
"Apa yang kalian berdua lakukan?" Eric melihat Hana memeluk seseorang lelaki yang membelakanginya.
"Ah...ini..kenalin Ric dia.." Hana mengenalkan Reymond ke Eric. "Aku mengenalnya Rayhan, jadi tak perlu kau susah payah mengenalkan paman ku sendiri dihadapan ku." tukas Eric. Hana yang mendapat sambutan seulas senyum dari wajah Reymond shok mendengarnya.
"Bagaimana kabar mu keponakan ku?" tanya Reymond memeluk keponakannya. Eric adalah keponakan yang paling Reymond sayang, kedua orang tuanya meninggal dunia karena kecelakaan waktu Eric berusia sepuluh tahun. Jadi, kedua orang tua Reymond merawat Eric dan bagi Reymond, keponakannya itu seperti adik kandungnya sendiri.
"Aku baik paman, kita sambung lagi nanti dirumah karena aku harus mengantar manisku dulu" kata Eric merangkul bahu Hana dan beranjak keluar dari gedung perusahaan yang menjulang tinggi itu. Jika kedua paman dan keponakannya lebih lama ngobrolnya, yakin Hana akan pingsan ditempat.
Reymond menatap arlojinya, jam makan siang sudah lewat sepuluh menit. "Ok, jangan lupa makan malam dirumah nanti, ingat untuk membawa itu yang disebelah mu juga." Kata Reymond sedikit berteriak dan dibalas dengan lambaian tangan Eric, kemudian ia kembali ke ruangannya.
**
Didepan meja rias Intan memperhatikan sahabatnya, tengah sibuk memilih baju. Bisa dilihat hampir seluruh isi lemari kini berpindah ke atas ranjangnya. Pasalnya ia harus ikut Eric dinner dirumah keluarga pamannya. Otomatis dia bertemu dengan mama dan papanya Reymond. Dia sudah menolak ajakan Eric dengan alasan bahwa malam ini ada urusan lain tapi Eric memohon dengan wajah memelas. Akhirnya Hana pun mengiyakan.
__ADS_1
Intan berdecak. "Sudah setengah jam kamu mengacak acak isi lemari mu tapi tak ada satu pun yang cocok? Kamu mau dinner atau mau kencan dengan pacar kamu??"
Bukannya itu terdengar sama. Ah masa bodoh !
"Kedua-duanya pun boleh.." Hana membuka laci lemari paling bawah dan mengambil sebuah paper bag berwarna maroon yang ia simpan rapi didalam lemarinya.
"Aku akan memakai ini" tawanya riang sambil melangkah ke kamar mandi hendak mengganti pakaiannya. Intan hanya menggeleng pasrah, kelakuan sahabatnya itu ibarat bunglon nemplok di ranting pohon. Berubah warna seketika. Tapi sejauh persahabatan dirinya dengan Hana, Intan jarang melihat Hana marah. Kalaupun marah paling sejam dua jam udah baikan lagi.
Intan terbelalak. Sosok Hana tampak anggun dengan balutan gaun biru gelap, tanpa lengan dengan memperlihatkan bahunya yang putih mulus dan panjang gaunnya hanya dibawah lutut serta dipadukan ikat pinggang berwarna silver. Membuat Hana seorang wanita feminim. Intan sampai ternganga tak percaya. Biasanya hanya pake celana jeans dan kaos oblong, malah sering melihatnya memakai jaket kebesaran. Sampai-sampai Intan mengartikan sahabatnya itu lagi sakit atau lagi ngikutin style jaman now.
"Itu mulut dikondisikan, ntar nyamuk pada bertamu baru tau rasa" Intan mengatupkan rahangnya. Serasa pujian anggun untuk sahabatnya telah menguap ke udara.
"Kamu pakai rok??" Jangan bilang kamu perginya naik motor sport mu itu" tanya Intan menaikkan alisnya sebelah.
__ADS_1
Kok rasanya temennya itu jadi tukang nyinyir sih.
Setengah berbisik. "Aku dijemput, sama pangeran berkuda putih".
Intan mengerutkan keningnya berpikir."Siapa...?"
"Mau tahu, apa mau tahu banget." Jawab Hana meledek. Sudah siap dengan penampilannya. Dia terlihat cantik. Sambil membolak balikkan tubuhnya kesamping, dirasa sudah perfect ia pun melangkah pergi.
Intan kembali berdecak. "Jangan berdecak terus?" Kata Hana duduk diambang pintu sedang memakai high heels nya yang lagi lagi berwarna silver. "Kenapa memangnya kalo ber ck ck ck ria" ujarnya memanyunkan bibir.
"Lupakan...aku terlambat nih" Hana melangkah keluar pintu. "Tunggu ada yang kurang" Intan setengah berlari ke dalam, entah apa yang dia ambil. Tak lama ia pun keluar dengan sebuah benda seperti dompet, tapi terlihat begitu mewah berwarna silver. "Pakai ini... ingat bersikaplah yang anggun." Hana mengiyakan pesan sahabatnya itu sudah seperti pesan seorang ibu untuk anaknya. Begitu peduli, dia bersyukur punya sahabat seperti Intan.
_____________________❤❤__________________
__ADS_1