Setitik Harapan

Setitik Harapan
eps. 22


__ADS_3

love u always readers, tinggalkan jejak misteriusmu pls klik ๐Ÿ‘, โค favorite dan koment juga.


**


You got a massage from : Intan๐Ÿ˜˜


"Sampai jam berapa kamu lembur?"


23.12โœ”


You got a massage from : Intan๐Ÿ˜˜


"Ini udah mau tengah malam. Apa kamu nggak kasihan, aku sudah seperti emak-emak yang nungguin anaknya pulang?


23.30โœ”


Intan terlihat mondar-mandir diruang tamu nampak raut wajahnya gelisah sambil sesekali melihat ponselnya. Pesan whatsapp nya tidak terbalas, tidak seperti biasanya. Intan semakin gelisah. Biasanya jam segini Intan sedang berbincang di kamar Hana walau hanya sekedar bergosip soal rekan kantor atau bahkan bos-bos mereka. Jika tidak, mereka akan melakukan perawatan wajah dikamar Intan. Semakin dipikir membuatnya gusar. Ada niat untuk menelpon Hana, cuma ia takut mengganggu aktivitas lemburnya.


**


"Tuan Eric saya berhasil menemukan keberadaan nona Hana." Kata James. James adalah orang kepercayaan di Central Blue Sky. Dialah hacker handal di dunia mafia, yang sampai sekarang tak ada yang mampu menembus kualifikasinya. Reymond merekrutnya untuk mendeteksi musuh-musuhnya dan tentunya sistem keamanan yang super ketat adalah dibawah pengawasan dirinya serta anak buah James yang juga sama-sama hacker.


"Cepat bicara! Kita tidak punya banyak waktu" Eric sudah tidak sabar ingin menemukan keberadaan Hana semenjak terakhir kali pamannya menghubungi dirinya.


"Dia sekarang disekap di pabrik tua milik keluarga Wilson dan beruntungnya CCTV di sekitar pemukiman warga selalu aktif."


"Keluarga Wilson? Maksud mu Dimas Wilson rekan bisnisnya Reymond? Tanya Eric.


"Benar tuan Eric." Ucap James membenarkan.


"Apakah penculikan ini ada hubungannya dengan Dimas Wilson dan perusahaan paman ku?


"Sepertinya bukan tuan. Kalau pun ada, itu tidak akan ada untungnya dia menculik nona Hana. Kecuali, jika itu urusan pribadi tuan Reymond." Terang James.


"Apa maksudmu, jangan bertele-tele."


"Sebaiknya kita bergegas menuju lokasi tuan. Nanti akan saya jelaskan dijalan. Dan saya mengingatkan tuan Eric segera menghubungi tuan Reymond untuk segera menuju pabrik tua tempat nona Hana disekap." Ucap James yang dibalas anggukan oleh tuannya. Mereka berdua dan beberapa pengawal bayangan segera menuju tempat yang dimaksud.


**


Byyuurrrr


"Aahh...uhuk uhuk... " Hana yang tersadar secara paksa setelah disiram air oleh Bobby, ingin melawan orang tersebut tapi dia tidak bisa menggerakkan tangan dan kakinya. Kesadarannya sedikit demi sedikit mulai terkumpul, ia melihat ke bawah tubuhnya, ada rasa lega karena masih lengkap pakaiannya. Lalu sorot matanya menajam ke arah pria yang menyiramnya tadi.

__ADS_1


"Berhentilah melawan, jika kamu masih sayang dengan kulit mulusmu." Jari telunjuk Bobby menyentuh pipi Hana yang terikat di kursi dengan mulut tersumpal kain. Dan Hana memalingkan wajahnya ke samping menghindari sentuhan Bobby.


Merasa dihina oleh Hana, tangan Bobby menangkup rahang Hana, menjepit paksa. "Jika bukan karena seseorang ingin bertemu dengan mu, mungkin kamu sudah habis kami gilir malam ini, dasar jalang!!"


"Bersabarlah Bob, setelah ini kita akan menikmati tubuhnya". Kata Jack yang nama aslinya Jaka, bos preman yang sering keluar masuk penjara karena kasus narkoba dan penyelundupan senjata tajam, tengah sibuk menghubungi seseorang.


Oh tidak! Kejadian ini terulang kembali. Apakah tidak ada jalan keluar untukku? Tolong siapa pun selamatkan aku!


Mereka meninggalkan Hana yang dirundung ketakutan di dalam ruangan yang pengap, rambut basahnya yang terurai berantakan dan tubuh yang basah kuyub tersiram air. Hanya lampu neon yang menyorot tubuhnya yang tak berdaya.


**


Di kamar VIP salah satu club malam terkenal dua insan tengah melakukan pergumulan yang panas. Siapa pun pasti gerah jika didekatnya.


"Aahh...ough...ya...ya terus sayang. Kau hebat sekali memuaskan ku. Pekik Silvia dibawah tubuh pria gigolo bertubuh Ade Ray.


"Hah...hah...hemm...aahhhhh desahan pria gigolo secepat gerakannya memaju mundurkan pinggulnya.


Krriingg.....Krriingg...


"Pengganggu mana yang kurang ajar, awas aja kalau tidak penting, gumamnya meraih ponsel di atas nakas.


