Shizuka Perempuan Tabah

Shizuka Perempuan Tabah
Foto di Gawai


__ADS_3

Hari ini Herlina membuka album foto. Album penuh air mata. Ada ia, suami, dan kedua anaknya. Ia membalik lembar per lembar halaman foto itu. Di tatapnya masa lalu yang teramat dirindukannya. Perlahan pintu kamarnya terbuka. Ia menatap Debi dengan perasaannya terluka.


"Bu! Kemarin ibu ceria. Masak ini, masak itu. Terus sekarang kenapa ibu menangis? Ibu merindukan ayah ya?"


"Debi mana mama?"


"Kenapa bang? Terburu-buru amat."


"Ada apa Haikal?"


"Ibu dicari polisi."


Herlina dan Debi saling tatap.


"Kenapa polisi kemari?"


"Aku gak tahu Bu"


Debi telah sampai lebih dulu menemui polisi itu.


"Apakah anda Herlina?" ucap polisi yang di label namanya ada tulisan Tedy.


"Saya Herlina."


"Kami dari kepolisian mendapatkan informasi bahwa anda telah melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Ini adalah surat penangkapan anda."


"Kalian salah orang pasti pak," ucap Debi panik.


"Ayo ikut kami ke kantor polisi."


"Tidak pak. Ibu saya tidak bersalah. Tolong jangan bawa ibu saya," ucap Debi menahan ibunya yang sedang diborgol.


...****************...


"Papa mama tadi dapat telpon dari kepolisian," ucap Mina.


"Kenapa polisi hubungi mama?"


"Kata mereka mama diminta datang ke kantor polisi pa untuk dimintai keterangan mengenai Shizuka yang hilang."


"Apa? Kenapa mereka bisa mengetahui Shizuka hilang ma?"


"Pasti ada yang melaporkannya pa. Makanya mama diminta ke sana nanti pa."


"Kamu akan jawab apa nanti ma?"


"Mama akan berkata yang sebenarnya pa. Tidak mungkin mama menutupi kebenaran. Ya kan pa?"


"Alfi kamu mau kemana?" Lirik ayahnya.


"Ke rumah teman."


"Biarin ajalah pa. Dia pasti bosan di rumah terus."


"Pak tolong jangan tahan ibu saya."


"Debi, Debi kamu jangan khawatir Abang akan urus kasus ibu. Kamu lebih baik bersiap-siap. Agar kita bisa ke sana dengan cepat."


Herlina dan para polisi sudah masuk mobil. Debi histeris sambil berlari mengejar ibunya. Ia memohon pada para polisi agar ibunya dibebaskan. Para polisi itu tidak mempedulikannya. Debi sampai terjatuh mengejar mobil yang dibawa oleh polisi itu. Herlina menatap anak-anaknya dan juga rumah mewah yang ia tinggali.


"Mama!" Teriak Debi dengan air matanya membasahi wajahnya.


Haikal membantu Debi berdiri dan menenangkannya.


"Abang mama gak boleh ditahan di kantor polisi. Tolong mama bang."


"Iya. Sekarang bersiap-siaplah karena kita akan menyusul ibu."


"Iya ayo bang. Aku begini saja," ucapnya bersemangat.


"Ayo Cika kita ke kantor polisi."


"Apakah polisi sudah menemukan Shizuka?

__ADS_1


"Belum sih. Tapi pelakunya akan ditangkap."


"Alhamdulillah ya Alda."


"Aku ikut bersamamu ya Alda," ucap Wilda sambil menggigit tutup pena hitam.


"Jangan. Nanti Salwa dan Kartika bisa lihat kita."


"Kalian gak usah khawatir. Kalian bawa aja dokumen penting ini kepada perusahaan Yoshiki."


"Dokumen apa tu? Ini contoh desain yang akan kita sulap jadi baju ibu Kartini."


"Coba aku lihat!" Tutur Alda .


"Aku jadi teringat dengan nasehat Shizuka. Dia pintar dan baik hati. Semoga dia di luar sana baik-baik saja.


"Aku juga memikirkannya Alda. Aku juga akan berdoa supaya dia baik-bauk.


