Shizuka Perempuan Tabah

Shizuka Perempuan Tabah
Tawaran Pekerjaan


__ADS_3

"Kalian dari mana Shizuka, Zeexsa?" Tanya Cika menyandarkan badannya di sofa.


"Apakah kalian ada urusan yang penting? Sudah kelarkah?" Tambah Alfi yang duduk diantara Haikal dan Cika.


"Hm kami berdua sedang mencari lowongan pekerjaan. Tadi itu kami mencari pekerjaan di dekat-dekat sini," ucap Shizuka berbicara pelan.


"Apa pekerjaan? Kalian berdua mencari pekerjaan di desa baru ini? Bagaimana bisa? Kalian kan masih baru di sini. Bagaimana jika kalian salah memilih pekerjaan?" Ucap Haikal khwatir.


"Iya harus bagaimana mana lagi? Gak mungkin kami berdua menyusahkan orang lain terus," tatap Shizuka pada Haikal.


"Kamu jangan membuat Shizuka jadi panik dong. Kamu lihatlah wajah Shizuka! Dia jadi bimbang karena kamu," sahut Alfi dengan geram pada Haikal.


"Saya hanya memberi saran saja. Kan saya juga peduli dengan Shizuka. Apakah kalian gak ngerasa adaptasi di lingkungan baru itu kan gak gampang? Kalian belum merasakannya."


"Jadi menurut mu bagaimana bang Haikal?" Tanya Zeexsa.


"Kalian melamar pekerjaan sebagai apa di sini?" Tanya Haikal.


"Sebagai pelayan di rumah makan bang."


"Hah pelayan? Apa itu gak terlalu berat Zeexsa, Shizuka. Kenapa kalian gak kembali ke desa Unicorn saja. Kita mulai usaha baru di sana," usul Cika.


"Tidak Cika. Kami gak mau kembali ke sana lagi," ucap Shizuka tertunduk.


"Shizuka pasti gak mau bertemu dengan ibu. Ibu lah yang membuat Shizuka dapat masalah besar hingga kehidupannya pun jadi berantakan," gumam Haikal mengusap wajahnya dengan ke dua tangannya seperti baru bangun tidur.


"Shizuka kamu gak usah lamar pekerjaan di sini. Kamu bekerja di toko ku saja bagaiman?" ucap Alfi memberi solusi.


"Kamu punya toko? Sejak kapan? Biasanya kan kamu suka nongkrong," ujar Shizuka tak percaya.


"Iya emang Shizuka. Dulu aku suka nongkrong. Sekarang aku sudah sibuk urusin toko aku. Kamu tahukah toko itu adalah toko kamu."


"Bagaimana bisa itu jadi toko aku?"


"Itu toko kamu dulu Shizuka. Sekarang telah berganti jadi toko Alfi," ucap Alfi tertawa kecil.


"Wah bagus tu. Jadi tokonya tetap berfungsi dan terawat."


"Iya Shizuka. Bagaimana kamu mau bergabung membuat usaha ku makin maju? Usaha ini baru-baru ini aja aku rintis," ucap Alfi.


"Bagaimana ya?" Pikir Shizuka menatap Zeexsa.


"Bagaimana kalau kalian kerja di perusahaan Elvis Presley saja. Kalian kan punya bakat," ucap Haikal memberikan usulan baru.


"Wah keren tu!" Ucap Cika takjub.


"Tapi kedua karyawan mu di sana kan tidak menyukai aku Haikal?" Ujar Shizuka lesu.


"Udah mendingan kalian kerja di toko ku aja!" Usul Alfi tak mau kalah.


"Mereka akan menerima kamu dan Zeexsa kok. Mereka berdua bisa aku atur nanti. Kamu tenang aja Shizuka."


"Kamu yakin Haikal?" Tanya Shizuka bimbang.

__ADS_1


"Iya saya gak bohong Shizuka. Kamu jangan khawatir tentang mereka. Intinya kamu datang aja bekerja di Elvis Presley. Saya yang akan menangani mereka berdua," ucap Haikal menenangkan.


"Gak usah Shizuka. Kamu jangan percaya dia. Mana mungkin dia bisa menangani karakter orang yang tak menyukai mu. Gak mungkin kan 24 jam dia awasi kamu. Apalagi dia di sana juga punya pekerjaan. Jika kamu bekerja di sana, sama aja kamu akan menyiksa dirimu," nasehat Alfi dengan penuh perhatian.


"Bagaimana Zeexsa?" Tanya Shizuka.


"Kalau aku sih terserah kakak saja. Kakak mau bekerja dimana pun, aku akan dukung kak. Asal kakak gak bersedih lagi."


"Shizuka kamu jangan dengarkan kata-kata laki-laki itu. Saya gak akan biarin kamu terluka lagi."


"Namaku Alfi!" Ucap Alfi tegas.


"Sudahlah Alfi. Kamu jangan membuat Shizuka makin bimbang. Biarkan saja dia bekerja sesuai kemauannya. Jika dia mau bekerja dengan Haikal, kamu dukung saja. Kan Shizuka juga ada di satu desa dengan kita juga kan jika dia bekerja dengan Haikal. Lagian dia emang suka bekerja di bagian desain," ucap Cika.


"Bagaimana Shizuka?" Tanya Haikal.


"Emang benar sih dimana aja Shizuka kerja gak masalah. Asalkan dia bahagia. Ketimbang dia susah atau sedih, kan itu sama aja menyiksa diriku juga. Biarin aja deh Shizuka memilih bekerja pada laki-laki sok keren itu. Yang penting kan Shizuka bisa juga aku lihat setiap saat karena dia telah berada di desa yang sama denganku," gumam Alfi menatap Shizuka yang mengangguk setuju dengan tawaran Haikal.


