua mata itu seolah tak asing apalagi saat menatapnya pertama kali.


"Hey, are you oke, Miss...? tanya pria itu sambil mengguncang pelan kedua lengan Hana.


Hana tersadar ketika suara seorang wanita lebih muda darinya mendekatinya.


"Çok bekledim, sen buradasın...?! O Kim? tanya Zaenab dan Denis menaikkan kedua bahunya tanda tak mengenalnya.

__ADS_1


*Aku menunggu lama, ternyata kau disini..?! Siapa dia ?


"Aku tak sengaja menyenggolnya tadi dan sepertinya dia sedang ada masalah. Kau lihat dia pergi begitu saja setelah ku tanya dan dia tak menjawabnya. Tapi kenapa dia melihatku seperti itu, Zaenab ?!


"Aku juga tidak tahu, mari kita pergi sekarang karena ayah dan ibu akan menjemput kita di bandara" ucap Zaenab bergelayut manja dilengan kakaknya.


Dan sekali lagi Denis menatap ke belakang, Denis pun merasa pernah bertemu dengan wanita itu, tapi entah dimana dia sendiri tak bisa mengingatnya.


Disisi lain, Hana sudah berada didepan pusara Reymond.


"Sepertinya seseorang telah mengunjungimu sayang, banyak kelopak bunga yang baru saja ditaburkan dipusara mu" Hana meletakkan bunga lily putih disebelah papan nisan lalu kedua tangannya menengadah memanjatkan doa dengan penuh kitmat hingga ucapan ameen terdengar pelan dari bibirnya.


"Aku kesini karena merindukanmu, aku harap kau tenang disana. Maafkan aku, aku tak bisa menepati janjimu. Dia tak pantas menggantikan posisimu dihatiku. Aku membencinya karena kehilanganmu..." Hana mengusap air matanya.


"Rey...mungkin ini akan menjadi pertemuan kita yang terakhir, karena setelah ini aku akan pergi jauh entah kapan bisa mengunjungimu lagi" ucap Hana beranjak berdiri. Menatap nisan bertuliskan Reymond Martin itu sekali lagi lalu pergi.


Dari jauh seseorang di dalam mobil sedang mengawasi gerak-gerik Hana, hingga wanita itu berjalan menuju halte bis.

__ADS_1


___________________❤❤___________________


__ADS_2