Setitik Harapan

Setitik Harapan
Episode 07


__ADS_3

Reymond sudah siap dengan pakaian casual serta celana jeans pendek. Tak lupa arloji Rolex melingkar di tangan kirinya. Bermaksud mengajak hana berlibur sebagai permintaan maaf atas sikapnya semalam. Meski Reymond anak orang kaya, tapi dia tak memerlukan penjagaan terhadap dirinya.


Dia mampu menjaga dirinya sendiri, walau tak jarang ia merasa kelelahan sepulang kerja, tapi sampai sekarang ia tak pernah mengeluh bahkan menikmatinya. Tak sedikit yang mencoba mencari perhatian Reymond hanya sekedar mengutarakan perasaan mereka secara diam-diam dan ada pula yang secara terang-terangan hingga berujung penolakan.


Sejumlah medali serta piala berjejer rapi dikamarnya, itu membuktikan bahwa ia layak mengenakan sabuk hitam mewakili Perguruan Silat Macan Putih dan beberapa Olympiade Bela Diri Internasional.


Kebalikan dari Reymond, justru Hana jam segini masih di alam mimpi bergelut dengan selimut dan guling bahkan liur yang menganak sungai membuat bentuk pulau Bali dibantalnya. Iihh.. jorok. Bahkan ibunya sendiri sering memberi nasihat tapi dasarnya Hana yang mengacuhkan ibunya.


Reymond mengguncang tubuh Hana pelan, menyibakkan rambut yang sebagian menutupi wajah Hana.


"Bangunlah pemalas" sambil menepukkan tangannya ke pipi Hana.


"Enghh.... sebentar lagi mam.. aku masih ngantuk".


"Jika tidak mau bangun bukan lagi tanganku yang membangunkanmu melainkan bibirku." Ucap Reymond menggertak.


Seketika gadis itu sadar, jika saat ini dia tidak sedang dikamarnya. Hana langsung membuka mata dan mendudukkan dirinya.


"Cepat bersihkan dirimu, setelah itu kita ke suatu tempat."


"Kita mau kemana?" tanya Hana yang merasa diabaikan hanya melihat punggung Reymond keluar dari kamarnya dan menutup pintu.


Dengan langkah gontai ia menuju kamar mandi. Samar-samar ia mendengar suara bel pintu.

__ADS_1


"Apakah ada yang datang, mungkin temen bisnis Reymond" gumamnya pelan sambil melangkah ke kamar mandi.


Reymond nampak terkejut dengan kedatangan kedua orang tuanya. Namun, Ia menunjukkan ekspresi biasa saja. Setelah saling menyapa, mereka bertiga melangkah ke ruang keluarga, Sarah mengeluarkan amplop coklat isinya adalah beberapa foto dan latar belakangnya. Sang ibu meminta putranya memilih salah satu foto wanita yang menurutnya cocok.


Melihat antusias ibunya, Reymond menoleh sang Ayah, minta penjelasan yang dibalas dengan menaikkan kedua bahunya pertanda tidak peduli.


***


Gadis itu telah rapi, pakaiannya yang terguyur hujan kemarin, kini sudah bersih. Percikan parfum pucelle semakin membuatnya percaya diri.


"Ah, wanginya?!"


Gadis itu memasukkan botol parfum ke dalam tasnya dan tidak lupa ponselnya sudah terisi daya dengan penuh.


***


"Ma, Pa, kenalkan dia Hana..." kata Reymond memperkenalkan Hana pada orang tuanya.


"Halo, Om, Tante..." Hana menyalami Sarah dan Norman, tapi Sandra menepis uluran tangan Hana.


Tatapan tidak sukanya menilai dari ujung rambut sampai kaki. "Urakan...." satu kata yang digumamkan ibunya Reymond mampu Hana dengar walau samar.


Reymond dan Norman terkejut dengan sikap Sarah. Apalagi Hana sepertinya kehadirannya tidak dibutuhkan.

__ADS_1


"Kamu siapanya Reymond?"


"Pasti Kamu mendekati anakku hanya demi uang kan? Bentak Sandra dengan mata berkobar.


"Bukan, Tante. Sa-saya hanya mahasiswi dikampusnya," jawab Hana ketakutan.


"Oh, seorang mahasiswi punya nyali mendekati pemilik kampusnya, apalagi kalau bukan demi uang".


"Ma, Mama salah paham, dia menginap disi..." pembelaanya terpotong oleh ibunya.


"Apa, menginap! dasar tak tahu malu."


Ketika Sarah hendak menampar Hana, tangannya tercekal oleh Norman.


"Sarah, cukup!!" bentak Norman, suaminya.


Pertanyaan Sandra yang terus menyudutkan Hana, berhasil membuat nafasnya memburu, keringat mulai membasahi keningnya. Kedua tangan Hana meremas kaosnya pertanda ia sangat ketakutan. Melihat ekspresi Hana, Reymond pun menarik tangannya melangkah pergi meninggalkan orang tuanya.


Mengendarai motor sport milik Hana tanpa berpamitan layaknya anak berbakti pada orang tuanya. Reymond begitu panas mendengar cercaan ibunya terhadap Hana.


Reymond sampai lupa maksud kedatangan orang tuanya kerumah. Dia harus berterima kasih pada Hana karena sudah menggagalkan rencana kencan buta yang ibunya rencanakan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2