
Dua hari berlalu setelah HRD dari perusahaan Central Blue Sky memberi keputusan yang menggembirakan. Kini Hana bersiap ke kantor lebih awal karena tak ingin menemui kemacetan.
Baru dua hari Hana menjabat sebagai sekretaris sekaligus menjadi asisten pribadi bosnya menggantikan Thalia. Tetapi Thalia hanya menjabat sebagai sekertaris yang tiga bulan lalu diberhentikan langsung oleh atasannya. Meski menyita waktu pribadi Hana tapi ia tak sedikitpun mengeluh dan malah bersyukur, semua keberhasilan ia lalui dari jerih payahnya sendiri.
Pagi yang cerah untuk berkendara. Motor sport hitam kesayangannya masih setia menemaninya kemana pun ia pergi. Sebagai seorang wanita bermotor, penampilannya yang keren dan berkarisma tak mau kalah dengan pembalap seperti Lorenzo. Justru mampu membuat para karyawan lelaki terperangah.
Sebenarnya peraturan kantor menerapkan aturan memakai rok span selutut, tetapi tidak dengan Hana, hari ini ia memakai kemeja putih, blazer hitam dan celana panjang. Bukan melanggar peraturan sih cuma dia sudah ijin sama bos gantengnya itu, Reymond. Kalau hari-hari dia harus bermotor.
Dua hari yang lalu mungkin masih mengenakan rok span karena kakinya cedera, itu pun harus membujuk Intan untuk mengantarnya ke kantor. Untungnya atasannya sangat mengerti kondisi Hana saat itu.
πΆπΆπ΅π΅πΆπΆ
Jujur aku tak kuasa
Saat terakhir ku genggam tanganmu
Namun yang pasti terjadi
Kita mungkin tak bersama lagi..
Ponselnya berdering, rautnya wajahnya cerah seketika.
"Halo mami...aku rindu mami" teriak Hana diparkiran. Membuat sebagian karyawan yang sedang memarkir kendaraannya menoleh ke arah sumber suara. Hana pun meminta maaf.
"Jadi cuma rindu mami, sama papi nggak ?" Suara papi berebut ponsel dari maminya.
"Rindu juga sama papi. Bagaimana keadaan papi sama mami disana? Aku ingin kesana tapi sekarang aku sudah mendapatkan pekerjaan pi, jadi mungkin tunggu waktu luang ya pi baru aku bisa berkunjung." Senyumnya memudar perlahan.
"Papi sama mami baik baik saja sayang. Papi juga sama sibuknya disini. Jaga dirimu baik-baik disana nak" nasehat papi membuat air mata Hana berlinang.
"Kita sambung kapan-kapan lagi ya, pi. Sambungan internasional nih pi,Salam buat mami." Ucap Hana kembali ceria.
"Iya, semangat sayangku".
'Tut'
__ADS_1
Sebelum naik ke ruangannya, Hana menyempatkan diri ke toilet untuk memperbaiki penampilannya dan mengganti sepatu snakers dengan sepatu high heels hitam. Kini dia siap untuk memulai hari yang sibuk.
**
"Doni.." sapa Reymond pada sopir pribadinya.
"Iya pak"
"Pulang kerja nanti tak perlu jemput saya. Saya akan pulang dengan seseorang."Β
"Baik pak"
Pandangan Reymond kembali tertuju pada sosok wanita yang tengah gembira dengan ponsel di telinganya dan bayangan tubuhnya menghilang dibalik lorong toilet. Mobilnya berhenti didepan lobi kantor, Reymond keluar setelah sopir pribadinya membukakan pintu untuknya.
Melihat CEO di perusahaannya datang semua karyawan membungkuk hormat padanya. Reymond pun hanya membalas dengan senyuman. Wajahnya memang jarang jutek sama semua orang malah sebaliknya. Sikap seperti itu malah terkesan bikin cemburu.
**
Ting
"Pagi pak.." sapa Hana.
"Pagi, sepuluh menit lagi bawakan kopi ke ruangan saya ya" kata Reymond sambil lalu ke ruangannya.
"Baik pak"
Hana pergi ke pantry menyiapkan kopi untuk atasannya.
**
Drrttt drrrtt
Sebuah panggilan mengalihkan perhatian Reymond yang sibuk didepan laptopnya. Diraih ponselnya yang berdering dan tertera sebuah nama 'Mom'.
"Hallo mam"
__ADS_1
"Apakah dia sudah sampai?" Tanya mama Reymond dari seberang telp.
"Siapa maksud mama"
Sebelum mendapat jawaban dari mamanya, terdengar suara ketukan.
Tok tok tok
"Masuk"
Seorang wanita, tubuhnya bak model, kulit putih, rambut lurus sebahu. Dengan dress merah panjang.dan menampakkan lekuk tubuh seksinya yang menggoda.
"Siapa kamu dan ada urusan apa bertemu dengan ku." Tanya Reymond tanpa basa basi. Dan justru merasa jijik dengan wanita di depannya itu.
Wanita itu bukannya menyebutkan namanya malah perlahan mengitari meja Reymond. Sungguh wanita yang berani.
"Nama saya Silvia tuan" kini Silvia berada di pangkuan Reymond tanpa tau malu. Kedua tangannya melingkar dileher Reymond.
"Apa mama ku yang menyuruh mu datang kesini?" Dengan berani wanita ular itu membelai pipi Reymond. "Iya tuan.." jawab wanita itu hendak mencium bibir Reymond tapi suara ketukan tak menghalangi niat wanita itu untuk beranjak dari pangkuan Reymond. Seolah Reymond juga menikmatinya. Ya ampun ini pasangan gila !
Tok tok tok
"Pak ini kopi anda" tangan Hana gemetar ketika mendapati apa yang dihadapannya. Seorang wanita tengah bercumbu dengan Reymond dan tanpa punya malu si wanita ular itu melanjutkan aksinya. Sedangkan Reymond menanggapinya dengan santai. Cih!
Cangkir kopi yang ia letakkan di meja rupanya tidak sepenuhnya diposisiny,a akhirnya cangkir kopi itu jatuh. Pecahan kaca serta isinya berserakan kemana-mana. Hana terlanjur gugup, hatinya bergejolak marah. Ingin rasanya ia mencabik-cabik pasangan gila itu.
"Maaf..ma..afkan saya. Saya akan mem...bersih..kannya." dengan tubuh gemetar ia melangkah keluar dari ruangan hina itu.
Reymond ingin beranjak menolongnya, tapi kedua bahunya ditahan oleh wanita siluman itu. Dirinya berhutang penjelasan pada Hana nanti. Maafkan aku, batinnya.
Setelah pintu tertutup. "Apa urusan mu datang kesini, cepat bicara!! Bentak Reymond, membuat Silvia terlonjak dari pangkuan Reymond.
"Mama mu menyetujui kalau aku menjadi tunangan mu".
BERSAMBUNG
__ADS_1