"Baguslah jika kamu setuju Shizuka. Saya akan menjaga kamu dan Zeexsa. Kamu sudah benar memilih bekerja dengan saya. Yakin aja semua akan baik-baik saja Shizuka," ujar Haikal tersenyum.


"Bang Haikal. Sepertinya hanya kak Shizuka aja deh yang bekerja. Aku gak usah karena aku ingin masakin makanan kak Shizuka aja dan menyambutnya pulang," ucap Zeexsa.


"Tapi nanti kamu bosan di rumah bagaimana Zeex?"


"Gak kok kak."


"Kamu bekerja di toko ku aja Zeexsa. Bagaimana?" Usul Alfi dengan semangat.


"Ide bagus tuh. Oke aku setuju," jawab Zeexsa.


"Gak boleh. Aku butuh satu karyawan saja."


"Tadi kamu bilang butuh dua orang. Shizuka dan Zeexsa kamu terima. Kenapa aku nggak diterima?" Tanya Cika heran.


"Dasar cewek resek. Terpaksa deh aku terima dia kerja di toko ku. Kalau tidak aku akan malu dihadapan Shizuka," gumam Alfi serba salah.


"Terima aja Cika jadi karyawan mu Alfi," pinta Shizuka.


"Iya tentu dong Shizuka!" Jawab Alfi dengan lembut.


"Giliran Shizuka yang minta aja baru dikabulkan. Dasar Alfi genit!" Ujar Cika.


"Iyalah dia kan cewek baik dan Shizuka kan sahabat aku," sahut Alfi.


"Ya lah aku bukan sahabat mu!" ucap Cika datar.


"Oh ya Haikal kamu ke sini mau ngapain?" Tanya Shizuka.


"Saya ke sini sih ingin memberikan ini," ucap Haikal memberikan foto dari tas kerjanya.


"Foto? Itu foto siapa?" Tanya Shizuka.


"Itu milik kamu Shizuka," jawab Haikal.

__ADS_1


"Foto ini milikku?" Tanya Shizuka tak percaya seraya melihat foto itu.


"Foto siapa kak?" Tanya Zeexsa melirik ke foto yang dipegang Shizuka.


"Ini foto ibu, kakak, dan kak Zoya!" Jawab Shizuka merasa terharu menatap foto lama itu.


"Siapa Zoya kak?" Tanya Zeexsa lagi.


"Kamu kenal dengannya?" Tanya Haikal kaget.


"Iya Haikal. Dia kak Zoya. Sahabat ibuku. Dia adalah pemilik perusahaan Zetwoje Zoverga."


"Cantik ya dia kak!" Ucap Zeexsa terpukau sambil memegang foto itu.


"Kok kamu gak pernah cerita sama saya Shizuka. Baru-baru ini perusahaan mereka menjalin kerja sama dengan kami."


"Hm yang bahas perusahaan mulu. Bisa ganti topik pembahasan gak? Gerah tahu dengarnya," ucap Alfi merapikan rambutnya.


"Oh maaf ya. Kamu buka usaha toko juga kan? Apakah toko kamu bisa memasarkan produk kami? Produk kami sudah cukup terkenal di pusat perbelanjaan dan kalangan masyarakat," ujar Haikal.


"Ah malas menampung produk dari kamu," jawab Alfi membuang wajahnya dari Haikal.


"Eh Alfi kamu gak tahu apa? Perusahaan Elvis Presley itu produknya bagus-bagus. Toko kita bakal dibanjiri pembeli," sahut Cika.


"Apa kamu bilang? Toko kita? Mimpi kali!"


"Kamu terima aja tawaran Haikal, Alfi. Kamu gak rugi juga. Justru toko kamu akan banyak dilirik sama pembeli," saran Shizuka.


"Baiklah Shizuka. Kamu benar. Aku akan menerima tawaranmu."


"Ucapan Shizuka selalu kamu dengarin. Gak pernah nolak," ucap Cika jengkel.


"Shizuka, Zeexsa yang punya rumahnya kemana?" Tanya Haikal.


"Mereka pergi. Ada acara katanya. Aku lupa nama acaranya," ucap Shizuka.


"Haikal aku terima tawaran Shizuka. Kamu boleh stok produk kamu itu ke toko ku. Tapi dengan satu syarat."


"Kenapa pakai syarat?" Tanya Cika.


"Apa syaratnya?" Tanya Haikal.


"Shizuka yang bawa produk itu ke toko aku. Jangan kamu dan jangan juga yang lainnya."


"Kenapa harus Shizuka? Diakan bagiannya di bidang desain. Bukan pengantaran barang."


"Jangan banyak nanya kamu Haikal. Jika kamu gak mau ya sudah."


"Ya okelah. Tapi Shizuka akan ditemani beberapa orang bidang penjualan atau sales nanti," tambah Haikal lagi.


"Tak masalah. Pokoknya Shizuka harus berpartisipasi dalam menata toko ku agar toko ku makin berkembang dan sukses."


"Bagaimana Shizuka kamu bersedia?" Tanya Haikal.

__ADS_1


"Iya tidak masalah. Aku akan membantu Alfi juga dalam menata barang dari perusahaan Elvis Presley di tokonya."


"Good job!" Ujar Alfi mengacungkan jempolnya kepada Shizuka dengan pipi yang memerah.


__ADS_2