Posisi Silvia sekarang menungging sambil meletakkan ponselnya ditelinga. Sesekali menjawab dengan nafas terengah-engah karena genjotan pria gigolo yang memabukkan.


"Cepat selesaikan sayang, aku masih ada urusan." Perintah Silvia dengan manjanya.


**


Jam 23.45 Pm


Chat Whatsapp


**ERIC :


Apa hubungan mu dengan keluarga Wilson paman?


23.46 โœ”


REYMOND :


Apa maksud pertanyaanmu !


23.48โœ”**

__ADS_1


Mendapat chat ambigu dari keponakannya, Reymond segera mendial nomor Eric meminta penjelasan atas pertanyaan yang ia tak mengerti. "Hallo... apa maksud mu bertanya seperti itu? Kamu pikir aku dan keluarga Wilson dibalik penculikan Hana?


"Hana diculik gara-gara kamu paman, jika terjadi sesuatu padanya. Seumur hidup aku tidak akan memaafkanmu." Jawab Eric menimpali. "Lebih baik kita segera menuju ke pabrik tua, Hana disekap disana" imbuhnya lagi. Tanpa peduli seseorang diseberang telp. masih berbicara, Eric memutus sambungan secara sepihak.


James yang duduk di kursi kemudi, melirik ke arah Eric yang duduk di kursi penumpang lewat spion, lalu kembali fokus ke arah depan.


**


Bangunan tua bekas pabrik textile yang telah sepuluh tahun tak beroprasi dikarenakan pemilik keluarga Wilson sebelumnya bangkrut, kini pabrik itu menjadi sarang para bandit dan juga preman untuk berjudi, berpesta miras dan dijadikan tempat pemuas nafsu.


Seorang wanita cantik dengan tubuh sexy keluar dari sebuah mobil mewah Lexus keluaran terbaru 2019. Lexus adalah sebuah merek mobil mewah yang digunakan oleh Toyota Motor Corporation di Amerika Utara, Timur Tengah, Eropa, Australia, Asia dan Selandia Baru.


Begitu mencolok dan tak sebanding untuk disandingkan dengan bekas pabrik textile yang terbengkalai menjadi tujuan kendaraan itu berhenti.


Walau sedang memakai jaket kulit yang menutupi bagian atas tubuhnya, wanita itu tetap kelihatan elegan. Semua bawahan Jack tergopoh-gopoh datang menyambut tamu spesial sambil membungkuk hormat.


"Dimana dia!"ย  Tanya wanita yang bernama Silvia. Jack dan Bobby membawa Silvia ke ruangan dimana Hana disekap.


"Tinggalkan kami berdua" perintah Silvia.


Setelah kepergian Jack dan Bobby, Silvia menepuk-nepuk pipi Hana membangunkannya. "Hei...dimana keberanianmu yang berkobar-kobar itu. Hana membuka matanya perlahan, mendengar seksama suara yang sepertinya ia mengenalinya. "Kau !!" Teriak Hana terkejut menatap Silvia didepannya. "Jadi ini ulah mu, wanita busuk!"


Silvia terkekeh. "Kenapa kalau itu ulah ku, apa yang bisa kamu perbuat? Mau teriak minta tolong? Teriaklah sepuasmu sampai pita suaramu putus takkan ada yang datang menolong...hahahaha".


"Kenapa kau lakukan semua ini haa!" Teriak Hana minta sebuah penjelasan.


"Siapa kau berani menghalangi ku menikah dengan anak dari pemilik CBS itu, dasar tak tau malu !!" Ucap Silvia geram sambil melayangkan tamparan ke pipi Hana.


PLAKK


"Ini untuk mu yang berani-berani menyentuh milikku"


PLAKK


"Ini untuk mu yang telah berani mendekati pria ku dasar sekretaris bodoh !!"


Tak peduli suara rintihan Hana yang memilukan serta luka di ujung bibirnya berdarah, Silvia tetap menamparnya tanpa ampun. Dengan kejamnya menjambak rambut Hana dan menghantamkan kepalanya ke lutut Silvia membuat kursi yang mengikat tubuh Hana terjungkal ke belakang. Pusing tak terkira rasanya hingga ia kembali tak sadarkan diri.


Terdengar suara perkelahian diluar ruangan membuat Silvia beranjak keluar tapi ketika hendak berbalik sebuah senjata tajam telah menyentuh pelipisnya. "Angkat tanganmu nona!" Perintah James yang sebelumnya telah bersembunyi dibalik dinding tempat Hana disekap dan di siksa, lalu menyerahkan wanita itu kepada petugas kepolisian yang baru saja tiba dilokasi kejadian.


Silvia sempat memberontak dan menuntut balik tapi pada akhirnya ia menyerah dan mengikuti para aparat kepolisian untuk diperiksa. Tentu saja para preman dan anggotanya pun ikut diringkus. Karena memang mereka telah lama meresahkan para warga.


Reymond dan Eric mencurigai sebuah mobil cantik dan elegan terparkir rapi di pabrik yang terbengkalai milik keluarga Wilson. Dan benar saja, seorang wanita si pengendara mobil tak lain adalah Silvia Wilson lah dalang dari penculikan dan penganiayaan terhadap Hana, sekretaris Reymond.

__ADS_1


__ADS_2