"Ni map-nya. Jangan telat lagi ya. Oh ya kalian jangan sampai lupa ya menyerahkannya kepada bapak itu.


Alda dan Wilda keluar dari ruang Rona.


"Mau kemana kalian? Bukankah kita rapat mengenai desain sekarang?"


"Mereka mau membagikan dokumen itu pada Pak Sultan. Ada beberapa kesalahan di bagian permintaan produk."


"Kok bisa ada kesalahan. Coba sini aku lihat!"


"Jangan Salwa!" Tolak Rona.


"Bentar lagi rapat akan dimulai. Mereka harus segera pergi," tambahnya lagi.


Alda dan Wilda berlari keluar ruangan Rona.


"Semangat banget mereka. Tapi baguslah mereka udah utamakan pekerjaan ketimbang masalah pribadi mereka," ucap Salwa.


"Sekarang kita kemana nih Wilda?"


"Kita antar dulu dokumen itu kepada pak Sultan. Setelah itu kita akan menyusul Cika di kantor polisi."


"Terima kasih Wira."


"Saya belum terlambat kan pak?"


"Kamu siapa?" Tanya polisi bernama Wira yang baru saja duduk di ruangnya.


"Saya Cika. Dimana ruang interogasi mengenai kasus Shizuka itu pak?"


"Oh. Kamu masuk di ruang yang berada di depan saya ini. Tapi sebaiknya kamu tunggu aja dulu karena di dalam sedang ada tamu."


"Baiklah pak!"


"Tolong ceritakan kronologi peristiwa yang menimpa Shizuka sewaktu demonstrasi!" Ujar Sofyan.


"Saya tidak ikut terlibat pak."


"Tolong anda jujur. Ini merupakan kasus yang rumit apabila anda tak menjawab. Anda konsekuensi bila menyembunyikan suatu kebenaran?"


"Iya baiklah pak. Saya akan mengatakannya. Di sana saya melihat Shizuka dan Zeexsa sedang dikelilingi oleh para warga. Mereka dikatakan buruk oleh para warga. Banyak hinaan yang mereka dapatkan. Shizuka dan Zeexsa tak banyak berkata waktu itu. Mereka terus membela diri. Tapi kami para warga tak mempercayainya lagi. Selain itu ibunya juga ikut andil dalam masalah ini karena ibunya telah merebut suami saya. Kami sebagai warga pun tak ingin satu lingkungan tempat tinggal bersama perempuan yang tak bisa menjaga harga dirinya. Kemudian beberapa warga membawa mereka ke stasiun kereta api. Mereka diusir dan tak seorang pun dari kami yang iba. Termasuk kepala desa. Kamu tak bisa memaafkannya. Kalau kami memberikan kesempatan padanya barangkali anak-anak laki kita akan tergila-gila dengan kepolosannya. Dia hanya perempuan penyulam dari kelas rendah. Dia juga lahir dari keluarga yang tak jelas asal-usulnya. Jadi pantas dia menerima semua ini."


"Apakah anda punya bukti dari apa yang anda ucapkan barusan?"


Herlina mengambil ponselnya. Ia membuka galeri. Mencari foto kebersamaan suaminya dengan ibunya Herlina. Ia menatap foto itu sambil mengumpat mereka. Amarah hampir memuncak karena teringat akan suaminya yang dingin terhadapnya. Ia terus menatap foto itu dengan sangat lama. Pikirannya mulai kembali ke masa-masa suaminya sering cuek padanya. Namun ramah dan peduli pada ibunya Shizuka.


"Boleh saya lihat buktinya?"


Herlina menarik napas panjang seraya memberikan ponselnya kepada polisi itu.


"Ini suami anda dengan ibunya Shizuka?"


"Ya mereka selalu bersama hingga sekarang."


"Apakah anda tahu mereka berada dimana sekarang?"

__ADS_1


"Tidak!"


"Terus dari mana anda tahu mereka selalu bersama?"


"Itu karena suami saya menghilang bersamaan dengan perempuan itu."


"Oke. Kami akan mengambil foto ini sebagai bukti. Terima kasih atas kesaksian anda."


"Ayo ikut kami!" Ucap kedua perempuan yang berseragam polisi.


