
Dari jauh terlihat lelaki sedang menunggu disebelah mobilnya sesekali melirik arlojinya, begitu tampan dengan kemeja putih terbalut jas berwarna silver begitu pula celana panjang dengan warna senada. Seolah diharuskan untuk kompak malam itu, tapi kenyataannya tidak, mungkin itu sebuah kebetulan. Tatapan terpesona dari Eric membuat Hana tersipu malu. "Maaf membuat mu menunggu begitu lama."
Eric hanya menggeleng pelan. "Kau sangat cantik." Eric bergumam lirih sambil membukakan pintu mobil untuk Hana. Sebuah lagu yang berjudul 'Kau Cantik Hari Ini dari Lobow band mengiringi perjalanan mereka berdua yang canggung itu.
Mobil Eric berhenti di pelataran sebuah villa yang besar dan mewah. Seorang pelayan membukakan pintu untuk Hana. Eric berjalan mendekati Hana, berisyarat agar ia menggandeng lengannya. Berjalan beriringan membuatnya gugup setengah mati. Apalagi yang menunggu didalam seseorang yang pernah singgah mengisi hidupnya walau sesaat.
Ketika sudah didepan pintu, Hana menghentikan langkahnya. "Bisakah aku tidak masuk dan menunggu mu di mobil?" Kegugupan yang Hana sembunyikan rupanya tak mampu ia tutupi lagi.
__ADS_1
"Rayhan...percayalah padaku, ini hanya dinner setelah itu kita pulang." Eric mencoba membujuk Hana yang kini malah terlihat melamun. "Sudah cantik begini masa nggak jadi dinner sih kan sayang, tapi sumpah aku nggak mau ketemu mak lampir itu lagi".
"Ayooo...malah bengong" ajakan Eric menarik lengan Hana dan melingkarkan lengannya ke pinggang Hana.
Keluarga Reymond rupanya sudah menunggu Eric, selain makan malam untuk menyambut kepulangan Eric ternyata hari ini ulang tahun papa Reymond yang ke lima puluh lima tahun. Tidak disangka banyak tamu yang datang menghadiri pesta tersebut, ini namanya bukan dinner keluarga melainkan pesta holang kaya. Hana memperhatikan para tamu yang sedang berbincang-bincang, entah apa yang mereka bicarakan. Melihat keramaian ditambah dengan kehadiran tamu berkelas rasa-rasanya tak selevel dengan Hana yang bukan siapa-siapa dimata mereka.
Pesta berlangsung meriah, Hana yang tak biasa dengan keramaian memilih untuk menikmati makanan. Reymond pun mengambil kesempatan untuk mendekati gadis yang pernah meninggalkannya dua tahun lalu secara sepihak. Eric tengah berbincang dengan papa dan mamanya. Reymond menarik tangan Hana mengikutinya sampai ke dalam mobil. "Kenapa menarik ku, lepaskan tanganku." Mencoba melepaskan diri dari cekraman Reymond. Setelah memasangkan seatbelt untuk Hana, ia pun membawa gadisnya pergi dari keramaian yang membosankan.
__ADS_1
Dengan perasaan takut Hana memberanikan diri untuk bertanya." Kita mau ke..kemana?". Tetapi yang ditanya masih tetap fokus pada kemudinya. Perjalanan yang lumayan jauh, menghabiskan waktu kira kira tiga puluh menit, Hana pun menguap entah untuk berapa kali. Dan akhirnya, terlelap juga di dalam mobil. Hingga Reymond menggendongnya pun, ia tak menyadari.
"Hmm bisa this women, bagaimana seenaknya tidur di mobil orang.."gumam Reymond membaringkan Hana perlahan di kamarnya dan menyelimutinya sampai ke dadanya. Sebuah senyum terurai, saat melihat Hana menggeliat dalam tidurnya yang lelap. Dan ia bangkit menuju kamar mandi, membersihkan diri. Sepuluh menit kemudian, Reymond keluar dengan jubah mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
Reymond berbaring disebelah gadisnya setelah memakai piyamanya. Merasa ada sesuatu yang berat diperutnya, Hana membuka matanya perlahan. "Sejak kapan tangan Intan jadi semakin besar, seperti tangan lelaki, eh lelaki?" Kepalanya menoleh kebelakang.
"Aaaaarrrrggghhhh...."
__ADS_1
BERSAMBUNG