Setitik Harapan

Setitik Harapan
eps. 21


__ADS_3

aku sangat berterima kasih jika kalian tinggalkan jejak yg misterius untukku. klik 👍n favorite❤ jgn lupa komen jg.


**


"Heeh.. turun loe !! Teriak preman bersenjata itu. Hana pun menurutinya. "Buka helm loe..cepat !!" Dengan polosnya wanita itu membuka helm full facenya, rambutnya yang ia ikat asal itu tergerai bak iklan shampoo, membuat para preman itu menganga mendapatkan mangsa yang....semriwing.


**


Sungguh lawan yang tak seimbang, mereka ada sepuluh orang, delapan orang pria kira-kira berumur tiga puluh lima tahun dan dua orang wanita yang masih belia, Hana mengamati tampang preman jalanan itu sambil bergidik ngeri. Bagaimana kalau mereka melukainya bahkan yang paling mengerikan adalah harus merasakan digilir beramai-ramai. Memikirkannya saja membuatnya mual.


Bahaya !! Alarm dikepalanya terus mengulangi kata-kata tersebut. Tatapan menjijikkan terpampang jelas di wajah para preman itu. Mereka semakin mendekat perlahan. Harus tenang dan jangan panik, pikirkan jalan keluar. Batin Hana menyemangati. Bahkan kendaraan yang lewat pun nyaris tak nampak walau berharap hanya sekedar mengalihkan perhatian mereka. Ketika salah seorang pria mencekal lengannya, sontak Hana menendang area selangkangan pria berambut gondrong itu lalu menghempaskan helmnya ke sekelilingnya membuat celah untuk meloloskan diri.


Disaat seperti ini kenapa ia harus lupa membawa sepatu snakers-nya. Biasanya ia tak pernah absen mengganti sepatu ketika pulang kerja. High heelsnya sungguh tak membantu ia berlari, malah terasa semakin sakit. "Kenapa sial ini tak ada habisnya !!! Ini semua gara-gara kamu bos !! Aaaahhh... teriak Hana sejadi-jadinya sambil terus berlari. Sesekali menoleh ke belakang memastikan para preman itu tak mengejarnya. Dan sialnya lagi mereka memakai si Lucy untuk mengejar mangsanya.


Sambil terus berlari berbelok arah Hana menghubungi Reymond, entah kenapa di kepalanya hanya itu satu-satu jalan keluar agar meminta tolong kepada bosnya.


Dalam dering ketiga akhirnya Reymond mengangkatnya.


"Hall-


"Toloooooong aku !! Hah...haah.. Mereka mengejarku !! Nafasnya tersengal.

__ADS_1


"Apa yang terjadi !! Hana !!  Hallo...hallo..


"Aaarrgghhh !! Salah satu heelsnya patah membuat tubuhnya terjatuh diatas aspal yang kasar.


Suara gelak tawa penuh kemenangan terdengar semakin dekat. Sekuat tenaga mencoba bangkit tapi salah satu kakinya tak bisa menopang keseimbangan tubuhnya, hingga ia kembali terjatuh.


Seorang gadis belia mendekati Hana yang tak berdaya. Mencengkeramkan kuku tajamnya ke rambut Hana, membuat wanita itu meringis kesakitan.


"Alangkah baiknya loe nurutin mereka, ngerti g loe ! Perintah gadis belia yang penuh tindik di area wajahnya.


Dengan sisa tenaga ia pun memberontak. "Apa !! "


"Nurutin mereka hahaha !!"


"Aku tak sudi !"


"Cewek berengsek !! G tau diuntung kamu ya ! Bentak gadis itu kembali menjambak rambut Hana, menarik paksa langkahnya mengikuti kemauan gadis bertindik itu.


Didorongnya tubuh Hana ke dalam pelukan para preman yang sudah menahan nafsu birahinya sedari tadi.


Dalam keadaan lemah lunglai karena beberapa kali harus merasakan tamparan yang bertubi-tubi.

__ADS_1


Sebenarnya apa maunya para preman ini? Kalau hanya uang adalah tujuan mereka, aku pun bisa menyerahkan motor sport ku. Tapi kenapa sampai menyiksa begini sih ? Apakah mereka orang-orang bayaran? Jika memang benar, siapa yang melakukannya? Silvia kah?


Bermacam pertanyaan melayang di kepala Hana yang mulai merayapi kesadarannya, hingga akhirnya kegelapan tak sadarkan diri menyelimuti.


"Bob, cepat bawa dia ke markas. Kita akan berpesta sampai pagi" Bobby yang termasuk tangan kanan bosnya langsung menggendong tubuh Hana yang tak sadarkan diri.


**


Sebuah mobil meluncur dengan kecepatan penuh, dengan tidak sabar sang pengemudi itu menghubungi seseorang untuk melacak orang yang ingin ia cari.


Beruntunglah dalam deringan pertama orang diseberang telp langsung mengangkatnya. Tanpa basa basi dan langsung pada inti masalah.


"ERICC !!  SURUH JAMES LACAK KEBERADAAN HANA, SEKARANG ! Perintah Reymond. Keponakannya yang menerima perintah tiba-tiba menjauhkan ponselnya dari telinganya, suara pamannya mengalahkan petir menggelegar. Eric bisa-bisa jadi pasien THT kalau lama-lama mendengar suara pamannya itu.


Tidak butuh waktu lama, sepuluh menit kemudian Reymond mendapatkan lokasi terakhir ponsel Hana, ponsel itu mengaktifkan mode lokasi sehingga tidak menyulitkan bawahan Reymond untuk melacaknya. Kelegaan itu tidak berlangsung lama, karena sosok yang ia cari rupanya tidak berada di lokasi.


Setelah memarkirkan mobilnya asal, Reymond berlari menuju titik lokasi pada GPS di ponselnya. Ini sungguh membuatnya frustasi. Lokasi yang dimaksud ternyata kosong tak ada siapapun. Tiba-tiba kaki Reymond menendang sesuatu, indra penglihatannya menajamkan objek apa yang berada diatas aspal dengan lampu trotoar yang temaram.


Sepatu heels hitam yang patah dan itu hanya sebelah. Reymond mengingat-ingat apakah Hana memakai sepatu ini waktu dikantor? Dan sekelebat bayangan Hana yang mondar-mandir di kantor pun berada dikepalanya. Benar saja wanita itu memakai sepatu seperti yang ia pegang sekarang. Tak jauh dari tempat ia memungut sepatu heels, ujung matanya melihat sesuatu seperti......Handphone.


Malam semakin larut, dan Reymond belum menemukan jejak Hana yang tiba-tiba meminta tolong padanya. Suara ketakutan itu masih membekas hangat diingatannya. Sambil memegang ponsel Hana yang penuh goresan di sisinya, ia menyugar rambutnya kasar. Reymond tak pernah se-frustasi sekarang ini.

__ADS_1


Argh__DIMANA KAMU HANA !!!


BERSAMBUNG


__ADS_2