Herlina menatap dengan wajah berkerut.


"Anda ikut saja bersama mereka karena anda akan dimasukkan ke dalam sel tahanan."


"Tidak! Saya tidak mau."


"Jika Anda tetap melawan maka anda akan terkena hukuman berat," ucap polisi bernama Fina.


Herlina pun hanya bisa pasrah.


Beberapa saat kemudian Cika masuk ke ruangan.


"Silakan duduk!"


"Apakah tersangkanya sudah ditangkap pak?"


"Ini melibatkan banyak orang karena Shizuka dan Zeexsa dikeroyok massa. Satu orang telah kami jadikan tersangka sementara. Selanjutnya kami akan menyelidikinya lagi. Oh ya kamu teman baik Shizuka dan Zeexsa?"


"Iya pak. Saya sangat akrab dengan mereka."


"Apakah kamu mengenal kedua orang tua mereka?"


"Kenapa bapak bertanya tentang orang tua Shizuka dan Zeexsa?"


"Itu karena perempuan tadi mengatakan bahwa ibunya Shizuka dan Zeexsa merusak rumah tangganya. Hingga kini pun keduanya masih bersama."


"Itu pasti ibu Herlina iya kan pak? Sebenarnya ibu Shizuka datang ke desa sudah sendirian pak. Dia hanya bersama Shizuka dan waktu itu mengandung Zeexsa. Ibunya Shizuka juga sudah meninggal pak."


"Jadi perempuan tadi hanya melampiaskan kekecewaannya dengan berkata omong kosong," gumam polisi itu.


"Ibunya baik pak. Saya mendengar cerita itu dari Shizuka. Entah kenapa semua warga jadi membenci mereka."


"Saya tadi telah menanyai Herlina. Katanya Shizuka dan Zeexsa dibawa ke stasiun kereta api. Lebih baik kita ke sana."


"Alhamdulillah!"


"Tapi sekarang saya masih ada tugas. Mungkin Siang nanti saya akan ke sana."


"Kalau begitu saya duluan ke sana saja ya pak."


"Iya. Kamu hati-hati. Jika ada sesuatu hubungi saya," ucapnya memberikan nomor ponselnya.


"Baik pak!" Ucap Cika girang seraya bersalaman dengan polisi itu.


Selanjutnya Mina masuk ke ruang itu.


"Tadi itukan asisten Shizuka. Dia juga di sini. Apakah dia juga sebagai saksi?" Gumam Mina menatapnya.


"Apakah anda yang bernama ibu Mina?"


"Iya saya pak."


"Tolong jawab dengan jujur. Apakah anda ada disaat kejadian yang menimpa Shizuka dan Zeexsa sewaktu demonstrasi terjadi?"


" Iya pak saya di sana!"


"Coba ceritakan sumber atau hal yang membuat insiden itu terjadi."


"Saya sih tahunya dari warga pak. Saya mendengar bahwa insiden itu terjadi karena Shizuka dan ibunya melakukan hal yang merugikan warga. Herlina juga termasuk orang yang merasa dirugikan karena suaminya hilang tak ada kabar karena ibunya Shizuka. Kalau Shizuka sendiri sih sewaktu insiden itu, dia ketahuan sebagai perempuan panggilan. Laki-laki kaya dan muda mendatanginya. Intinya dia sama seperti ibunya. Kemudian Zeexsa ikut membela kakaknya itu. Dia memaki Herlina sebelum insiden itu di kebun si Usman. Herlina emosi dan warga pun ikut merasakan kepedihan yang dirasakan Herlina. Jadi ketika demonstrasi itu pun membuat warga mengambil tindakan agar Shizuka dan Zeexsa pergi meninggalkan desa Unicorn. Hanya itu cara untuk menyelamatkan reputasi desa dan membuat Herlina tenang."


"Ini sangat dramatis. Si Usman tadi siapanya Herlina? Kenapa dia di kebunnya?"


"Dia saudara Herlina pak. Di sana dia bantu-bantu saja pak."

__ADS_1


"Bisa kamu berikan nomor ponselnya?"


"Tentu pak!" Jawab Mina memberikan nomor Usman.


__ADS_2